29 Januari 2015

BERMAIN BERSAMA OMBAK (EDISI PANTAI PASIR PUTIH WATULIMO)


KERAS DILAWAN LUNAK
Masih dihari yang sama hari jumat, 2 Januari 2015, setelah berlalu dari Pantai Damas, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Pantai Pasir Putih, sayang waktu disana sudah agak siang sekitar jam 8.30an, sehinga kami harus membayar restribusi sebesar 22 ribu untuk masuk, kalau tiba disana  agak pagi, besar kemungkinan akan gratis, karena penjaganya belum datang. He2, sebelum kepantai pasir putih kusempatkan dulu untuk menyisir pantai Karanggongso, kalau ingin menikmati keindahan pantai lebih lama, disini ada 2 penginapan yang bisa di sewa untuk digunakan bermalam, harganya mulai 75 ribu – 250 ribu permalam, selain disini juga ada hotel letaknya di dekat Pantai Prigi, setelah puas menyisir, kemudian berbalik arah ke Pantai Pasir Putih, pantai ini adalah pantai kesukaanku, disinilah tempat yang aku anggap paling cocok untuk memuaskan hobi berenang, karena pantainya landai dan tidak berbahaya kalau agak ketengah. Dan cocok juga buat perenang-perenang pemula dan bermain ombak. He2. Saya bisa mengatakan begitu karena sekitar 50 - 100 meter dari bibir pantai, lautnya tidak dalam, sehingga tidak terlalu berbahaya untuk berenang.
Ke pantai tanpa mandi atau berenang, rasanya kurang afdol, kepantai kalau tidak bermain dengan ombak, sama saja dengan tidak kepantai, itu menurut saya,. Bermain dengan ombak adalah sesuatu yang amat menyenangkan, karena kita bisa melepas kepenatan akibat kegiatan yang itu-itu saja. Biasanya saya merasa puas setelah 2 jam bermain dengan ombak. Saya senang mengikuti ayunan ombak yang datang, apalagi ombak yang besar, wooow i like it. Kalau kita menentang atau menghadang ombak kita akan mudah lelah dan capek, sama ibaratnya keras dilawan keras dan itu memerlukan energi yang besar, tetapi kalau keras dilawan lunak, maka kita akan bertahan lama karena tidak memerlukan energi yang besar, kita tinggal mengikuti ayunan gelombang air laut atau ombak yang naik dan turun, tidak menentang, tidak menghadang,. Itulah cara saya bermain dengan ombak.
Sempat diingatkan oleh istriku untuk tidak berenang atau bermain-main terlalu ketengah, karena 3 tahunan yang lalu pernah hampir mati (nanti akan ada episode tersendiri tentang ini he2, alhamdulillah karena pertolongan dari Alloh, masih hidup sampai sekarang), tetapi ya, karena kesukaan bermain dilaut membuat aku melupakan itu, semula hanya bermain di pinggir-pinggir saja lama kelamaan akhirnya agak ke tengah juga, bahkan anakku februari ini akan berumur 4 tahun senang bermain dengan air, (saya pikir memang tidak ada anak yang tidak senang bermain dengan air), dan malah mengajak agak ketengah, tubuhnya kupegang dari belakang dan tanganku melingkar diperutnya, ketika ada ombak datang, kuhentakkan kakiku menyesuaikan dengan tinggi ombak yang datang, mengikuti alunannya. Senang, itu terlihat dari wajahnya yang berbinar, dan ketika kuajak menepi dia tidak mau. Ada juga beberapa orang yang menyewa ban untuk digunakan bermain-main, tetapi aku lebih suka untuk tidak menggunakannya. Itu caraku menikmati bermain ombak pantai, bagaimana caramu ??.  
  
