21 Desember 2014

PANTANG MENYERAH, DAYA JUANG DAN SEMANGAT

Awan gelap memenuhi langit, suara geledek terdengar menghiasi suasana sore ini, tetes tetes air menerpa genteng, menimbulkan suara yang meninabobokkan, membuat malas orang untuk keluar dari rumah dan melakukan aktivitasnya.
Sore begini biasanya waktumu untuk mengaji, segera kumandikan dan siap-siap untuk mengantarmu untuk mengaji, walaupun cuaca kurang bersahabat, sampai di tempat mengaji tidak nampak seorangpun anak disana. Kalau tidak hujan pasti sudah banyak anak. Bahkan aku sampai di bilang “kok nekat”. Dalam hati ku membenarkan, hanya ku jawab dengan senyuman sambil melepaskan mantel yang masih menutupi tubuhku dan kuturunkan anakku.
Nak, aku ingin mendidikmu dengan sepenuh hatiku, kulimpahkan kasih sayangku buatmu, dan aku berusaha menjadi orang tua yang baik dan bisa mendidikmu dengan cara yang benar. Hari minggu seperti inilah waktu yang bisa kucurahkan untuk memenuhi kewajibanku menghabiskan waktu bersamamu.
Hujan deras, mendung tebal disertai dengan angin bukanlah sebuah halangan bagi seseorang untuk tetap beraktivitas, tetap belajar, itulah hal yang ingin kutunjukkan padamu. Ketika ingin mencapai sebuah impian orang janganlah mudah menyerah, ketika hujan turun selama itu tidak berbahaya tetaplah pergi untuk berkarya, tetaplah pergi untuk mewarnai dunia, dan menjalankan kewajibanmu.
Menciptakan karakter seseorang yang punya daya juang yang tinggi itu memang sulit, dan butuh proses yang lama, sejak dini ingin kuperkenalkan engkau dengan sifat itu, seseorang haruslah punya daya juang yang tinggi dan kuat, hal apapun, peristiwa apapun tidak akan membuat engkau surut dari langkahmu, mundur dari jalanmu untuk menggapai hal yang kau inginkan.
Pernah beberapa waktu yang lalu, hampir seharian engkau hanya rebahan, karena kondisi sakit, tetapi pada saat jam akan mengaji, engkau minta dimandikan dan minta diantar untuk mengaji, trenyuh dan bangga hatiku mendengar cerita dari istriku akan apa yang kau lakukan. Semangat yang engkau tunjukkan untuk belajar semoga akan tetap menjadi sifatmu kelak.



Minggu 21 Desember 2014
Sumberingin Kidul Ngunut

26 Oktober 2014

PECEL KEBERSAMAAN

Tampak di depanku pasangan suami istri dan ketiga anaknya, sedang menunggu pesanan pecel, nampaknya mereka barusan saja jogging atau jalan-jalan, terlihat dari wajah mereka yang masih berkeringat dan sepatu kets yang mereka kenakan. terlihat juga seorang nenek dan cucunya yang sedang asyik melahap makanannya, sepasang suami istri, nampaknya masih temanten baru, bercengkerama sambil menanti pesanan, ada juga ibu yang sedang menggendong anaknya yang antri menunggu  gilirannya dan beberapa orang yang antri, 2 orang pemuda yang sudah selesai melahap pecelnya sekarang mereka sedang merokok. Tak lama kemudian ada 4 orang pemuda yang baru datang, begitulah suasana yang terlihat di rumah Mbok Tin yang ada di sebelah barat lapangan Desa Serut Boyolangu, meriah sekali pagi ini.
Hari libur memang digunakan oleh keluarga untuk melakukan aktivitas bersama-sama, pagi-pagi sekali mereka keluar dari rumah untuk melakukan olahraga bisa jogging, naik sepeda serta lain-lain. Ada juga yang tidak melakukan rutinitas yang biasanya dilakukan. Misalnya bagi seorang istri tidak perlu memasak dipagi harinya, akhirnya mereka sarapan diluar atau beli makanan di tempat rekreasi.
Anda bisa membayangkan, kami membeli tiga pincuk ( makanan diletakkan di daun pisang)/piring  nasi pecel, susu kedelai dan teh ditambah 1 tahu, harganya hanya Rp. 9.500. Murah bukan !!! paling tidak harga nasi pecel perpincuk/piring adalah hanya Rp. 2.500, belum susunya, tehnya, tahunya dan tentu saja makan bersama-sama dengan keluarga. Yang mahal di sini adalah kebersamaan dengan keluarga bukan harga nasi pecelnya.   
Melakukan aktivitas diluar rutinitas memang diperlukan, agar kita tidak terkungkung dengan kegiatan yang kita lakukan, itu-itu saja yang dilakukan, biar tidak bosan dan jenuh. Dan bisa melepaskan kepenatan yang sudah menumpuk.
Selamat berakhir pekan

