03 Januari 2018
30 Desember 2017
23 Desember 2017
Mohon Maaf Nomor Saya Hangus
Diberitahukan kepada sahabat dan teman-teman semua di dunia maya, bahwa nomor saya yang 085735106735 sejak satu bulanan ini tidak saya gunakan karena hangus, telah lewat masa tenggang dan telat untuk isi ulang.
Sebenarnya saya ingin mengurus untuk mendapatkan nomor itu kembali, karena nomor itu sudah lama dan sudah tersebar ke antero jagat, (lebay sedikit boleh, he he he), tetapi ada 2 hal yang membuat saya malas, pertama pulsa saya sering tersedot habis, setelah saya isi ulang tiba-tiba saldonya menghilang, kedua, untuk masa aktifnya terlalu singkat.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, baik yang menghubungi saya lewat telpon, sms atau WA, karena tidak bisa merespon dan membalas. Saat ini saya menggunakan nomor lama yang lain, yang biasanya hanya saya gunakan untuk telpon dan sms.
Demikian pemberitahuannya, atas perhatiannya disampaikan terima kasih.
Sumberingin Kidul Ngunut Tulungagung
23 Desember 2017
20 Desember 2017
Menyiapkan Energi
Hasil berburu buku 2 minggu ini, untuk menambah referensi. Malam ini menata ulang lagi tumpukan buku dan mengambil buku-buku yang sesuai dengan tema penelitian, serta memisahkan buku-buku yang kurang sesuai.
Setelah ujian proposal minggu lalu, perlu kiranya menghela nafas sejenak dan menikmati kebersamaan dengan keluarga. Menyiapkan energi untuk membaca dan menulis kembali tugas akhir.
Perjalanan masih panjang semoga bisa istiqomah untuk membaca dan menulis setiap hari agar tahun depan bisa ujian terbuka. Aamiin.
20 Desember 2017
12 Desember 2017
Ujian Proposal Disertasi telah Usai
Langkah ketiga baru saja terlewati, yakni ujian proposal disertasi, setelah melewati 2 tahap sebelumnya, ujian kualifikasi tulis dan ujian kualifikasi lisan. Untuk menyelesaikan kuliah, ada 3 langkah lagi, pertama seminar hasil, kedua ujian tertutup, dan terakhir adalah ujian terbuka. Tidak lupa menyiapkan dana untuk membayar semester dan ujian - ujian itu
Tahun ini memang mulai fokus untuk menyelesaikan kuliah, karena materi perkuliahan sudah selesai, diawali dengan ujian kualifikasi tulis. Dalam ujian ini perlu menyiapkan outline rencana penelitian. Diantaranya subyek mayor, subyek minor dan metode penelitian, didalamnya ada sub bab dan anak bab. Ketiganya harus disiapkan minimal 10 buku dan harus ada buku yang berbahasa asing. Dilanjutkan dengan ujian kualifikasi lisan.
Rencana setelah ini adalah istirahat sebentar satu atau dua hari, menikmati kebersamaan dengan keluarga, setelah itu, dalam jangka waktu satu setengah bulan sampai akhir januari mencanangkan untuk merevisi proposal, menulis bab 2 dan menyempurnakan bab 3. Awal bulan februari sudah bisa melakukan penelitian lapangan.
Guna melengkapi referensi, selain mengandalkan buku sendiri, baik yang dibeli secara online dan juga mencari dari berbagai toko buku. Ada beberapa perpustakaan yang biasa kukunjungi selain perpustkaan tempatku bekerja, ada perpustakaan pusat kampus IAIN Tulungagung, perpustakaan daerah Kabupaten Tulungagung, perpustakaan perguruan tinggi seperti UNP Kediri dan STAIN Kediri, minggu ini kurencanakan untuk pergi ke perpustakaan Bung Karno yang ada di Blitar dan juga ke perpustakaan Unita. Beruntung karena ada teman-teman yang bekerja di masing-masing perpustakaan itu. Ditambah bisa saling meminjam buku kepada teman seangkatan.
Semoga diberi kemudahan dalam menyelesaikan kuliah, selalu diberi kesehatan, tetap semangat untuk merevisi, konsultasi dan konsultasi lagi agar bisa menyelesaikan kuliah tahun depan. Aamiin.
