18 Maret 2014

Menciptakan Kebanggaan

Kusibak kabut pagi dengan deru motorku, sering kuusap kaca helmku biar pandanganku tidak kabur, tidak seperti biasanya memang pagi ini kabut begitu pekat sehingga agak menghalagi pandangan mataku, sehingga aku tidak berani memacu motorku agak kencang. Kalau biasanya kecepatanku sekitar 80 km/jam,  kali ini hanya sekitar 40 km/jam.
Rasa capek masih menyergap tubuhku, karena tadi malam sampai di Kampus sekitar jam 12 malam, tetapi rasa capek itu tidak mengurangi semangatku untuk melakukan aktivitas hari ini, dalam perjalanan kemarin banyak hal yang bisa aku pelajari, banyak hal yang bisa memunculkan ide-ide kreatif apa yang harus ku kerjakan selama beberapa waktu ke depan.
Memang seperti itulah setiap perjalanan yang kulakukan pasti akan memunculkan ide-ide dan hal-hal baru, karena perjalanan bagiku adalah keluar dari kebiasaan sehari-hari yang selalu membelenggu kreativitas kita untuk mengerjakan sesuatu. Karena ada batasan jam dan waktu. Jam 6.00 pagi misalnya harus berangkat ke tempat kerja dan itu menempuh jarak lebih dari 30 km.  Jam 1.30 siang aku harus meluncur lagi ke tempat yang berbeda untuk melakukan aktivitas menempuh jarak 15 km. tetapi sampai saat ini aku bisa menikmati itu semua, bahwa itulah bagian dari perjalanan hidupku, bahwa dengan aktivitas yang aku jalani ini adalah sebuah proses untuk mencapai apa yang kuinginkan untuk mencapai apa yang aku cita-citakan.
Resiko tidak selalu bisa di dekat dengan istri dan anak,  menjadi sebuah handicap tersendiri, tetapi memang hal itu harus dilakukan. Ingin mencapai sesuatu memang perlu sebuah pengorbanan, tetapi aku berusaha menebusnya diwaktu-waktu tertentu untuk bisa membuat mereka tersenyum dan tertawa dengan kebersamaan sebagai sebuah keluarga.
Senin 17 Maret 2014, kalau biasanya hanya bisa memandang Pak Dr. H. Suryadarma Ali yang sekarang menjabat sebagai Menteri Agama lewat Televisi, hari ini bisa langsung bertatap muka dengan beliau di Hotel Utami Sidoarjo dalam sebuah acara yang diadakan Kopertais Wilayah IV Surabaya. 
Dalam pidatonya beliau mengungkapkan bahwa beliau belum merasa puas dengan Pendidikan Islam, meskipun sudah melakukan perubahan-perubahan yang menuju perbaikan. Beliau juga menyampaikan hendaknya diadakan suatu Rakornas Pendidikan Islam yang bisa memunculkan cetak biru perjalanan Pendidikan Islam tahun 2014 -2025. Sehingga kita bisa mengetahui kemana Pendidikan Islam diarahkan. Kepada para hadirin, beliau juga menyampaikan bahwa kita harus tahu kualitas apa yang ingin dicapai, jadi kita tidak hanya bangga dengan apa yang telah kita capai tetapi juga bisa menciptakan kebanggaan-kebangaan baru.

Sebuah Catatan di pagi yang hangat

Durenan 18 Maret 2014 .

11 Maret 2014

Penjadwalan CPU

Penjadwalan CPU adalah pemilihan proses dari antrian ready untuk dapat dieksekusi. Penjadwalan CPU merupakan konsep dari multiprogramming, dimana CPU digunakan secara bergantian untuk proses yang berbeda. Suatu proses terdiri dari dua siklus yaitu Burst I/O dan Burst CPU yang dilakukan bergantian hingga proses selesai. Penjadwalan CPU mungkin dijalankan ketika proses:

    running ke waiting time
    running ke ready state
    waiting ke ready state
    terminates

Proses 1 dan 4 adalah proses Non Preemptive, dimana proses tersebut tidak bisa di- interrupt, sedangkan 2 dan 3 adalah proses Preemptive, dimana proses boleh di interrupt.
Pada saat CPU menganggur, maka sistem operasi harus menyeleksi proses-proses yang ada di memori utama (ready queue) untuk dieksekusi dan mengalokasikan CPU untuk salah satu dari proses tersebut. Seleksi semacam ini disebut dengan shortterm scheduler (CPU scheduler).

Komponen yang lain dalam penjadwalan CPU adalah dispatcher, Dispatcher adalah suatu modul yang akan memberikan kontrol pada CPU terhadap penyeleksian proses yang dilakukan selama short-term scheduling . Waktu yang diperlukan oleh dispatcher untuk menghentikan suatu proses dan memulai proses yang lain disebut dengan dispatch latency.

Jika dalam suatu proses Burst CPU jauh lebih besar daripada Burst I/O maka disebut CPU Bound. Demikian juga sebaliknya disebut dengn I/O Bound.

1. Penjadwalan Preemptive

Penjadwalan Preemptive mempunyai arti kemampuan sistem operasi untuk memberhentikan sementara proses yang sedang berjalan untuk memberi ruang kepada proses yang prioritasnya lebih tinggi. Penjadwalan ini bisa saja termasuk penjadwalan proses atau I/O. Penjadwalan Preemptive memungkinkan sistem untuk lebih bisa menjamin bahwa setiap proses mendapat sebuah slice waktu operasi. Dan juga membuat sistem lebih cepat merespon terhadap event dari luar (contohnya seperti ada data yang masuk) yang membutuhkan reaksi cepat dari satu atau beberapa proses. Membuat penjadwalan yang Preemptive mempunyai keuntungan yaitu sistem lebih responsif daripada sistem yang memakai penjadwalan Non Preemptive.

Dalam waktu-waktu tertentu, proses dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori: proses yang memiliki Burst M/K yang sangat lama disebut I/O Bound, dan proses yang memiliki Burst CPU yang sangat lama disebut CPU Bound. Terkadang juga suatu sistem mengalami kondisi yang disebut busywait, yaitu saat dimana sistem menunggu request input(seperti disk, keyboard, atau jaringan). Saat busywait tersebut, proses tidak melakukan sesuatu yang produktif, tetapi tetap memakan resource dari CPU. Dengan penjadwalan Preemptive, hal tersebut dapat dihindari.