           Kamulan Durenan

25 Oktober 2014

HARI BUAT KELUARGA DAN HOBI

Akhir pekan, weekend atau hari libur adalah hari-hari yang sangat ditunggu oleh orang-orang yang setiap hari bekerja di luar rumah, yah sebuah momen untuk mendekatkan diri dan mengakrabkan diri dengan keluarga.
Sebuah hari yang bisa untuk merecharge, merefreshkan diri dan mengendurkan urat syaraf yang tegang akibat tuntutan pekerjaan dan rutinitas yang dilakukan, dengan harapan setelah itu ketika hari kerja bisa tumbuh suatu semangat baru yang bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik.
Hal-hal sederhana yang bisa dilakukan, bagi yang sudah berkeluarga bisa mengajak anak, istri, suami berkunjung ke rumah orang tua, mertua atau mengajak mereka ke tempat wisata bisa pantai, gunung, tempat pemandian atau area permainan, intinya disini adalah menyediakan waktu untuk melakukan sebuah aktivitas bersama dengan keluarga. Bagi yang belum berkeluarga alias masih jomblo bisa melakukan aktivitas atau hobinya, atau bahkan bagi yang sudah punya pasangan kekasih bisa bertemu dengan kekasih hatinya untuk merajut mimpi-mimpi indah menata masa depan mereka.
Kebersamaan dengan keluarga dekat, dengan orang-orang yang dicintai akan menghangatkan suasana hati, mencairkan hati yang beku, rasa akrab, kegembiraan akan mengalir, paling tidak akan membuat kita dan orang-orang dekat kita bisa tersenyum dan bisa lepas dari rutinitas. Yang tidak kalah penting adalah mendekatkan diri dengan keluarga.

Selamat Tahun Baru Hijriyah

Semoga tahun ini kita bisa mengisinya lebih baik dari pada tahun kemarin, Amiien. 

16 Oktober 2014

SOPIR YANG ALIM DAN SANTUN

Senin 13 Oktober 2014...Pagi-pagi masyarakat dihebohkan dengan berita kecelakaannya Bus Harapan Jaya AG 7900 UR di Bundaran Waru, Sidoarjo, yang mengakibatkan meninggalnya 7 orang penumpangnya..berita itupun langsung merebak lewat media sosial facebook, serta lainnya, disertai dengan foto yang cukup mengerikan.
Rasa ngeri dan miris melanda diri ini, jika melihat foto kecelakaan yang diunggah oleh seseorang dimedia sosial. Para penumpang yang mati kebanyakan tertindih oleh body bus yang sempet terseret sampai dengan 100 m. Sebelumnya bus sempat menabrak dinding pembatas dan terguling. Anda bisa membayangkan bagaimana keadaan penumpang jika dalam posisi ini.
Meskipun faktor dari sopir cukup berpengaruh dalam sebuah kecelakaan, paling tidak dalam 2 perjalanan yang saya tempuh ketika dalam perjalanan ke Bali bulan yang lalu serta perjalanan pulang dari Surabaya menuju Tulungagung, saya menemukan dua orang sopir yang cukup sholeh dan cukup santun.
Pertama adalah Pak G. (inisial)  seorang sopir Bus Pariwisata, yang sudah bekerja sebagai driver atau sopir  sejak tahun 1978, berarti ketika mulai menjadi driver saya belum dilahirkan. Saya belajar hal-hal tertentu dari beliau. Bagaimana teknik menyalip dan memberikan kesempatan kepada bis yang ada dibelakang kita untuk menyalip juga. Sopir ini saya katakan alim, ada 2 hal, pertama ketika guide yang ada di Bus kami sering melontarkan kata-kata porno, beliau menyatakan ketidaksukaannya, sampai menyebut guide porno. Kedua ketiga pagi hari dalam perjalanan beliau berusaha dengan keras untuk mencapai Masjid yang ada di Kediri Tabanan Bali untuk sholat shubuh, setelah memberhentikan bis di tepi jalan beliau langsung berjalan ke masjid mengambil air wudhu dan menyegerakan sholat, demikian juga ketika sampai di Puja Mandala (disini ada 5 tempat ibadah agama-agama yang ada di Indonesia) beliau juga langsung ke masjid dan sholat terlebih dahulu.
Kedua dengan sopir Bus Harapan Jaya, namanya saya tidak tahu, cuma busnya berangkat dari terminal Bungurasih sekitar jam 2.30 sore hari, ada yang membedakan dengan sopir-sopir yang pernah saya temui dalam perjalanan saya adalah beliau mengenakan kupluk/peci berwarna hitam, dan ketika menyalip dalam perjalanan terutama dari Surabaya dan Mojokerto ketika menyalip dari sebelah kiri, beliau langsung membuka kaca disebelah kanannya dan bilang amit kepada kepada kendaraan yang disalip. Saya tahu karena saya duduk tepat dibelakangnya, bagi saya jika naik bis dan perjalanannya cukup jauh, saya akan merasa nyaman ketika duduk dibelakang sopir, karena tempatnya lebih luas, untuk tempat kaki juga longgar daripada tempat duduk yang lain. Kemudian juga setelah  mendekati Tulungagung beliau menelpon salah satu temanya untuk diajak menonton Habib Syeh yang pada saat itu Bersholawat di Stadion Rejoagung Tulungagung.
Ada banyak sopir yang ugal-ugalan tapi masih banyak juga sopir yang Alim dan Santun..