Sumberingin Kidul Ngunut Tulungagung
12 Desember 2017.
07 Desember 2017
Kualitas Diri itu Harus Diperjuangkan dan Butuh Pengorbanan
Proses langkah ketiga untuk menyelesaikan kuliah sudah dijalani, konsultasi, revisi dan konsultasi lagi menjadi menu wajib untuk segera menyelesaikan kuliah. Tinggal menunggu jadwal ujian proposal disertasi agar langkah ketiga semakin sempurna. Tentunya tidak lupa menyiapkan diri untuk merevisi lagi, kalau perlu minum obat tidak gampang menyerah (istilah jawanya tidak kapok) untuk maju konsultasi lagi.
Ada banyak ilmu yang bisa di dapat dari setiap konsultasi, apalagi bisa berkesempatan berbicara panjang lebar. Hal-hal yang belum paham dan mengerti bisa ditanyakan secara langsung dan diberi solusi. Segela sesuatu yang masih remang-remang bisa jelas dan tidak buram lagi, hal yang masih ragu-ragu ketika diungkapkan dan diberi arahan bisa memberi keyakinan terhadap apa yang dituliskan. Terima kasih untuk 3 orang promotor yang memberikan bimbingan, arahan dan koreksi, semoga senantiasa diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitasnya.
Bermodal nekat saja tidak cukup, bahkan salah satu promotorku mengatakan perlu ngawur juga, He he he, bermodal semangat, kerja keras, setiap hari menyisihkan waktu untuk memperbaiki dan merevisi proposal. Apalagi banyak hal yang menjadi rintangan, sempat sakit dan demikian juga dengan kedua anak, pekerjaan rutin dan ditambah kegiatan-kegiatan yang berlangsung, ada beberapa kewajiban dan pengembangan kualitas diri yang harus dikorbankan dan terbengkalai, seperti mengedit naskah dan juga mengirim tulisan. Tetapi Alhamdulillah semuanya sudah terlewati dan kembali normal lagi.
Terima kasih untuk ibuku yang senantiasa mendoakan anak-anaknya sepanjang waktu dan selalu bangun disepertiga malam terakhir untuk berdoa, untuk almarhum abahku yang sudah tenang dialam barzah, tak lupa kewajibanku untuk selalu berdoa, setiap ingat dimanapun tempatnya minimal selalu kuhadiahkan fatihah. Untuk istriku tercinta, atas pengertiannya, karena 2 bulan ini, harus bercengkerama dengan buku dan lebih banyak di depan komputer ketika di rumah, serta menjauhkan anak-anak ketika sedang konsentrasi. Untuk anakku pertama kakak Zha, maaf belum bisa memenuhi permintaanmu untuk berenang, buat dedek Zi yang saat ini sudah 10 bulan, saat ini sedang belajar berjalan, harus kukurangi waktu untukmu karena harus pergi ke satu perpustakaan ke perpustakaan yang lain untuk mencari buku referensi, bahkan sampai ke Kediri. Buat teman-teman kuliah yang selalu memberi semangat dan bertukar ide untuk memperbaiki dan merevisi tulisan demi mencari tanda tangan promotor. Dan perbagai pihak yang mendukung.
Untuk meningkatkan kualitas diri memang harus ditebus dengan pengorbanan dan perjuangan, tetapi yakinlah bahwa perjuangan itu tidak akan sia-sia. Untuk mewujudkan mimpi kita tidak boleh cepat berpuas diri karena hal itu dapat melemahkan diri dan bisa menggangu kita dalam melangkahkan kaki.
Sumberingin Kidul Ngunut Tulungagung
6 Desember 2017.
01 Desember 2017
Semangat dan Senyuman
Satu setengah bulan lamanya tidak menulis di blog, kangen juga rasanya, ada banyak peristiwa yang terjadi, ada banyak hal yang bisa diambil hikmahnya dan dipelajari. Hari ini bisa santai sejenak menikmati kebersamaan bersama keluarga dan mengerjakan hobi.
Diawali dari pertengahan oktober, setiap akhir pekan selalu pergi keluar kota, ke Jombang untuk menimba ilmu di UNWAHA, belajar perjunalan dengan bapak Rektor yakni Dr. Anton, minggu berikutnya ke UNESA Surabaya, belajar dengan para penulis di kopdar SPN yang kelima, minggu akhir bulan oktober ke STAI Hasanudin Pare untuk belajar OJS 3 bersama-sama teman-teman FOREDJ KOPERTAIS IV.