Dengan kata lain, penjadwalan Preemptive melibatkan mekanisme interupsi yang menyela proses yang sedang berjalan dan memaksa sistem untuk menentukan proses mana yang akan dieksekusi selanjutnya.

Lama waktu suatu proses diizinkan untuk dieksekusi dalam penjadwalan Preemptive disebut time slice/quantum. Penjadwalan berjalan setiap satu satuan time slice untuk memilih proses mana yang akan berjalan selanjutnya. Bila time slice terlalu pendek maka penjadwal akan memakan terlalu banyak waktu proses, tetapi bila time slice terlau lama maka memungkinkan proses untuk tidak dapat merespon terhadap event dari luar secepat yang diharapkan.

2. Penjadwalan Non Preemptive

Penjadwalan Non Preemptive ialah salah satu jenis penjadwalan dimana sistem operasi tidak pernah melakukan context switch dari proses yang sedang berjalan ke proses yang lain. Dengan kata lain, proses yang sedang berjalan tidak bisa di- interupt.

Penjadwalan Non Preemptive terjadi ketika proses hanya:

1. Berjalan dari running state sampai waiting state.

2. Dihentikan.

Ini berarti CPU menjaga proses sampai proses itu pindah ke waiting state ataupun dihentikan (proses tidak diganggu). Metode ini digunakan oleh Microsoft Windows 3.1 dan Macintosh. Ini adalah metode yang dapat digunakan untuk platforms hardware tertentu, karena tidak memerlukan perangkat keras khusus (misalnya timer yang digunakan untuk meng interupt pada metode penjadwalan Preemptive).

    Shortest Job First (SJF)

Pendekatan  SJF berbeda dengan FCFS, algoritma SJF tergantung dengan panjang proses yang ada pada queue. Ketika CPU akan melakukan  proses, CPU akan memilik proses dengan CPU burst paling kecil. SJF dapat bekerja dengan mode preemptive maupun non-preemptive.

2. Round Robin (RR)

Round Robin hampir mirip dengan FCFS akan tetapi terdapat proses perpindahan antar proses dimana satu proses melakukan interupsi terhadap proses yang lainnya atau disebut juga dengan preemptive. Proses preemptive dengan menggunakan time quantum atau time slice.

Dengan time slice sebesar 4 ms, penjadwalan yang terjadi adalah sebagai berikut:
P1 mendapatkan kesempatan pada 4 ms (time slice) pertama, karena P1 > time slice maka P1 hanya akan diproses selama time slice, sisa P1 sebesar P1 – time slice akan di preemptive-kan. Selanjutnya penjadwalan akan beralih ke P2, karena P2 < time slice maka P2 diproses hingga selesai, setelah itu penjadwalan beralih ke P3 dan seterusnya.

Waiting Time P1 = 0 + (10 – 4) = 6
Waiting Time P2 = 4
Waiting Time P3 = 7
Average Waiting Time = (6 + 4 + 7 )/3 = 5.66 ms

Pada algoritma RR, tidak ada proses yang dikerjakan dalam satu waktu lebih dari time slice yang disediakan. Jika terdapat n proses pada queue dengan time slice sebesar q, maka setiap proses akan mendapatkan waktu 1/n dengan masing-masing proses sebesar q .Setiap proses akan menunggu setidaknya sebanyak (n-1)x q untuk proses selanjutnya. Sebagai contoh terdapat 5 proses dengan time slice sebesar 20 ms maka masing-masing proses akan mendapatkan waktu sebanyak 20 ms setiap 100 ms.

Performance dari RR tergantung pada ukuran time slice. Jika time slice terlalu besar maka RR akan sama atau mendekati performance FCFS. Akan tetapi jika time slice kecil maka muncul problem context switch yang terlalu banyak, yaitu proses perpindahan dari satu proses ke proses lain yang akan menimbulkan permasalahan. Hal ini terjadi karena perbedaan kecepatan processor dan memori, dengan terjadinya perpindahan yang terlalu sering proses pembacaan CPU ke memori dan sebaliknya akan membebani sistem.

19 Februari 2014

Deadlock

Deadlock adalah keadaan dimana 2 atau lebih proses saling menunggu meminta resources untuk waktu yang tidak terbatas lamanya. Analoginya seperti pada kondisi jalan raya dimana terjadi kemacetan parah. Deadlock adalah efek samping dari sinkronisasi, dimana satu variabel digunakan oleh 2 proses. Deadlock bisa digambarkan sebagai berikut :

Kejadian Deadlock selalu tidak lepas dari sumber daya, bahwa hampir seluruhnya merupakan masalah sumber daya yang digunakan bersama-sama. Oleh karena itu, kita juga perlu tahu tentang jenis sumber daya, yaitu: sumber daya dapat digunakan lagi berulang-ulang dan sumber daya yang dapat digunakan dan habis dipakai atau dapat dikatakan sumber daya sekali pakai.
Sumber daya ini tidak habis dipakai oleh proses mana pun.Tetapi setelah proses berakhir, sumber daya ini dikembalikan untuk dipakai oleh proses lain yang sebelumnya tidak kebagian sumber daya ini. Contohnya prosesor, Channel I/O, disk, semaphore. Contoh peran sumber daya jenis ini pada terjadinya Deadlock ialah misalnya sebuah proses memakai disk A dan B, maka akan terjadi Deadlock jika setiap proses sudah memiliki salah satu disk dan meminta disk yang lain. Masalah ini tidak hanya dirasakan oleh pemrogram tetapi oleh seorang yang merancang sebuah sistem operasi. Cara yang digunakan pada umumnya dengan cara memperhitungkan dahulu sumber daya yang digunakan oleh proses-proses yang akan menggunakan sumber daya tersebut. Contoh lain yang menyebabkan Deadlock dari sumber yang dapat dipakai berulang-ulang ialah berkaitan dengan jumlah proses yang memakai memori utama.Ada empat kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya deadlock. Keempat kondisi tersebut tidak dapat berdiri sendiri, namun saling mendukung.
1. Mutual exclusion. Hanya ada satu proses yang boleh memakai sumber daya, dan proses lain yang ingin memakai sumber daya tersebut harus menunggu hingga sumber daya tadi dilepaskan atau tidak ada proses yang memakai sumber daya tersebut.
2. Hold and wait. Proses yang sedang memakai sumber daya boleh meminta sumber daya lagi maksudnya menunggu hingga benar-benar sumber daya yang diminta tidak dipakai oleh proses lain, hal ini dapat menyebabkan kelaparan sumber daya sebab dapat saja sebuah proses tidak mendapat sumber daya dalam waktu yang lama.
3. No preemption. Sumber daya yang ada pada sebuah proses tidak boleh diambil begitu saja oleh proses lainnya. Untuk mendapatkan sumber daya tersebut, maka harus dilepaskan terlebih dahulu oleh proses yang memegangnya, selain itu seluruh proses menunggu dan mempersilahkan hanya proses yang memiliki sumber daya yang boleh berjalan.
4. Circular wait. Kondisi seperti rantai, yaitu sebuah proses membutuhkan sumber daya yang dipegang proses berikutnya.