Kamulan Durenan Trenggalek,
16 Oktober 2014

 

04 Oktober 2014

Dari OB (Office Boy) Jadi VP (Vice President) .....Real Story...


Bismillahir-Rahmanir-Rahim .. Sekitar tahun 60an, ketika remaja, dengan penuh impian dan harapan, Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.
Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin, berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit.
Tanpa menunggu waktu lama Houtman segera memulai mengirimkan lamaran kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.
Sampai suatu saat Houtman mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.
Tapi Houtman tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan. Houtman percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Houtman telah membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.
Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.
Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen, yang kemudian dikenal dengan mesin photo copy. Ketika itu mesin foto kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya.
Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi.
Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun.
“bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu.
“iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab.
“Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggungjawab lo, bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras.
Akhirnya Houtman diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan.
Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.
Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar biasa heboh dan kontroversial. Tapi Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank.
19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia.
Setelah menjadi VP dia masih sering berinteraksi dengan rekan-rekannya yang masih menjadi OB. Hingga suatu saat temannya protes kepadanya, “Houtman kamu payah, kamu gak konsisten, kita nih konsisten-konsisten jadi OB” mereka tertawa bersama.
Sampai sekarang belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman Zaenal Arifin, lahir 26 juli 1950, masuk sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA. Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi banyak orang.
Iapun masih memulung. Memulung? Ya, sejak 20-an tahun lalu, setiap jelang tengah malam beliau berkeliling Jakarta mendatangi hotel-hotel untuk mengumpulkan roti-roti sisa (yang oleh pihak hotel roti tersebut tak boleh lagi dihidangkan esok hari) lalu membawanya ke penampungan-penampungan dan yayasan-yayasan anak yatim yang tersebar di berbagai wilayah.
Wallahu’alam bishshawab, .. 

02 Oktober 2014

Manusia Perlu Minum Bensin

Ibarat motor, manusia  haruslah mengisi bensin terlebih dahulu agar motor bisa berjalan, yang lain lagi ketika orang mau minum dia harus mengisi gelas terlebih dahulu sebelum menuangkannya untuk diminum.

Begitulah yang kurasakan. Bahwa manusia haruslah terus belajar untuk meningkatkan kemampuan dirinya,. Manusia tidaklah harus puas dengan apa yang dimilikinya, manusia terus bisa mengasah skillnya, meningkatkan kemampuannya, memperbanyak dan mengembangkan apa yang sudah dimilikinya..manusia tidak boleh statis, kalau tidak mau tergerus oleh zaman (terlalu sadis sepertinya..he2.)

Ada spirit luar biasa yang muncul dalam diri setelah mengikuti 2 workshop, yang pertama 1 bulan lalu di hotel Best Western Grand Palace Kemayoran Jakarta dan sekarang di Hotel Oval Surabaya.  Mudah-mudahan spirit itu bisa berkembang menjadi sebuah energi yang besar agar bisa bermanfaat dan menjadi hal-hal positif bagi orang-orang di sekeliling.  amien

2 Oktober 2014

Kamar 1002 lantai 10

Hotel Oval Surabaya

17 September 2014

Kangen Main Teplok Bulu

Rasa gatal itu merayap, melanda tangan kananku. Memang sudah 2 minggu ini aku tidak bermain badminton or bulutangkis bisa juga dinamakan dengan olahraga teplok bulu, bukan karena malas atau apa, tetapi memang ada suatu kegiatan yang mengharuskan untuk pergi ke Ibukota dan setelah itu harus pergi ke Pulau Dewata.