Durenan, 29 Januari 2015

26 Januari 2015

BERMAIN BERSAMA OMBAK (EDISI PANTAI CENGKRONG DAN PANTAI DAMAS)

Jumat 2 Januari 2015, menjelang liburan terakhir anak-anak sekolah, setelah hampir 2 minggu mereka melakukan aktivitas yang berbeda-beda, ada yang pergi ke gunung, pantai, rumah kakek nenek mereka dan ketempat-tempat kesukaan mereka. Tapi bagiku hampir sama di tengah liburan tetap saja bekerja. Karena memang itu yang harus dilakukan. Tapi Alhamdulillah meskipun begitu tetapi masih bisa menikmati liburannya anak-anak sekolah. Masih ada hari natal, waktu cuti bersama, minggu dan juga tahun baru. Alhamdulillah dua minggu ini bisa memanfaatkannya dengan baik.
Sengaja kuajak keluarga kecilku serta 2 keponakanku untuk kepantai yang ada diwilayah selatan Pantai Jawa, untuk mengagumi dan menikmati, mensyukuri ciptaan-Nya serta memenuhi janji kepada istri untuk mengajak liburan ke pantai. Maka pagi itu pergilah kami ke Pantai Damas, Cengkrong, Karanggongso dan terakhir di Pantai Pasir Putih Watulimo Trenggalek.
Ada hal yang berbeda yang bisa ditemui, terutama sejak dibuat jalur lintas selatan, pertama, pantai yang terkenal dan sering dikunjungi dulu adalah Pantai Prigi dan Pasir Putih juga Damas, sejak beberapa tahun terakhir ini muncul Pantai Cengkrong disertai dengan Wisata Mangrove dengan jembatan galaunya kata Kak Edi salah seorang yang aku temui disana dan asli dari Watulimo, dia mengatakan kalau banyak murid-muridnya dari MTs-nya  yang sering datang ke Jembatan galau ini, Jembatan ini terbuat dari kayu yang membelah dan mengitari tanaman mangrove sehingga kita bisa dekat sekali dengan pohonnya dan ada beberapa pos yang bisa kita singgahi untuk membuka bekal atau sekedar beristirahat sebentar, serta ada sungai yang mengalir ke laut yang dilintasi jembatan mangrove. hal ini yang menjadi pembeda dengan pantai lainnya dan disini juga ada jembatan besar yang berada didekat pantai, banyak orang-orang yang berhenti untuk menikmati keindahan dan juga sekedar mengambil gambar. Untuk tiket masuknya ke Pantai ini Rp. 8.000,-, tetapi kalau datang pagi-pagi sekali maka bebas biaya masuknya, tinggal uang untuk parkir di Taman Mangrove.
Kedua adalah semakin dekat jarak yang harus kita tempuh untuk menuju Pantai Damas, kalau dulu misalnya kita harus menempuh jarak kurang lebih 5 – 10 km, kita bisa menempuhnya separuh jalan sekitar 2 – 5 km, lebih pendek memang karena kita tidak perlu memutar, hal ini bisa ditempuh melewati jembatan yang ada di Pantai Cengkrong, sekitar 500 m kita akan memasuki jalan yang tidak beraspal, di kanan dan di kiri dapat kita jumpai pohon-pohon khas daerah pantai, istriku meminta untuk kembali dan berbalik arah, karena takut tersesat, tetapi karena jiwa adventurirku (he2) atau petualanganku, aku yakin kalau ini adalah jalan singkat untuk menuju Pantai Damas, walaupun ada sedikit grundelan dari istri ku tetap jalan terus, kurang lebih 1 km kemudian kami menemui jalan yang menanjak agak berbatu sekitar 40 – 60 derajat kemiringannya,(bagi yang tidak terbiasa dengan jalan model seperti ini harus hati-hati) setelah itu kita akan menjumpai pertigaan jalan yang beraspal, ambillah jalan kekiri yang akan menuju Pantai Damas, kalau kekanan berarti akan kembali lagi ke jalan sebelum Pantai Cengkrong.  

24 Desember 2014

TAJUK RENCANA, KOLOM, ARTIKEL, POJOK

Tajuk rencana

Sebagai terjemahan editorial biasanya ditulis oleh pemimpin redaksi surat kabar bersangkutan. Dia menjadi suara resmi surat kebar tersebut.

Sebagai suara resmi surat kabar atau majalah bersangkutan, tajuk rencana juga dianggap merupakan sikap atau pandangan surat kebar dan majalah terhadap suatu berita atau peristiwa, kejadian, fakta, gagasan, dan opini, yang berkembangan ditengah masyarakat.

Karena berita dianggap bebas dari pendapat atau pikiran-pikiran subjektif, surat kabar dan majalah merasa baginya perlu ada ruang menyatakan jati dirinya, citra medianya, dan kerpribadian surat kabar dan majalahnya. Melalui tajuk rencana, surat kabar dan majalah memberi ulasan terhadap berita-berita yang bermunculan setiap hari dengan cara memberikan klarifikasi, menjelaskan latar belakang, menerangkan masa depan berita, merenungkan dan menitipkan pesan-pesan moral pula didalamnya.