    STRATEGI MENGATASI DEADLOCK :

Add beberapa cara untuk menanggulangi terjadinya deadlock, diantaranya adalah:

a. Mengabaikan masalah deadlock.
b. Mendeteksi dan memperbaiki
c. Penghindaran yang terus menerus dan pengalokasian yang baik dengan menggunakan protokol untuk memastikan sistem tidak pernah memasuki keadaan deadlock. Yaitu dengan deadlock avoidance sistem untuk mendata informasi tambahan tentang proses mana yang akan meminta
dan menggunakan sumber daya.
d. Pencegahan yang secara struktur bertentangan dengan empat kondisi terjadinya deadlock dengan deadlock prevention sistem untuk memastikan bahwa salah satu kondisi yang penting tidak dapat menunggu.

    MENGABAIKAN MASALAH DEADLOCK

Untuk memastikan sistem tidak memasuki deadlock, sistem dapat menggunakan pencegahan deadlock atau penghindaran deadlock. Penghindaran deadlock membutuhkan informasi tentang sumber daya yang mana yang akan suatu proses meminta dan berapa lama akan digunakan. Dengan informasi tersebut dapat diputuskan apakah suatu proses harus menunggu atau tidak. Hal ini disebabkan oleh keberadaan sumber daya, apakah ia sedang digunakan oleh proses lain atau tidak.
Metode ini lebih dikenal dengan Algoritma Ostrich. Dalam algoritma ini dikatakan bahwa untuk menghadapi Deadlock ialah dengan berpura-pura bahwa tidak ada masalah apa pun. Hal ini seakan akan melakukan suatu hal yang fatal, tetapi sistem operasi Unix menanggulangi Deadlock dengan cara ini dengan tidak mendeteksi Deadlock dan membiarkannya secara otomatis ematikan program sehingga seakan-akan tidak terjadi apa pun. Jadi jika terjadi Deadlock, maka tabel akan penuh, sehingga proses yang menjalankan proses melalui operator harus menunggu pada waktu tertentu dan mencoba lagi.

    MENDETEKSI DAN MEMPERBAIKI

Caranya ialah dengan cara mendeteksi jika terjadi deadlock pada suatu proses maka dideteksi sistem mana yang terlibat di dalamnya. Setelah diketahui sistem mana saja yang terlibat maka diadakan proses untuk memperbaiki dan menjadikan sistem berjalan kembali.

Jika sebuah sistem tidak memastikan deadlock akan terjadi, dan juga tidak didukung dengan pendeteksian deadlock serta pencegahannya, maka kita akan sampai pada kondisi deadlock yang dapat berpengaruh terhadap performance sistem karena sumber daya tidak dapat digunakan oleh proses sehingga proses-proses yang lain juga terganggu. Akhirnya sistem akan berhenti dan harus direstart.

Hal-hal yang terjadi dalam mendeteksi adanya Deadlock adalah:
• Permintaan sumber daya dikabulkan selama memungkinkan.
• Sistem operasi memeriksa adakah kondisi circular wait secara periodik.
• Pemeriksaan adanya deadlock dapat dilakukan setiap ada sumber daya yang hendak digunakan
oleh sebuah proses.
• Memeriksa dengan algoritma tertentu.

Ada beberapa jalan untuk kembali dari Deadlock, yaitu:

    LEWAT PREEMPTION

Dengan cara untuk sementara waktu menjauhkan sumber daya dari pemakainya, dan  memberikannya pada proses yang lain. Ide untuk memberi pada proses lain tanpa diketahui oleh pemilik dari sumber daya tersebut tergantung dari sifat sumber daya itu sendiri. Perbaikan dengan cara ini sangat sulit atau dapat dikatakan tidak mungkin. Cara ini dapat dilakukan dengan  memilih korban yang akan dikorbankan atau diambil sumber dayanya untuk sementara, tentu saja harus dengan perhitungan yang cukup agar waktu yang dikorbankan seminimal mungkin. Setelah kita melakukan preemption dilakukan pengkondisian proses tersebut dalam kondisi aman. Setelah itu proses dilakukan lagi dalam kondisi aman tersebut.

    LEWAT MELACAK KEMBALI

Setelah melakukan beberapa langkah preemption, maka proses utama yang diambil sumber dayanya akan berhenti dan tidak dapat melanjutkan kegiatannya, oleh karena itu dibutuhkan langkah untuk kembali pada keadaan aman dimana proses masih berjalan dan memulai proses lagi dari situ. Tetapi untuk beberapa keadaan sangat sulit menentukan kondisi aman tersebut, oleh karena itu umumnya dilakukan cara mematikan program tersebut lalu memulai kembali proses. Meski pun sebenarnya lebih efektif jika hanya mundur beberapa langkah saja sampai deadlock tidak terjadi lagi. Untuk beberapa sistem mencoba dengan cara mengadakan pengecekan beberapa kali secara periodik dan menandai tempat terakhir kali menulis ke disk, sehingga saat terjadi deadlock dapat mulai dari tempat terakhir penandaannya berada.