Kesibukan selanjutnya adalah persiapan acara wisuda kampus, yang dilaksanakan tanggal 4 November, ternyata kegiatan-kegiatan yang kulakukan mulai agustus sampai wisuda mengakibatkan tubuh protes, sehingga hari minggu sore tubuh mengajak istirahat, sampai-sampai selama lima hari harus makan bubur saja, sebelumnya anak kedua (adik Zi) terlebih dahulu sakit, dilanjut anak pertama (kakak zha), sampai-sampai si kakak mengajak main ke rumah sakit. Untung saja istriku tangguh, bisa merawat kami bertiga. Akibat dari sakit ini ada beberapa hal yang terpaksa tidak kulakukan.
Seminggu setelah beristirahat, meskipun belum pulih benar aku berusaha untuk bisa mengajar, karena bagiku kalau untuk urusan mengajar tidak bisa ditawar, ketika kondisi masih memungkinkan maka aku berusaha untuk masuk. Disela-sela pekerjaan rutin, juga fokus untuk menyelesaikan proposal yang sempat terhenti, jadi selama 3 minggu berusaha menyelesaikannya, konsultasi, revisi, konsultasi lagi.
Minggu yang lalu, sempat mencoba untuk badminton, ternyata kondisi tubuh masih menolak, karena setelah pemanasan tubuh terasa pusing, sehingga kuputuskan untuk tidak bermain terlebih dahulu. Hari jumat pagi ini bisa bermain, walaupun tidak bisa sampai selesai karena tubuh masih belum fit, jadi tidak berani memaksa sampai selesai.
Alhamdulillah, hari jumat ini bisa refreshing sejenak dari rutinitas, bisa melakukan hal yang disukai, berkumpul dengan keluarga kecilku, dan malamnya setelah anak-anak tidur bisa bermain game dingdong, game masa kecilku. Tetap semangat dan tak lupa tersenyum untuk menghadapi kehidupan, karena hal itu akan menjadi energi yang tak pernah habis, tetap bersyukur dan jangan lupa bahagia.
Sumberingin kidul
1 Desember 2017
24 Oktober 2017
Menulis itu Mengalir Saja
Minggu dini hari, 22 Oktober jam 3 pagi, kami berenam, Pak Ngainun Naim beserta adik dan anaknya, Mas Fahru, Pak Heru dan saya berangkat dari Tulungagung bersama. Bisa hadir dan mengikuti kopdar SPN ke V di Unesa adalah sebuah hal yang tak ternilai. Ada semangat dan vitamin baru yang saya dapat dalam pertemuan ini. Bertemu dengan penulis dan orang-orang yang mencintai dunia tulis menulis dengan berbagai latar belakangnya, bertemu untuk saling berbagi dan memberi dorongan.
Teringat kembali teori dan praktik yang dicontohkan Bapak Hernowo dengan free writingnya, demikian juga dengan jurus menulis ala Pak Emcho dengan multitaskingnya saat ikut kopdar SPN IV di kampus ITS. Di Unesa saya mendapat ilmu dari Prof Budi Darma, menulis itu sama dengan lari marathon, harus menjaga nafas sampai ke finish. Menjaga momentum, ketika bertemu momentum segera menulis sampai selesai. Tidak tergesa-gesa, jangan grusa-grusu, tetapi tulisannya mantab. Ketika menulis jangan berada pada kondisi saat emosi, kondisi harus baik, tenang, tidak tergesa-gesa, agar kita bisa mengambil jarak dengan tulisan kita.
Bagaimana ketika menulis menemui deadlock, writers block bahasa sederhananya macet, sulit melanjutkan, kekeringan ide, beliau menyarankan untuk membuka banyak buku di meja untuk dibaca, mencari referensi, menyelektifkan buku-buku yang kita baca. Mengamati segala sesuatu, melihat apa yang perlu dilihat sehingga ketika menulis akan muncul dengan sendirinya. Bisa juga sambil jalan-jalan, membawa pensil dan kertas, ketika menemukan ide segera ditulis, masukkan saku, sampai ditempat untuk menulis ditempelkan, ketika menemui kesulitan bisa dibaca. Menulis itu juga harus berani untuk menyendiri dan fokus dengan apa yang kita tulis. Menulis itu tidak usah berpikir macam-macam tugas penulis itu ya menulis. Disampaikan juga oleh beliau menulis itu mengembangkan bakat dan kemampuan, menggali potensi dan mencari jati diri.