Di inggris, tajuk rencana ini disebut editorial, yang berasal dari kata edit, secara harfiah, edit berarti membaca dan memperbaiki naskah, mempersiapkan naskah. Dalam dunia perfilman itu menggunting-gunting pitaseluloid hasil opname yang belum teratur sesuai dengan urutan cerita yang diberi nomer shooting seperti yag di tulis dalam skenario. Proses pekerjaan itu disebut editing. Maksudnya adalah diperiksa untuk digunting lalu diatur supaya susunannya baik.

Lalu dari kata editorial yang di Indonesiakan menjadi “tajuk rencana” atau “induk karangan” yang berfungsi sebagai mahkotannya karangan atau tulisan yang berisi ulasan, pemikiran, pandangan, surat kabar mengenai suatu fakta, kejadian, atau opini yang berkembang dalam masyarakat.

Tajuk rencana selalu menampilkan warna yang sama yakni kritis. Cara penyampaian pendapat dan nadanya macam-macam. Terkadang seperti bernada menggurui, mendakwah, memberi perenungan, teoritis, menyerang, menyalahkan, menghardik, mencela, menegur, pesimis, sinis. Terkadang juga bersifat mendukung, membujuk, informatif dan menghibur dengan kata-kata bijak.

Berikut contoh tajuk rencana

Topik

Sidang tahunan MPR hari pertama diwarnai aksi dorong mendorong dan adu jotos antar anggota Majelis berkaitan dengan adanya keinginan keras dari sekelompok orang untuk membentuk fraksi utusan daerah di majelis itu.

Media Indonesia

Menghardik :

Calon-calon negarawan itu, mestinya tokoh-tokoh pilihan dalam menghadapi perbedaan pendapat. Orang-orang terbaik dalam mengelola berbagai persoalan. Karena syarat-syarat itu tidak dimiliki, anggota parlemen yang baku hantam, sebaiknya tinggalkan Gedung DPR/MPR itu sebab semakin lama anda berada di sana, akan semakin banyak noda demokrasi yang ditumpahkan. Demokrasi memang bukan perkara sederhana. Selain harus piawai berdiplomasi juga perlu toleransi dan kerendahan hati. Mereka yang hobi berkelahi silahkan jadi centeng lokalisasi.

Tempo

Perenungan :

Aksi tawuranitu juga melecehkan hati nurani. Saat ini, masyarakat Indonesia sangat trauma dengan begitu banyaknya kekerasan. Kita juga mengampanyekan bahwa kekerasan bukanlah penyelesaian masalah. Kekerasan bukanlah penyelesaian masalah. Kekerasan hanya melahirkan kekerasan yang akhirnya membawa kehancuran. Dengan hati-hati kita mengajarkan kepada anak kita pentingnya masalah dengan dialog, bukan dengan kekerasan. Namun apa yang kita saksikan di TV telah melecehkan semua ajaran itu.

Kita berharap setiap wakil rakyat yang bersidang itu sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Mereka telah memberi teladan yang sama sekali tak patut dicontoh. Mereka harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Contoh lain

Tema : Bencana dan Musibah Silih Berganti

Teoritis

Kita bedakan bencana dan musibah. Bencana menunjukkan musibah yang disebabkan oleh alam. Musibah memiliki unsur bencana namun manusia sebagai faktor penyebabnya, keduanya menyebabkan duka cita.

Menggurui

Setiap musibah dan bencana menuntut penanganan para korban, baik yang tewas, luka maupun selamat secapat mungkin. Selanjutnya diperiksa dan diselidiki latar belakanh dan penyebabnya. Diambil pelajarannya untuk mencegah kecelakaan berikutnya. Dari setiap musibah dan bencana, diambil pengalaman dan pelajarannya.

Dakwah

Kita bukan saja harus menerima dan memperbaiki, tetapi juga menangkap makna musibah yang senantiasa membawa serta ujian hidup. Dalam bahasa daerah (jawa, misalnya) ada ungkapan tanggap ing sasmito, yaitu tanggap akan isyarat dari “langit”. Bukan dalam konteks “klenik” ungkapan itu kita tangkap, melainkan dalam sikap, keterbukaan dan keredahan hati orang beriman.