    MEMATIKAN PROSES YANG MENYEBABKAN DEADLOCK

Cara yang paling umum ialah mematikan semua proses yang mengalami deadlock. Cara ini paling umum dilakukan dan dilakukan oleh hampir semua sistem operasi. Namun, untuk beberapa sistem, kita juga dapat mematikan beberapa proses saja dalam siklus deadlock untuk menghindari deadlock dan mempersilahkan proses lainnya kembali berjalan. Atau dipilih salah satu korban untuk melepaskan sumber dayanya, dengan cara ini maka masalah pemilihan korban menjadi lebih selektif, sebab telah diperhitungkan beberapa kemungkinan jika si proses harus melepaskan sumber dayanya.

Kriteria pemilihan korban ialah:
• Yang paling jarang memakai prosesor
• Yang paling sedikit hasil programnya
• Yang paling banyak memakai sumber daya sampai saat ini
• Yang alokasi sumber daya totalnya tersedkit
• Yang memiliki prioritas terkecil

    MENGHINDARI DEADLOCK

Pada sistem kebanyakan permintaan terhadap sumber daya dilakukan sebanyak sekali saja. Sistem sudah harus dapat mengenali bahwa sumber daya itu aman atau tidak (tidak terkena deadlock), setelah itu baru dialokasikan. Ada dua cara yaitu:
1. Jangan memulai proses apa pun jika proses tersebut akan membawanya pada kondisi deadlock, sehingga tidak mungkin terjadi deadlock karena pada saat akan menuju deadlock, proses sudah dicegah.
2. Jangan memberi kesempatan pada suatu proses untuk meminta sumber daya lagi jika penambahan ini akan membawa kita pada suatu keadaan deadlock.
Jadi diadakan dua kali penjagaan, yaitu saat pengalokasian awal, dijaga agar tidak deadlock dan ditambah dengan penjagaan kedua saat suatu proses meminta sumber daya, dijaga agar jangan sampai terjadi deadlock. Pada sistem deadlock avoidance (penghindaran) dilakukan dengan cara memastikan bahwa program memiliki maksimum permintaan. Dengan kata lain cara sistem ini
memastikan terlebih dahulu bahwa sistem akan selalu dalam kondisi aman. Baik mengadakan permintaan awal atau pun saat meminta permintaan sumber daya tambahan, sistem harus selalu berada dalam kondisi aman.

17 Februari 2014

SELAMAT ULANG TAHUN KE-3 NAK

Waktu demikian cepat berlalu, tak terasa usiamu sudah menginjak 3 tahun nduk, semakin besar. Di usiamu yang sudah 3 tahun ini, semoga abimu terus bisa belajar menjadi orang tua yang baik, bijak, bisa melimpahkan kasih sayang, menjadi tauladan yang baik dan bisa memberikan quality time, mengingat kesibukan abimu yang setiap hari harus berangkat jam 6 pagi pulang paling cepat saat isya berkumandang.

Nak, harapan setiap orang tua kepada anaknya adalah seorang anak bisa menjadi anak yang sholeh sholehah, menjadi anak yang dibanggakan, demikian juga dengan harapan orang tuamu ini, tetapi untuk menuju kesana, abi menyadari tidaklah mudah untuk  mendidik anak di zaman seperti sekarang ini.

Tetapi yakinlah nak, orang tuamu ini akan berusaha dengan sekuat tenaga, untuk bisa menjadi orang tua yang baik, yang tidak hanya ingin membentuk anaknya menurut egonya, tetapi menjadikan anak sebagai dirinya sendiri, sebagai sebuah pribadi yang bergerak menurut cara pandangnya tetapi tentu saja harus mempunyai tanggung jawab terhadap apa-apa yang kamu lakukan.

Bagi abimu ini tiada saat yang indah, kecuali saat melihatmu tersenyum, mendengar tawa, ocehanmu, imajinasimu, bisa mengajakmu berenang, bermain layang-layang, jalan-jalan, bersepeda, dll. Abi akan berusaha membuat engkau nyaman, aman, bergembira, tertawa dan berkembang sebagaimana mestinya.  

11 Februari 2014

Jadwal Tur Nusantara Timnas U-19

Tur Nusantara Timnas U-19


Timnas U-19

Berikut jadwal lengkap Tur Nusantara Timnas U-23:
vs PSS Sleman di Maguwoharjo, Senin (3/2/2014)
vs Persiba Bantul di Sultan Agung, Rabu (5/2/2014)
vs Pra PON DIY di Mandala Krida, Jumat (7/2/2014)
vs Pra PON Jateng di Manahan, Senin (10/2/2014)
vs PSIS Semarang di Jati Diri, Jumat (14/2/2014)
vs Persijab di Bumi Kartini, Senin (17/2/2014)
vs Persebaya U-21 di GBT, Jumat (21/2/2014)
vs Pra PON Jatim di Gelora Delta Sidoarjo, Senin (24/2/2014)
vs Arema U-21 di Kanjuruhan, Rabu (26/2/2014)
vs Persikoba (Malang United) di Brantas, Jumat (28/2/2014)
vs Persiba Balikpapan di Persiba, Senin (10/3/2014)
vs Pusam di Palaran, Jumat (14/3/2014)
vs Mitra Kukar di Aji Imbut, Senin (17/3/2014)

13 Januari 2014

Menjadi Pengusaha Pemula

Menjadi pengusaha tidaklah mudah. Data menunjukkan bahwa tak banyak bisnis yang bisa melewati usia tiga tahun pertamanya. Karena itu mengetahui bagaimana pengusaha sukses yang berangkat dari bawah memulai bisnisnya akan menjadi tips yang berharga. Salah satunya dari Mark Cuban, pengusaha yang sukses mengembangkan bisnis TV kabel di Amerika.