Meskipun bukan profesional. He2. Tetapi kegiatan ini kujadikan sebagai hobi yang menimal melakukannya 2 kali dalam seminggu. Ada banyak hal positif yang bisa didapatkan, misalnya :

Pertama dengan berolahraga badminton tubuh bisa mengeluarkan keringat sehingga tubuh akan terasa ringan dan tidak mudah lelah dalam melakukan kegiatan atau rutinitas sehari-hari dalam bekerja. Kedua sebagai sebuah selingan dari rutinitas sehari-hari yang mengharuskan bekerja di hari efektif, hari senin sampai dengan sabtu, ketiga bisa bertemu dengan teman-teman dan menambah teman dari lingkungan yang berbeda apalagi kalau ada match dengan kelompok lain, keempat selain mengeluarkan keringat yang paling penting adalah keluarnya emosi lewat teriakan-teriakan sepanjang permainan, kalau teriak ditempat kerja bisa dianggap stress dan gila tetapi kalau disini bisa dianggap wajib guna menggugah semangat dalam bertanding. He2..

Artinya setelah main badminton, bisa membuat fresh, segar, tubuh terasa ringan dan sehat..

Salam Olahraga

Kamulan 17 september 2014

21 Juli 2014

Kumpulan Ceramah Ustadz Yusuf Mansur

1.   Menangis dan Tertawa 
2.   10 Kali Lipat
3.   Pengajaran Tauhid dan Akhlak Mulia Kepada Anak
4.   Mengutamakan Allah
5.   Pohon Petai Berbicara
6.   Mendambakan Keturunan
7.   Tafsir QS An Naba
8.   Ujian dan Adzab
9.   Tahajud
10. Peristiwa Qurban
11. Pengorbanan
12. QS An Naba 8
13. Mementingkan Orang Lain
14. Meraih Surga dengan Tawadhu
15. Matematika Jodoh
16. Jangan Marah
17. Tidur
18. Allah Maha Penolong
19. Merajut Silaturohim
20. Sedekah
21. Sholat Dhuha
22. QS An Naba 11
23. Bayar Hutang
24. Kebersihan
25. Matematika Hutang
26. Sholat Tepat Waktu 
27. Tafsir Qs. An Naba 12 
28. Masalah dan Kurnia 
29. Kejujuran 
30. Matematika Jodoh 2 
31. Istiqomah 
32. Tafsir Qs An Naba 13 
33. Jangan Terpenjara Waktu 
34. Menyayangi Tetangga 
35. Sedekah di Depan 
36. Konsisten Antara Amal dan Perbuatan 
37. Tafsir Qs. An Naba 14 - 16 
38. Fasiq
39. Agama adalah Nasehat 
40. Doa Menghafal Al Qur'an 
41. Pentingnya Rasa Malu 
42. Tafsir Qs. An Naba 17 - 18 
43. Taubat 
44. Ibu 
45. Percepatan
46. Tawakal 1 
47. An Naba 
48. Kapan Pertolongan Allah Datang 
49. Nongkrong Hak Jalan 
50. Sedekah  
51. Tawakal 3 Manfaat Mudharat 
52. Tafsir An Naba 27 - 30 
53. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 1
54. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 2
55. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 3
56. Tafsir Qs. An Naba 31 - 40 
57. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 4
58. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 5
59. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 6
60. Segitiga Wisata Hati
61. Sholawat 1
62. Sholawat 2
63. Sholawat 3
64. Sholawat 4
65. Sholawat 5
66. Sholawat 6
67. Sholawat 7
68. Sholawat 8
69. Sholawat 9
70. Sholawat 10
71. Sholawat 11
72. Sholawat 12
73. Sholawat 13
74. Sholawat 14
75. Sholawat 15
76. Sholawat 16
77. Sholawat 17
78. Sholawat 18 
79. Luruskan Niat
80. Modal Doa
81. Penuhi Seruan Allah SWT
82. Kelengkapan Doa
83. The Art of Doa
84. Doakan Orang Lain dan Amal Sholeh
85. Berkah Ridho dan Doa Orang Tua
86. Keluarga
87. Visi dan Misi
88. 7 Prinsip Pengusaha
89. Delapan Prinsip Jadi Pengusaha 1
90. Delapan Prinsip Pengusaha 2
91. Review Doa
92. Asmaul Husna
93. Delapan Prinsip Pengusaha 3
94. Delapan Prinsip Pengusaha 4
95. Delapan Prinsip Pengusaha 5
96. Delapan Prinsip Pengusaha 6
97. Delapan Prinsip Pengusaha 7
98. Olahraga
99. Mendidik Anak
100. Dengan Berdzikir Mendorong Gerobak
101. Mengisi Waktu
102. Murotal
103. Penghalang Rejeki
104. Penghalang Rejeki 2
105. Penghalang Rejeki 3
106. Penghalang Rejeki 4
107. Penghalang Rejeki 5
108. Corporate Recovery
109. Semudah Membagi Permen
110. Doa Ibu Sebagai Obat
111. Pindah Quadran
112. Pindah Quadran Introspeksi
113. Cara Pindah Quadran
114. Quantum Changing 1
115. Quantum Changing 2
116. Quantum Changing 3
117. Quantum Changing 4
118. Goal
119. Amalan Harian Asas
120. Amalan Harian yang di buang Emasnya
121. Amalan Harian Asas 2
122. Amalan Harian Istighfar
123. Amalan Harian Allahumma Antasalam
124. Amalan Harian Allahumma Ajirna Minannar
125. Amalan Harian Wahdahu LaSarikalah
126. Amalan Harian Wahdahu LaSarikalah 2
127. Amalan Harian
128. Amalan Harian
129. Amalan Harian Wasiat Rasulullah Kepada Muadz
130. Amalan Harian Alhamdulillah Allahu Akbar 