Meski penyampaiannya berbeda tetapi bahasanya selalu luas, tidak bertele-tel, ringkas, padat serta selalu menyangkut hal yang serius dan kurang humoris.

Kolom

Biasanya ditulis dengan gaya yang sangat ringa atau enteg dan diselingi humor humor segar, walaupun masalahnya sangat serius (politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, keamanan, pendidikan, bencana, kecelakaan, kriminalitas, gaya hidup dsb).

Perbedaan kolom dengan tajuk rencana tidak terletak pada tema atau topik yang dipilih, tetapi lebih pada cara penyampaiannya. Bila tajuk rencana disampikan dengan cara yang sangat serius, kolom bisa lewat secara melanggang santai dengan humor-humor segar. Tajuk rencana harus logis, rasional, atau masuk akal, sedangkan kolom bisa memainkan kata-kata berupa parodi yang sedikit nyeleneh.

Kalau tajuk rencana bisa menggugat, menegur, berdakwah, menngurui, menasehati, memprotes, kolom juga bisa melakukan itu, yaitu lantang dan menyampaikan kritik sosial. Perbedaanya adalah tajuk rencana menyampaikannya dengan cara resmi, logis, argumentatif, teoritis sedangkan kolom menyampaikan dengan gaya yang ringan. Kolom bisa menyampaikan gagasan dengan seloroh, namun sangat menggelitik atau bisa mencela dan menyindir dengan pedas, tetapi tak ada yang tersinggung atau merasa diremehkan.

Penulis kolom bisa berasal dari wartawan koran bersangkutan atau dari luar. Penulis kolom dari luar secara teratur mengirim tulisannya, bisa harian, mingguan, dwi mingguan atau bulanan. Misalnya Mahbub Junaridi (Mantan Ketua Umum NU), Romo JB Mangunjaya (Pastor, Arsitek, Sastrawan), Umar Kayam (guru besar UGM, sastrawan, pejabat), Ada juga yang tergolong serius seperti Ahmad Sobari, Sinansari Ecip, Harmoko Mantan menteri penerangan dengan coofe morningnya, Gunawan Mohammad dengan Capingnya pada Tempo.

Artikel Spesial

Artikel ditulis sepenuhnya atas inisiatif para penulis dari orang luar, banyak juga yang menyebutnya dengan artikel opini. Artikel ini merupakan sumbangan artikel dengan topik-topik spesial. Maksudnya adalah spesial bidang keahliannya.

Ada penulis yang khusus menulis masalah ekonomi karena ia merupakan ekonom, lalu untuk masalah politik ditulis oleh politikus atau pakar politik, masalah hukum ditulis oleh ahli hukum (pengacara, jaksa, hakim), masalah budaya ditulis oleh budayawan, masalah teknologi ditulis oleh sar jana teknologi, masalah agama ditulis oleh ulama atau sarjana teologi, demikian seterusnya.

Jenis tulisan yang paling banyak menyita ruang pendapat ialah artikel spesial ini, artikel jenis ini pula dipakai yang dipakai para intelektual bangsa Indonesia tempo dulu sebagai alat perjuangan sehingga pers Indonesia disebut sebagai pers perjuangan.

Misal Cipto mangunkusumo dikenal sebagai pendiri kantor berita Indonesish press di Belanda juga pemimpin redaksi De Beweging dan Persatuan Hindia. Dr. Wahidin memimpin Guru Desa dan Retnodoemilah. Agus Salim dan juga HOS Cokroaminoto dengan Neratja Jakarta dan Oetoesan Hindia. Cita-cita dan pikiran mengenai Indonesia merdeka yang dengan lantang disampaikan Soekarno melalui surat kabar menyebabkan ia dipenjara di Sukamiskin dan Digul

Artikel ini sepenuhnya di tulis atas inisiatif para penulis dari “orang luar”. Banyak yang menyebutnya dengan artikel opini. Artikel ini merupakan sumbangan artikel dengan topik-topik spesial. Maksudnya adalah spesial bidang keahlian penulisnya.

Ada penulis yang khusus menulis masalah ekonomi karena merupakan ekonom, lalu masalah politik ditulis oleh politikus atau pakar politik, masalah hukum ditulis oleh ahli hukum (pengacara, jaksa, hakim), masalah budaya di tulis oleh budayawan, masalah teknologi di tulis oleh sarjana teknologi, masalah agama di tulis oleh ulama dll.