Cuban menyebutkan rahasia sukses jadi pengusaha pemula (start-up):

1. Jangan memulai bisnis kecuali obsesi dan sesuatu yang Anda cintai.

2. Jika di awal-awal Anda sudah memiliki exit strategy, berarti bisnis yang Anda bangun bukan obsesi.

3. Rekrut orang yang menyukai bekerja di perusahaan Anda.

4. Ketahui bagaimana perusahaan Anda akan menghasilkan uang dan ketahui caranya.

5. Ketahui kompetensi utama Anda dan fokuslah kepadanya hingga melahirkan sesuatu yang luar biasa. Kalau perlu pekerjakan orang yang mampu mendorong Anda meningkatkan kompetensi Anda.

6. Apakah Anda merasa tertekan dengan waktu? Orang yang menyukai pekerjaannya, mereka akan menemukan cara bagaimana menggunakan waktu sebaik mungkin untuk pekerjaannya.

7. Bukalah kantor yang mampu menjaga semua orang selaras dengan apa yang sedang terjadi dan mampu menjaga energi mereka. Tidak ada privasi di perusahaan pemula. Jika ada karyawan yang meminta privasi, tunjukkan bagaimana ia bisa mengunci diri di kamar mandi.

8. Sepanjang itu menyangkut teknologi, ketahui apa yang ingin Anda ketahui meski kadang biayanya tidak murah. Misalnya, jika tahu Apple baik, gunakan saja. Ini dimungkinkan karena jumlah karyawan masih sedikit sehingga biayanya tak terlalu mahal. Biarkan karyawan menggunakan apa yang mereka tahu.

9. Biarkan organisasi flat (tak ada hierarki). Jika ada manajer yang melapor ke manajer lainnya dalam organisasi perusahaan pemula, Anda akan gagal. Di perusahaan pemula, jika Anda memiliki manajer yang harus melapor ke manajer yang lain, Anda sedang membangun politik.

10. “Sebuah tanda kegagalan untuk startup adalah ketika seseorang mengirimi saya polo shirt berlogo nama perusahaannya,” kata Cuban. Jika orang-orang Anda di pameran dan di depan umum (menggunakan kaos berlogo itu), tidak apa-apa. Tetapi jika Anda benar-benar berpikir orang-orang atau tokoh-tokoh tertentu akan memakai polo shirt berlogo perusahaan Anda di luar atau sekitarnya, Anda keliru. Itu menunjukkan Anda tidak tahu bagaimana membelanjakan uang Anda.





Diambil dari Andriewongso.com

11 Januari 2014

Menjadi yang Terbaik

Dudukku disudut ruang baca perpustakaan daerah. Mata ini leluasa memandang segala jurusan, ada seorang gadis berkerudung hitam sibuk membaca, ada juga seorang gadis duduk disamping  dan membelakingiku, di T-shirtnya terdapat tulisan Hokage 2 sedang menulis dari apa yang dibacanya, seorang laki-laki yang berjanggut sibuk membolak-balikkan majalah mencari sesuatu yang diinginkan, senyum manis dari mbak Yayuk penjaga perpustakaan. Dan beberapa orang lain yang sedang mencari buku di rak buku.

Waktu demikian cepat berlalu, kira-kira 10 tahunan yang lalu saat usiaku masih belasan tahun, kusering mampir disini, (waktu itu Perpus Daerah Tulungagung masih berada di Utara Alun-alun sekarang sudah ada di Timur Alun-alun Tulungagung).bisa dikatakan hampir tiap hari, untuk sekedar membaca, tuk memenuhi rasa keingintahuanku akan sesuatu hal, mulai dari bacaan ringan seperti novel, cerpen, koran, majalah, sampai buku yang lumayan berat untuk anak seusiaku pada waktu itu, buku tentang filsafat dan psikologi. Bahkan pernah juga iseng ku hitung, sekitar 6 sampai 8 jam aku berada diperpustakaan, waktu itu memang ada acara khusus, yakni membaca buku untuk dibuat karya tulis ilmiah dan sekaligus mempresentasikannya.

Kusandarkan tubuku di kursi warna kuning, kulemparkan pandangan mataku keluar, melewati jendela, bisa kulihat lalu lalang kendaraan, sedikit bisa merefresh mata dari kepenatan menekuni huruf-huruf yang tersaji dan terkumpul dalam sebuah buku.  “ Nak masa depan ada ditanganmu sendiri, engkaulah yang menentukan kemana arah hidupmu, orang tua hanya bisa memberikan semangat dan mendoakan, tetapi engkaulah yang wajib berusaha, dan merubah hidupmu, setelah kewajibanmu berusaha sudah, pasrahkanlah semuanya kepada Allah, karena Dia-lah yangmenentukan.

Kata-kata itu sering menjadi pelecut semangat dalamku melangkah, menahan badai dan gelombang kehidupan yang datang silih berganti. Yah, kewajiban manusia itu hanyalah berusaha sebaik mungkin, melakukan apa yang ia bisa, melakukan sesuai dengan kata hati, tetapi yang perlu diingat semuanya nanti akan bermuara kepada-Nya, kepada Sang Maha Pencipta, Kepada Tuhan Yang Satu.

10 Desember 2013

Mendisiplinkan Anak

Mendidik anak untuk jadi disiplin tak berarti Anda harus jadi otoriter dan galak. Mendisiplinkan anak juga bisa dilakukan dengan cara yang penuh cinta. Hanya saja, sering kali saat Anda "lunak" terhadap anak, mereka bisa saja bertingkah dan banyak ulah. Akibatnya, emosi Anda pun meledak.

Dr Kelly Flanagan, seorang psikolog klinis, mengungkapkan, sebenarnya setiap orangtua punya kemampuan untuk mendisiplinkan anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang, tanpa harus marah-marah.

Flanagan mengungkapkan, salah satu kesalahan yang sering dilakukan orangtua adalah mereka kurang memiliki empati terhadap anak-anaknya. Padahal, kunci utama untuk mendisiplinkan anak dengan cinta adalah masuk ke dalam dunia anak-anak.

"Banyak orangtua yang lupa bagaimana rasanya menjadi anak kecil. Anda lupa bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak punya kekuatan apa pun, punya kehidupan yang selalu diatur setiap hari, dan kehilangan semua kesenangan karena dilarang orangtua. Kita lupa semua itu dan hanya fokus pada kesalahan anak," jelas Flanagan.