Pak Didi Junaedi pun memberikan tipnya kenapa bisa menulis setiap hari, menulislah dengan cinta, agar menulis menjadi mudah. Biar semakin semangat untuk menulis dan menyelesaikan tugas akhir, harus membaca ulang, buku karya pak Ngainun Naim yang berjudul The Power of Reading, The Power of Writing atau Proses Kreatif Penulisan Akademik. Mau membaca buku karya pak Husnaini sayangnya belum punya, ketika acara SPN di Surabaya mau membeli, kebetulan pak Husnaini masih belum pegang bukunya, he he he.
Ada hal yang perlu saya rubah, setelah hari raya memang saya fokus dan mengkhususkan diri untuk menulis tugas akhir, tetapi sejak dari Unesa kemarin hal itu akan saya rubah, yang terpenting menulis, menulis apa saja yang disukai untuk mengembangkan dan mengasah diri. Jika menemukan ide segera tulis, sesuai dengan multitaskingnya Pak Emcho, menulis tidak hanya mengkhususkan satu hal saja, tetapi dalam waktu bersamaan kita bisa menulis dengan tema yang berbeda, yang penting menulis dilakukan secara ajeg dan istikhomah.
Satu hal yang saya bisa simpulkan adalah menulis itu mengalir saja, seperti air yang mengalir menuju ketempat yang lebih rendah, dia tidak perduli dengan keadaan sekitar, yang berbatu, curam, terjal. mengalir saja, mengisi ruang kosong, mengikuti dan menyesuaikan bentuk sesuai tempatnya. Mengalir saja, untuk melepaskan dahaga dan kepanasan. Tugasnya hanya mengalir saja mengisi ruang hati yang kosong dan mengisinya dengan cinta dan kasih, untuk membuat hidup lebih indah dan berwarna.
24 Oktober 2017
13 Oktober 2017
Menikmati Proses Bimbingan
Setelah hampir 2 pekan disibukkan laporan BKD dan pencairan. Alhamdulillah diterima oleh verifikator, revisi hanya cover saja dan bisa langsung diselesaikan di tempat. Selain pekerjaan rutin dan tugas sebagai kepala rumah tangga, sekarang saatnya fokus revisi proposal penelitian yang sudah diajukan kepada promotor.
Ada beberapa catatan dari ketiga promotor,
1. Konteks penelitian belum terlihat, kegelisahan
akademik yang memicu dilakukannya penelitian, yang terlihat hanya hal-hal
sederhana atau keseharian yang tidak terlalu signifikan untuk dijadikan pemicu
akademik bagi lahirnya sebuah penelitian. Penggiringan ke judul dan paparan sebelumnya
tidak terasa.
2.
Bahasa
Gunakan gaya bahasa
yang mengalir, tidak kaku, tidak terlalu teknis, setiap bab dijelaskan seperlunya,
isi kandungan dan penjelasannya secara memadai dalam bahasa yang popular, mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Gunakan
bahasa yang lugas, Jika sulit dipahami, sederhanakan kalimatnya, susun ulang
kalimatnya. Gunakan perumpamaan yang lebih akademik. Jangan gunakan gaya bahasa
essay. Hal-hal yang sifatnya nasehat dan wejangan hendaknya dihindari.
3.
Penulisan dan Paragraf
Paragraph diawali
dengan subjek, 1 paragraf terdiri minimal 3 kalimat. Penulisan kata yang
mempunyai arti sama dihilangkan, pengulangan kata dan hilangkan kata yang tidak
perlu. Penulisan angka didalam paragraf. Gunakan kamus khusus yang terkait
bidangnya, misalnya manajemen maka gunakan kamus manajemen, masalah ekonomi maka
gunakan kamus ekonomi, hasil yang diperoleh akan lebih valid daripada kamus
umum.
4.
Sistematika
Footnote letakkan di
akhir kutipan, penulisan footnote berbentuk angka setelah titik. Perhatikan
kapan titik, kapan koma. Besar kecil huruf. Bedakan jenis kutipan langsung atau
bukan dan ikuti aturan penulisannya. Spasi biasa dan untuk kutipan diperhatikan.
Tulisan bahasa asing dicetak miring. Nama orang tidak perlu ditulis miring.
5.
Metodelogi, penambahan lokasi penelitian
Mudah-mudahan bisa belajar dan
menyerap ilmu dari ketiga promotor, tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas
akhir, tetapi juga belajar cara menulis yang baik. Semoga diberi kelancaran dan
kemudahan, target hari selasa, maksimal hari jumat minggu depan bisa konsultasi.
Bismillah.
Sumberingin Kidul
13 Oktober 2017