Seperti tajuk rencana, artikel spesial ini juga selalu berkaitan dengan berita yang sedang hanga dibicarakan. Artikel spesial muncul sebagai forum pernyataan pendapat pikiran mengenai fakta, wacana, opini, kritik, saluran aspirasi kaum cendekiawan mengenai berbagai hal. Di tinjau dari segi penulisan, artikel ini juga argumentatif, teoritis dan juga berisi pesan-pesan moral. Tak jarang juga bersifat ilmiah, namun disampaikan dengan gaya sangat populer.

Dalam artikel ini juga ada interpretasi. Seperti tajuk rencana, interpretasi dan opini dalam artikel khusus ini didukung dengan argumen keahlian atau bidang ilmunya sehingga pembaca dapat memahami makna atau arti berita. Kalau tajuk rencana merupakan suara resmi surat kabar/majalah, artikel spesial sepenuhnya melekat pada diri penulisnya. Penerbit tidak akan menyembunyikan nama jelas penulisnya. Bahkan kecenderungan yang ada belakangan adalah harus pula disertai identitas, profesi, keahlian atau jabatan penulisnya.

Jadi prinsip dasarnya artikel spesial tidak berbeda dengan tajuk rencana. Hanya saja tajuk rencana harus lebih singkat atau pendek, sedangkan artikel spesial bisa lebih panjang seperti seperti kolom. Kalau kolom disampaikan dengan gaya yang enteng, humoris, parodi, artikel spesial biasanya cenderung serius. Karena masalahnya sangat serius, artikel spesial ini jarang memakai unsur humor, parodi. Walau itu sebenarnya juga dimungkinkan selama masih dalam batasan yang dimungkinkan dan tidak berlebihan.

Pojok

Seperti halnya kolom, pojok juga memanfaatkan elemen humor untuk menyampaikan kritik, protes, teguran, komentar, interpretasi terhadap fakta dengan kalimat singkat. kritik, protes, teguran, komentar, interpretasi yang disampaikan dalam bentuk kalimat singkat itu selalu bermaksud mengundang tawa, menggelitik atau setidaknya akan membuat pembaca mengangguk-angguk sambil tersenyum.

Untuk itu pojok sering dimunculkan dalam bentuk ungkapan, tamsilan, anekdot, istilah, atau kata-kata bijak yang kocak. Walau singkat, pojok bisa membuat orang tersindir, terusik bahkan sangat tersinggung dan sakit hati jika melampaui batas etika dan moral.

Kolom di tulis oleh orang luar yang secara rutin mengisi ruangan yang disediakan redaksi, sedangkan pojok biasanya diisi oleh orang dalam sendiri. Sepintas sering terasa seperti menggosip ini dan itu. Kadang langsung di tunjuk hidung, menyerang, dan suka terjerumus pada ucapan-ucapan yang sarkastis sehingga yang disentil merasa tidak enak.

Karena gayanya yang diluar kebiasaan atau keluar akal sehat, tulisan singkat ini ditempatkan di pojok-pojok halaman surat kabar. Bahkan ada juga surat kabar yang menempatkannya dihalaman depan

Contoh pojok

Saat sidang istemewa MPR untuk menurunkan Presiden langsung

Pojok harian (sore) terbit “sudut ki Haji”

+ 51 persen keluarga di Indonesia tergolong miskin

- dan banyak yang kaya, masuk golongan miskin normal

+ Suhu politik naik, harga-harga membumbung

- Gejala bakal ada pemimpin turun

Kalimat pertama biasanya diambil dari isi ringkas berita (fakta). Kalimat kedua yang di tulis dengan huruf italic itu merupakan komentar si pembuat pojok.

















Diambil dari Jurnalistik Karya Sedia Willing Barus.