Ia menambahkan bahwa ketika orangtua tidak bisa mencari dan menemukan empati terhadap anak-anak di hati kecilnya, maka Anda melepaskan peran sebagai pemimpin keluarga. Jika ingin memimpin dan mendidik anak-anak dengan baik, maka pertama-tama Anda harus menemukan sisi anak-anak dalam diri sendiri. Bagaimana Anda bisa melakukannya?

1. Bertanya
Alih-alih mendikte anak-anak untuk melakukan sesuatu, sebaiknya bertanyalah kepada mereka. Misalnya, bertanya tentang apa yang mereka ingin lakukan, atau mengapa mereka melakukan hal yang salah. Ajak mereka duduk bersama sambil menikmati camilan atau minuman hangat. Dengarkan apa keinginan mereka, dan jika menemukan pertentangan, bicarakan dengan kepala dingin.

2. Mengingat
Sebagai orang dewasa, Anda sudah pasti pernah menjadi anak kecil. Temukan kembali memori dan sisi anak-anak dalam diri Anda. Hal ini tak berarti memori situasi yang sama, tapi pengalaman dari perasaan yang sama. Jangan mencoba lari dari perasaan ini. Ingatlah bagaimana saat itu orangtua Anda mengatasi masalah ini dan Anda bisa mencontohnya.

3. Rasakan metode pengasuhan yang Anda terapkan
Cobalah untuk mencari tahu bagaimana rasanya diasuh dengan cara asuh Anda dan pasangan. Tempatkan posisi Anda sebagai anak-anak, dan pasangan sebagai "orangtua" Anda. Lakukan beberapa kesalahan yang sering dilakukan anak dan beri hukuman sesuai aturan Anda. Dengan demikian, Anda jadi tahu bagaimana rasanya berada di posisi anak-anak Anda.

4. Bermain dengan anak
Ini adalah bagian yang sangat menyenangkan. Sibukkan diri Anda dan dekatkan diri dengan anak-anak lewat aneka permainan anak. Ingatlah bagaimana rasanya bermain bebas. Santai dan nikmati semua permainan agar bisa mengerti isi pikiran anak.

Namun, apakah semua ini berarti Anda bisa membiarkan anak-anak melakukan apa pun yang mereka inginkan? Tentu tidak, tapi ini berarti bahwa ketika Anda melarang, menetapkan batas tertentu atau sampai menghukum anak atas kesalahannya, Anda melakukannya dengan pikiran yang jernih, memahami kondisi anak, dan empati.




Andhika Setyanti
Sumber Kompas.com

02 Desember 2013

Bermain Dengan Anak

Masa anak-anak adalah masa di mana mereka belajar mengenal dunia lewat bermain. Bermain menjadi sarana sekaligus jembatan antara apa yang ada dalam alam fantasi mereka dengan apa yang (bisa) mereka wujudkan. Anak tidak melihat permainan sebagai "bermain" sebagaimana orang tua atau orang dewasa menganggap bermain adalah sesuatu yang tidak riil. Anak-anak yang lebih kecil menganggap bermain adalah sebuah realita seperti halnya orang dewasa bekerja, bersekolah, membereskan rumah, dsb. Bermain adalah dunia dimana mereka berada dan memberi makna terhadap segala sesuatu yang mereka hadapi dalam permainan itu.

Dalam acara bermain, anak-anak bisa belajar mengenali apa yang bisa mereka lakukan sendiri dan mana yang perlu bantuan orang tua. Anak-anak belajar mengukur kemampuan diri dan mengukur tantangan yang ada. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan Lewis (2000), anak-anak usia 1-6 tahun belajar mengembangkan kemampuan problem solving dari bermain; karena bermain menghadirkan berbagai konteks dan situasi yang harus mereka hadapai on the spot. Lewat bermain, anak menemukan cara-cara kreatif dan unik dalam mengatasi masalah.

Sebenarnya jika diringkas, banyak sekali manfaat bermain bagi anak, selain yang sudah disebutkan di atas. Sebuah studi yang dilakukan dalam kurun waktu bertahun-tahun menemukan anak yang ketika kecil (usia 4 tahun) gemar bermain blocks atau lego, ketika SMA memperlihatkan kemampuan matematika yang lebih tinggi.


Problem Dalam Bermain
Dewasa ini, bermain menjadi kurang bermakna dan kurang manfaatnya, dan bahkan terlalu banyak kerugiannya. Apakah yang salah dengan bermain ini ?1. Tidak jelas tujuannya Kita sering menjumpai anak-anak yang bermain just for killing time, menghabiskan waktu, entah karena kurang kegiatan atau menunggu orang tua, supir atau jemputan. Masalahnya, permainan favorit untuk killing time adalah game atau sejenisnya yang tersedia di handphone atau smartphone, ipad, dst. Ada yang baik, tapi lebih banyak yang destruktif, seperti game yang berdarah-darah, pukul-pukulan, tembak-tembakan, yang membuat pemainnya puas kalau sudah bisa membunuh sebagai solusi satu-satunya dan mendapat reward yang paling besar.

Dalam Journal of Adolescence 27 (2004) 5-22 memuat hasil penelitian dampak hostile video game terhadap remaja. Sebagai permainan yang "paling digemari" abad ini, game yang hostile ternyata membuat remaja lebih hostile, agresif dan kasar, dalam berargumentasi dengan guru/authority figure dan lebih sering terlibat perkelahian fisik serta membuat prestasi belajar memburuk. Fenomena di Indonesia dewasa ini, anak-anak kecil usia sekolah dasar bahkan TK sudah di expose oleh permainan-permainan hostile lewat game dan TV. Dengan temuan itu, dapat dibayangkan bagaimana jadinya anak-anak masa depan kita.