01 Juli 2014

Menjadi Orang yang Bisa Menentukan Pilihan dan Menjadi Pemimpin

Untuk menguasai semua ilmu pengetahuan, proses belajar memang sangat menentukan. Walau sebenarnya sepintar apapun setiap orang pasti ada kelemahan atau kekurangan yang dimilikinya. Namun cara belajar efektif paling mudah sangat diperlukan. agar nantinya dapat memberikan hasil yang sangat maksimal. Apalagi bagi para pelajar, mahasiswa maupun semua orang yang sedang dalam proses belajar secara keseluruhan.

Penerapan belajar yang tepat sangat dibutuhkan, karena itu merupakan syarat utama untuk dapat meraih prestasi terbaik yang didambakan. Jadi, mulai sekarang, berusahalah untuk menerapkan belajar efektif dalam keseharian anda. Agar semuanya bisa berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Cara belajar efektif memang membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan yang serius.

Hal ini memang perlu dilakukan karena memang dalam segala hal keseriusan sangat menentukan. untuk apa kalau metode belajarnya sudah tepat, tetapi dijalani dengan mau – mau sendiri. Keberhasilan tiap orang di masa mendatang, terletak pada bagaimana Anda mau menjalankan usaha yang Anda rintis pada masa sekarang, Seberapa besar kemauan Anda untuk menjadi sukses nantinya.

Jadi sekali lagi, sebuah impian besar pasti mampu diwujudkan asalkan direncanakan dan dijalankan dengan penuh ambisi, kemauan dan keseriusan seta tanggung jawab yang besar. Seberapa bertanggung jawabkah Anda? hanya Anda yang bisa menilai diri Anda sendiri. Entah dari komentar teman atau memang Anda adalah salah seorang yang peka terhadap diri Anda.

Tanggung jawab bukan saja untuk pria ataupun wanita. Dalam hal ini memang perlu dilatih untuk semua orang dari anak kecil, remaja, sampai dewasa. Dari bertanggung jawab akan pekerjaan rumah, tugas sekolah sampai pekerjaan dan tanggung jawab Anda akan tugas kantor. Banyak cara yang bisa Anda lakukan dalam mencapai semua itu. Oleh karena itu sekali lagi jangan pernah malu untuk belajar selagi sempat dan bisa.

Mulailah dari diri sendiri dan dari hal yang paling mudah dilakukan. Jadilah orang yang bisa menentukan pilihan, jadilah seorang pemimpin untuk diri sendiri. Setelah Anda mampu memimpin diri sendiri niscaya Anda akan mampu untuk memimpin orang lain. Biasakan diri untuk mampu menentukan sikap. Seperti contoh tau benar dan mana yang salah. Tentukan pilihan. Jadilah pribadi yang dewasa sedari sekarang!



Diambil dari belajarus.com