21 Desember 2014

PANTANG MENYERAH, DAYA JUANG DAN SEMANGAT

Awan gelap memenuhi langit, suara geledek terdengar menghiasi suasana sore ini, tetes tetes air menerpa genteng, menimbulkan suara yang meninabobokkan, membuat malas orang untuk keluar dari rumah dan melakukan aktivitasnya.
Sore begini biasanya waktumu untuk mengaji, segera kumandikan dan siap-siap untuk mengantarmu untuk mengaji, walaupun cuaca kurang bersahabat, sampai di tempat mengaji tidak nampak seorangpun anak disana. Kalau tidak hujan pasti sudah banyak anak. Bahkan aku sampai di bilang “kok nekat”. Dalam hati ku membenarkan, hanya ku jawab dengan senyuman sambil melepaskan mantel yang masih menutupi tubuhku dan kuturunkan anakku.
Nak, aku ingin mendidikmu dengan sepenuh hatiku, kulimpahkan kasih sayangku buatmu, dan aku berusaha menjadi orang tua yang baik dan bisa mendidikmu dengan cara yang benar. Hari minggu seperti inilah waktu yang bisa kucurahkan untuk memenuhi kewajibanku menghabiskan waktu bersamamu.
Hujan deras, mendung tebal disertai dengan angin bukanlah sebuah halangan bagi seseorang untuk tetap beraktivitas, tetap belajar, itulah hal yang ingin kutunjukkan padamu. Ketika ingin mencapai sebuah impian orang janganlah mudah menyerah, ketika hujan turun selama itu tidak berbahaya tetaplah pergi untuk berkarya, tetaplah pergi untuk mewarnai dunia, dan menjalankan kewajibanmu.
Menciptakan karakter seseorang yang punya daya juang yang tinggi itu memang sulit, dan butuh proses yang lama, sejak dini ingin kuperkenalkan engkau dengan sifat itu, seseorang haruslah punya daya juang yang tinggi dan kuat, hal apapun, peristiwa apapun tidak akan membuat engkau surut dari langkahmu, mundur dari jalanmu untuk menggapai hal yang kau inginkan.
Pernah beberapa waktu yang lalu, hampir seharian engkau hanya rebahan, karena kondisi sakit, tetapi pada saat jam akan mengaji, engkau minta dimandikan dan minta diantar untuk mengaji, trenyuh dan bangga hatiku mendengar cerita dari istriku akan apa yang kau lakukan. Semangat yang engkau tunjukkan untuk belajar semoga akan tetap menjadi sifatmu kelak.



Minggu 21 Desember 2014
Sumberingin Kidul Ngunut

26 Oktober 2014

PECEL KEBERSAMAAN

Tampak di depanku pasangan suami istri dan ketiga anaknya, sedang menunggu pesanan pecel, nampaknya mereka barusan saja jogging atau jalan-jalan, terlihat dari wajah mereka yang masih berkeringat dan sepatu kets yang mereka kenakan. terlihat juga seorang nenek dan cucunya yang sedang asyik melahap makanannya, sepasang suami istri, nampaknya masih temanten baru, bercengkerama sambil menanti pesanan, ada juga ibu yang sedang menggendong anaknya yang antri menunggu  gilirannya dan beberapa orang yang antri, 2 orang pemuda yang sudah selesai melahap pecelnya sekarang mereka sedang merokok. Tak lama kemudian ada 4 orang pemuda yang baru datang, begitulah suasana yang terlihat di rumah Mbok Tin yang ada di sebelah barat lapangan Desa Serut Boyolangu, meriah sekali pagi ini.
Hari libur memang digunakan oleh keluarga untuk melakukan aktivitas bersama-sama, pagi-pagi sekali mereka keluar dari rumah untuk melakukan olahraga bisa jogging, naik sepeda serta lain-lain. Ada juga yang tidak melakukan rutinitas yang biasanya dilakukan. Misalnya bagi seorang istri tidak perlu memasak dipagi harinya, akhirnya mereka sarapan diluar atau beli makanan di tempat rekreasi.
Anda bisa membayangkan, kami membeli tiga pincuk ( makanan diletakkan di daun pisang)/piring  nasi pecel, susu kedelai dan teh ditambah 1 tahu, harganya hanya Rp. 9.500. Murah bukan !!! paling tidak harga nasi pecel perpincuk/piring adalah hanya Rp. 2.500, belum susunya, tehnya, tahunya dan tentu saja makan bersama-sama dengan keluarga. Yang mahal di sini adalah kebersamaan dengan keluarga bukan harga nasi pecelnya.   
Melakukan aktivitas diluar rutinitas memang diperlukan, agar kita tidak terkungkung dengan kegiatan yang kita lakukan, itu-itu saja yang dilakukan, biar tidak bosan dan jenuh. Dan bisa melepaskan kepenatan yang sudah menumpuk.
Selamat berakhir pekan