2. Tidak sesuai medianya dan kebutuhan anak
Kita lihat banyak beredar game yang tidak peduli kategori usia, yang penting laku keras. Padahal, permainan hostile itu untuk dewasa. Sama halnya dengan tontonan TV, meski pun itu film Popeye atau pun Mr Bean bahkan Tom and Jerry,  Sponge Bob,  Bart Simpson, film-film tersebut banyak  menayangkan plot, alur cerita, atau kejadian yang tidak cocok dikonsumsi anak-anak kecil yang dalam proses pembentukan nilai. Film-film itu sebenarnya miniatur orang dewasa, sehingga alhasil anak-anak benar-benar menjadi miniatur orang dewasa karena meniru tokoh kartun di TV yang dibuat ala pikiran (dan delinquency-nya) orang dewasa.

3. Tidak ada engagement atau keterlibatan
Kerap terjadi, anak-anak disuruh bermain dan diberi permainan agar tidak mengganggu atau merepotkan orang dewasa/orangtua. Ada orangtua yang enggan bermain dengan anak, karena sibuk, atau tidak nyambung dengan anaknya karena perbedaan dunia yang tak (mau) diselami.
Baby sitter atau mbak, tidak selalu jenis yang mau dan mampu menyelam ke dalam dunia anak, karena sebagian menganggap tugas utama adalah menjaga dan melayani dalam arti harafiah. Ketika permainan dilakukan tidak dengan hati, maka proses bermain menjadi lebih hambar. Dalam kehambaran itulah, tidak terbangun kepekaan dan empati yang sebenanarnya bisa diasah lewat bermain. Alhasil anak mudah bosan dan mudah frustrasi. Sebaliknya, dalam permainan yang engaging, akan ada diskusi dua arah yang membuka kemungkinan solusi. Bermain mobil-mobilan, polisi-polisian, pemadam kebakaran, masak-masakan, semua yang "biasa-biasa" bisa menjadi hidup dan menarik jika pemainnya terlibat secara emosi dan tentunya, fantasi. Tanpa keterlibatan jiwa raga, permainan mahal pun belum tentu mampu menghadirkan makna dan dampak yang dasyat pada anak.

Edward Fisher seorang psikolog menemukan keterkaitan antara bermain dengan perkembangan ketrampilan berbahasa. Ia menemukan bahwa bermain role play, meningkatkan kemampuan kognitif-linguistik dan sosial afektif anak. Itu sebabnya bermain dengan hati menjadi penting untuk menciptakan suasana bermain yang hidup dan menyenangkan.


Kendala Anak Untuk Bermain
Beberapa hal yang sering menjadi kendala anak dalam bermain, adalah kurangnya area bermain seperti tempat lapang dan rerumputan yang kini sangat langka terutama bagi anak-anak perkotaan. Sarana permainan yang bisa dinikmati dan dimanfaatkan publik pun hampir tidak tersedia, kecuali ke arena bermain di mall dan harus membayar. Selain persoalan di atas, ada kendala yang lebih krusial dan substansial karena kendala tersebut ada di hadapan mata dan terjadi hampir setiap hari tanpa disadari oleh para orangtua. Kendala yang bisa diistilahkan sebagai inhibitor, yakni :

1. Ketakutan orangtua
"Awas jatuh!", "Jangan, pokoknya nggak boleh naik-naik", "awas bisa tergelincir lho". Banyak ungkapan yang disuarakan orangtua ketika sedang bersama anaknya di tempat umum. Sikap orangtua yang overprotective, membuat anak kurang percaya diri dan tergantung. Kecemasan dan ketakutan orangtua terbaca oleh anak sebagai ekspresi ketidakpercayaan mereka terhadap kemampuan anak mengatasi situasi saat itu. Mekanismenya demikian, ketika orangtua tidak percaya pada anak, pada akhirnya anak meragukan dan mempertanyakan kemampuan mereka. Selanjutnya, anak akan membatasi diri sebelum mereka mengeksplorasi kemungkinan dan kesanggupan, before they reach their upper limit. Inilah yang menjadi sumber inferioritas dan rendahnya harga diri.
 
2. Nilai
Nilai yang dimiliki dan diyakini orangtua berpengaruh terhadap anak. Sebagai contoh ada seruan "anak  laki tidak boleh masa-masakan, nanti jadi  homo". Sementara konsep homo sendiri jauh dari jangkauan pikiran anak-anak yang masih innocence. "Anak perempuan kok manjat-manjat, ayo turun, kamu bukan anak laki". Sebagian orangtua menganggap mendidik anak harus keras dan anak harus dibatasi sebagaimana tradisi keluarga. Orangtua ini akan menghalangi proses eksplorasi anak terhadap dirinya dan dunia serta masa depannya.

3. Ego
"Jangan main di pantai, panas, nanti mama jadi hitam" atau "Nonton acara mama saja, lebih seru daripada nonton kartun" atau "Main sama Mbak sana, papa sedang sibuk nih, ini lebih penting soalnya!". Tanpa disadari, kebutuhan dan keinginan orangtua berlomba dengan kebutuhan anak, untuk direalisasikan.  Situasi ini sebenarnya mendudukkan orangtua menjadi kekanak-kanakan dan mendudukkan anak menjadi yang lebih tua karena akhirnya anaklah yang mengalah demi orangtua.


Apa yang akan terjadi ?
Jika dibiarkan, proses learning by doing and experiencing menjadi terhambat karena terkendala berbagai hal. Sementara, ada banyak tugas perkembangan yang harus dijalankan oleh anak-anak kita dalam rangka pengembangkan berbagai komponen yang sangat krusial bagi proses pertumbuhan, kematangan dan keberhasilan hidup mereka di masa mendatang. Komponen tersebut adalah :
  • Kemampuan survival, yakni kemampuan untuk bertahan dan keluar sebagai pemenang dalam kehidupan, mampu mengendalikan kehidupan dan tidak membiarkan diri menjadi korban keadaan.
  • Kemampuan empati, kemampuan untuk memahami keadaan, perasaan, kesulitan, keterbatasan dan kemanusiaan orang lain, sebagaimana ia memahami dirinya sendiri
  • Kemampuan mengelola emosi, yakni kemampuan mengolah perasaan, hingga mempunyai kepekaan rasa dan ketajaman intuisi
  • Kemampuan beradaptasi, kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar maupun hal-hal baru
  • Kemampuan bertumbuh, kemampuan untuk terus mencari dan melakukan pertumbuhan, untuk keluar dari rasa nyaman (comfort) untuk menemukan sesuatu yang lebih baik.
  • Kemampuan recovery dan rekonstruksi, kemampuan bangkit dari kegagalan, belajar dari kegagalan maupun memperbaiki kesalahan
  • Kemampuan mencari yang hakiki, mencari keutamaan sejati, kemampuan untuk membedakan, apa yang terutama dan utama dalam hidup ini, apa yang menjadi impian dan panggilan hidupnya kelak.
  • Kemampuan membangun nilai infrastruktur, kemampuan untuk mengadopsi dan menginternalisasi nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi dalam bersikap dan bertindak.

Solusi Bermain Dengan Asik
Sampai kapanpun, anak akan membutuhkan bermain, oleh karenanya, tantangan untuk menghadirkan permainan dan waktu bermain yang berkualitas adalah tantangan bagi orangtua modern. Solusi untuk bermain di jaman modern ini tidaklah terlalu sulit untuk dijalankan meskipun terkendala arena maupun sarana. Semua itu adalah nomer 2, yang terpenting adalah keterlibatan orangtua (dan pengasuh), hubungan yang terjalin antara orangtua dengan anak serta kreativitas orangtua atau pengasuhnya dengan anak yang diajak bermain. Pada dasarnya semua anak kreatif, namun orang dewasa kerap kehilangan kreativitas dan kehilangan minat serta daya fantasi untuk bermain mengikuti irama anak. Ada beberapa prasyarat untuk mengupayakan terjadinya permainan yang seru dan berkualitas :
  • Lepaskan keinginan "Jaga Image". Jaga image memperbesar jarak dengan anak sehingga tidak terjadi chemistry yang membuat suasana bermain menjadi hidup.
  • Lepaskan idealism dan judgment. Idealisme dan judgment membuat kita cenderung menilai segala sesuatu dan akhirnya kehilangan minat untuk bermain karena segala sesuatu diukur pakai kaca mata penilaian dan "apa kata orang lain"
  • Berusahalah.  Banyak permainan murah dan asik bisa dilakukan jika kita sebagai orang dewasa mau mengupayakannya terlebih dahulu. Misalnya, ingin bermain sambil melakukan percobaan sederhana di rumah, maka orangtua atau pendamping perlu menyiapkan bahan-bahannya, dengan dibantu oleh anak agar keterlibatan itu terbangun sejak awal. Tanpa usaha, maka permainan yang murah dan mendidik tidak akan terwujud.
  • Bergeraklah. Banyak permainan sederhana yang bisa terwujud jika kita mau bergerak. Persoalannya dewasa ini orang dewasa cenderung malas bergerak, namun lebih banyak menghabiskan waktu pada komputer, handphone maupun televisi atau smartphone lainnya.
  • Biasakanlah. Buatlah agar bermain dengan anak menjadi sebuah kebiasaan dan kebutuhan kedua belah pihak. Ikatan emosional akan terjalin dengan sendirinya ketika kita memberikan diri kita sepenuhnya sebagaimana anak-anak memberikan diri mereka sepenuhnya pada "that very moment". Ikatan itu lah yang akan membuat hubungan orangtua-anak menjadi hubungan yang terbuka dan saling menghargai, saling mengerti dan mendukung; orangtua dan anak adalah satu team. 
 
Beberapa  jenis permainan yang solutif
  • Membuat percobaan ilmiah yang sederhana, dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah. Permainan percobaan ini tidak hanya menyenangkan tapi juga mendidik.
  • Bermain  instrument musik dengan perlengkapan dapur atau benda-benda yang aman lainnya. Membuat sendiri alat music juga menyenangkan dan bisa digunakan terus menerus.
  • Bermain bowling dengan botol bekas dan bola
  • Bermain basket dengan ember digantung dan bola yang ringan
  • Bermain bulu tangkis
  • Tebak kata maupun teka-teki
  • Bermain peran seperti pemadam kebakaran, piknik ke kebun binatang, polisi penjaga pantai, polisi lalu lintas, little chef, dsb
  • Bermain lego, catur, ular tangga dan monopoli serta permainan sejenis lainnya. Kita bisa membuat sendiri ular tangga atau monopoli  dengan tantangan yang lebih menarik.
  • Treasure hunting, dengan menggambar peta sendiri dan menyembunyikan beberapa harta karun di sudut-sudut rumah.. Permainan ini bisa dimainkan secara kelompok, cocok untuk liburan atau pesta.
  • Membuat kue, yang tidak membutuhkan api dan kompor, atau dibantu orang dewasa pada saat memanggangnya
  • Art and craft dengan bahan bekas, misal kotak tissue yang tak terpakai, daun kering, dsb
  • Bercocok tanam di polybag dan memelihara tanaman maupun binatang peliharaan
  • Bermain dengan kaca pembesar untuk melihat benda-benda lebih dekat
  • Bermain lompat tali atau permainan tradisional seperti congklak, bola bekel, dsb
  • Bermain outdoor seperti berenang, sepeda, sepatu roda, skate board, hingga latihan memanjat pohon (jika masih ada pohon yang bisa dipanjat).
Banyak permainan yang bisa dilakukan, namun semua membutuhkan usaha dan kemauan terutama dari pihak orangtua atau pengasuh. satu hal yang perlu diketahui pula, bahwa pada dasarnya jika orangtua ikut berpartisipasi dalam permainan anak-anak mereka, orangtua juga akan merasakan manfaat yang besar bagi tubuh dan jiwa mereka. Bermain bagi orang dewasa juga bermanfaat untuk merevitalisasi kembali energi, mengobati stress, menumbuhkan kreativitas, harapan dan impian, mengatasi rasa kesepian dan kesedihan, serta meningkatkan daya tahan menghadapi tekanan dan kehidupan. Masih banyak manfaat bermain lainnya bagi orang dewasa. Oleh karenanya, bagi siapapun yang masih mempunyai anak kecil di rumah, bermainlah bersama agar chemistry yang terjalin membangun energy positif bagi kedua pihak dan membangun karakter anak yang lebih percaya diri dan positif. 





 
 
 
 
 
Oleh : Jacinta F. Rini 
e.psikologi.com