           Kamulan Durenan

25 Oktober 2014

HARI BUAT KELUARGA DAN HOBI

Akhir pekan, weekend atau hari libur adalah hari-hari yang sangat ditunggu oleh orang-orang yang setiap hari bekerja di luar rumah, yah sebuah momen untuk mendekatkan diri dan mengakrabkan diri dengan keluarga.
Sebuah hari yang bisa untuk merecharge, merefreshkan diri dan mengendurkan urat syaraf yang tegang akibat tuntutan pekerjaan dan rutinitas yang dilakukan, dengan harapan setelah itu ketika hari kerja bisa tumbuh suatu semangat baru yang bisa menghasilkan karya-karya yang lebih baik.
Hal-hal sederhana yang bisa dilakukan, bagi yang sudah berkeluarga bisa mengajak anak, istri, suami berkunjung ke rumah orang tua, mertua atau mengajak mereka ke tempat wisata bisa pantai, gunung, tempat pemandian atau area permainan, intinya disini adalah menyediakan waktu untuk melakukan sebuah aktivitas bersama dengan keluarga. Bagi yang belum berkeluarga alias masih jomblo bisa melakukan aktivitas atau hobinya, atau bahkan bagi yang sudah punya pasangan kekasih bisa bertemu dengan kekasih hatinya untuk merajut mimpi-mimpi indah menata masa depan mereka.
Kebersamaan dengan keluarga dekat, dengan orang-orang yang dicintai akan menghangatkan suasana hati, mencairkan hati yang beku, rasa akrab, kegembiraan akan mengalir, paling tidak akan membuat kita dan orang-orang dekat kita bisa tersenyum dan bisa lepas dari rutinitas. Yang tidak kalah penting adalah mendekatkan diri dengan keluarga.

Selamat Tahun Baru Hijriyah

Semoga tahun ini kita bisa mengisinya lebih baik dari pada tahun kemarin, Amiien. 

16 Oktober 2014

SOPIR YANG ALIM DAN SANTUN

Senin 13 Oktober 2014...Pagi-pagi masyarakat dihebohkan dengan berita kecelakaannya Bus Harapan Jaya AG 7900 UR di Bundaran Waru, Sidoarjo, yang mengakibatkan meninggalnya 7 orang penumpangnya..berita itupun langsung merebak lewat media sosial facebook, serta lainnya, disertai dengan foto yang cukup mengerikan.
Rasa ngeri dan miris melanda diri ini, jika melihat foto kecelakaan yang diunggah oleh seseorang dimedia sosial. Para penumpang yang mati kebanyakan tertindih oleh body bus yang sempet terseret sampai dengan 100 m. Sebelumnya bus sempat menabrak dinding pembatas dan terguling. Anda bisa membayangkan bagaimana keadaan penumpang jika dalam posisi ini.
Meskipun faktor dari sopir cukup berpengaruh dalam sebuah kecelakaan, paling tidak dalam 2 perjalanan yang saya tempuh ketika dalam perjalanan ke Bali bulan yang lalu serta perjalanan pulang dari Surabaya menuju Tulungagung, saya menemukan dua orang sopir yang cukup sholeh dan cukup santun.
Pertama adalah Pak G. (inisial)  seorang sopir Bus Pariwisata, yang sudah bekerja sebagai driver atau sopir  sejak tahun 1978, berarti ketika mulai menjadi driver saya belum dilahirkan. Saya belajar hal-hal tertentu dari beliau. Bagaimana teknik menyalip dan memberikan kesempatan kepada bis yang ada dibelakang kita untuk menyalip juga. Sopir ini saya katakan alim, ada 2 hal, pertama ketika guide yang ada di Bus kami sering melontarkan kata-kata porno, beliau menyatakan ketidaksukaannya, sampai menyebut guide porno. Kedua ketiga pagi hari dalam perjalanan beliau berusaha dengan keras untuk mencapai Masjid yang ada di Kediri Tabanan Bali untuk sholat shubuh, setelah memberhentikan bis di tepi jalan beliau langsung berjalan ke masjid mengambil air wudhu dan menyegerakan sholat, demikian juga ketika sampai di Puja Mandala (disini ada 5 tempat ibadah agama-agama yang ada di Indonesia) beliau juga langsung ke masjid dan sholat terlebih dahulu.
Kedua dengan sopir Bus Harapan Jaya, namanya saya tidak tahu, cuma busnya berangkat dari terminal Bungurasih sekitar jam 2.30 sore hari, ada yang membedakan dengan sopir-sopir yang pernah saya temui dalam perjalanan saya adalah beliau mengenakan kupluk/peci berwarna hitam, dan ketika menyalip dalam perjalanan terutama dari Surabaya dan Mojokerto ketika menyalip dari sebelah kiri, beliau langsung membuka kaca disebelah kanannya dan bilang amit kepada kepada kendaraan yang disalip. Saya tahu karena saya duduk tepat dibelakangnya, bagi saya jika naik bis dan perjalanannya cukup jauh, saya akan merasa nyaman ketika duduk dibelakang sopir, karena tempatnya lebih luas, untuk tempat kaki juga longgar daripada tempat duduk yang lain. Kemudian juga setelah  mendekati Tulungagung beliau menelpon salah satu temanya untuk diajak menonton Habib Syeh yang pada saat itu Bersholawat di Stadion Rejoagung Tulungagung.
Ada banyak sopir yang ugal-ugalan tapi masih banyak juga sopir yang Alim dan Santun..

Kamulan Durenan Trenggalek,
16 Oktober 2014

 

04 Oktober 2014

Dari OB (Office Boy) Jadi VP (Vice President) .....Real Story...


Bismillahir-Rahmanir-Rahim .. Sekitar tahun 60an, ketika remaja, dengan penuh impian dan harapan, Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.
Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin, berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit.
Tanpa menunggu waktu lama Houtman segera memulai mengirimkan lamaran kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.
Sampai suatu saat Houtman mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.
Tapi Houtman tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan. Houtman percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Houtman telah membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.
Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai ”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.
Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen, yang kemudian dikenal dengan mesin photo copy. Ketika itu mesin foto kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya.
Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi.
Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun.
“bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu.
“iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab.
“Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggungjawab lo, bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras.
Akhirnya Houtman diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan.
Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.
Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar biasa heboh dan kontroversial. Tapi Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank.
19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First National City Bank, Houtman mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia.
Setelah menjadi VP dia masih sering berinteraksi dengan rekan-rekannya yang masih menjadi OB. Hingga suatu saat temannya protes kepadanya, “Houtman kamu payah, kamu gak konsisten, kita nih konsisten-konsisten jadi OB” mereka tertawa bersama.
Sampai sekarang belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman Zaenal Arifin, lahir 26 juli 1950, masuk sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA. Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi banyak orang.
Iapun masih memulung. Memulung? Ya, sejak 20-an tahun lalu, setiap jelang tengah malam beliau berkeliling Jakarta mendatangi hotel-hotel untuk mengumpulkan roti-roti sisa (yang oleh pihak hotel roti tersebut tak boleh lagi dihidangkan esok hari) lalu membawanya ke penampungan-penampungan dan yayasan-yayasan anak yatim yang tersebar di berbagai wilayah.
Wallahu’alam bishshawab, .. 

02 Oktober 2014

Manusia Perlu Minum Bensin

Ibarat motor, manusia  haruslah mengisi bensin terlebih dahulu agar motor bisa berjalan, yang lain lagi ketika orang mau minum dia harus mengisi gelas terlebih dahulu sebelum menuangkannya untuk diminum.

Begitulah yang kurasakan. Bahwa manusia haruslah terus belajar untuk meningkatkan kemampuan dirinya,. Manusia tidaklah harus puas dengan apa yang dimilikinya, manusia terus bisa mengasah skillnya, meningkatkan kemampuannya, memperbanyak dan mengembangkan apa yang sudah dimilikinya..manusia tidak boleh statis, kalau tidak mau tergerus oleh zaman (terlalu sadis sepertinya..he2.)

Ada spirit luar biasa yang muncul dalam diri setelah mengikuti 2 workshop, yang pertama 1 bulan lalu di hotel Best Western Grand Palace Kemayoran Jakarta dan sekarang di Hotel Oval Surabaya.  Mudah-mudahan spirit itu bisa berkembang menjadi sebuah energi yang besar agar bisa bermanfaat dan menjadi hal-hal positif bagi orang-orang di sekeliling.  amien

2 Oktober 2014

Kamar 1002 lantai 10

Hotel Oval Surabaya