13 Mei 2018

Pembekalan Skripsi

Download

1. Buku Pedoman
2. Sinopsis/Jurnal

Pembimbing Skripsi
1. Dr. H. Sukarji, M.Pd.I
2. Drs. H. Kamari, M. Pd. I
3. Dalhari, M. HI
4. Dr, H. Imam Junaris, M. HI, M. Pd. I

10 Mei 2018

Menjalani Hidup Buatlah Santai

3 hari kebersamaan, membuat perasaanku sulit untuk berpisah, karena sudah merasa senasib dan sepenanggungan, banyak ilmu yang bisa didapat, bisa bercengkerama, menemukan teman baru, tidur dalam satu ruangan dengan banyak orang, meski beralas karpet merah, tapi bagaikan tinggal di hotel bintang lima, bukan fasilitas melainkan kenyamanan bisa menikmati kebersamaan yang begitu indah.
Bisa dibayangkan aktivitas dimulai jam 3 malam, dilanjutkan sholat subuh, olahraga, jam 7.30 sudah mulai masuk ruangan, selesai materi sudah tengah malam, istirahat hanya untuk sholat, mandi, makan. Jadi dalam semalam waktu tidur hanya 2 jam, kadang-kadang harus mencuri waktu untuk tidur, ketika di dalam kelas.

Sebuah kesempatan untuk belajar dari orang lain, menimba ilmu dan menyerap ilmu dari orang yang punya kelebihan, tidak hanya diruangan dan forum resmi, tetapi ketika menjelang tidur, menjelang mandi, makan bersama itu kita bisa belajar banyak hal dari banyak orang dan itu semua semakin menambah nikmatnya untuk mencari ilmu.

Berkumpul dan bercengkerama, mendengar Komika seperti bapak Aksin Wijaya merupakan Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo, dengan joke-joke segar-segarnya, yang bisa melupakan kelelahan dalam tubuh, sehingga membuat kami ceria. Takjud dengan kebersahajaan Direktur Pascasarjana IAIN Purwokerto Bapak Abdul Basit, bertemu dengan dosen UNU Blitar Mas Sidik yang bisa meramal tangan, dan terlebih menemukan saudara yang juga ahli terapi Zamathera Mas Doni Khoirul Aziz.

Ada kata yang akan selalu saya ingat, bahwa “tubuh itu bisa menerapi dirinya sendiri” harus menyediakan waktu dalam satu hari 10 – 15 menitan untuk melakukannya. Agar tubuh bisa merelikskan diri, dalam keadaaan tubuh menerapi dirinya sendiri tersebut, tubuh dibiarkan bergerak mengikuti kata hatinya, dibarengi dengan dzikir kepada Allah, menghilangkan segala beban kehidupan, memaafkan semua perbuatan orang yang kurang baik pada kita, melepaskan pikiran-pikiran buruk dan keruwetan-keruwetan dalam hidup. Memfokuskan diri pada tubuh yang sakit, untuk menghilangkan dan membuang rasa sakit itu dari tubuh kita. Sehingga tubuh akan terasa nyaman segar untuk beraktivitas, dan tentu saja tubuh  akan sehat, imbang antara fisik dan psikis.

Terima kasih atas semuanya, dibalik segala peristiwa pasti ada tujuan dibalik itu semua. Selamat bertemu dengan keluarga masing-masing, sampai bertemu di lain waktu.

Utara alun-alun Tulungagung
10 Mei 2018.







03 Mei 2018

Mandi Dini Hari Berpengaruh Terhadap Kesehatan

Tiba-tiba pagi hari ini menyengaja mandi lebih pagi dari biasanya. Pikiranku tiba-tiba menerawang kembali dan menghubungkan 2 perkataan, pertama adalah sekitar setengah tahun lalu sampai satu tahun yang lalu. Ketika ingin membuat akta tanah, 2 minggu mencari-cari di petok D tidak ketemu-ketemu, akhirnya memerlukan nara sumber untuk mencari info asal usul tanah milik orang tua. Kedua, seminggu yang lalu ketika workshop penelitian parsipatoris dan sedang mengadakan survey, bertemu dengan Bapak Jais, beliau lulus SMEA pada tahun 1963, bapak dan ibu saya saja belum menikah pada tahun itu. 

Bersama kakak ipar datanglah kami ke rumah Mantan Carik Desa Kamulan bernama Bapak Mongin, beliau menjadi carik cukup lama sekali, sampai tahun 90 baru pensiun. Usianya kira-kira sudah mencapai 90 atau bahkan seratusan, keponakannya saja sudah mempunyai cucu. Kami menunggu agak lama, karena pak carik yang sudah sepuh sedang keluar naik sepeda motor dan mengunjungi cucu atau bahkan cicitnya di desa sebelah. Bahkan di usia itu beliau masih bisa membaca tulisan peta percil tanpa menggunakan kaca mata meskipun membacanya harus di tempat yang terang. Saya agak kurang percaya, Wow it’s amazing. 

Dalam keterangan yang kami peroleh dari keponakannya, salah satu resep sehat beliau adalah mandi dini hari langsung dari sumur, melakukan sholat tahajud dilanjutkan dengan sholat subuh, paginya jalan-jalan. Kamis sore minggu lalu, saat mengadakan survey tanpa sengaja terucap kata mandi dini hari dari Pak Jais, mandi beliau sekitar jam 2 malam.

Setelah bangun tidur pagi ini, pikiranku menghubungkan keduanya, yang satu dari keponakan Pak Mongin dan satunya langsung dari orangnya sendiri yakni Pak Jais. Apakah mandi pada dini hari berpengaruh terhadap kesehatan tubuh ?. Dari beliau berdua saya membuktikan bahwa mandi dini hari berpengaruh, di usia yang sudah sepuh keduanya sehat-sehat dan beraktivitas normal. Pagi inipun saya merasakan mandi pagi walau tidak dini hari rasanya itu enak, segar  dan membuat tubuh terasa nyaman. He he he. Perlu untuk diteliti lebih lanjut. Ha ha ha.

Semoga kita senantiasa diberi kesehatan dalam menjalankan aktifitas kita sehari-hari.

Sumberingin Kidul Ngunut Tulungagung
Jam 6 pagi, 3 Mei 2018

11 April 2018

Sukses Dimulai Dari Tegas Terhadap Diri Sendiri

Berhasil atau tidaknya apa yang kita impikan, apa yang ingin kita raih adalah tergantung pada diri sendiri, komitmen dan rasa yang kuat untuk mencapai mimpi adalah hal yang perlu lakukan. Menyusun rencana, melaksanakan program, setelah itu berbenah diri.

Menjadi tegas pada diri sendiri, kalau perlu menghukum diri sendiri karena melalaikan apa yang sudah dicanangkan, belajar untuk memperbaiki diri perlu dilakukan agar apa yang ingin kita raih bisa kita wujudkan dalam genggaman tangan kita.

Tetap semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik, karena semuanya butuh pengorbanan, mensinergikan semua hal-hal yang bisa mendukung, mengurangi hambatan dari luar dan dari dalam, terlebih lagi harus bisa mengalahkan diri sendiri untuk tidak malas, tidak membuang waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna dan tidak ada hubungannya dengan apa yang kita impikan, fokus kepada masa depan, punya komitmen dan tunjukkan jika “You Can Do it”  

Utara Alun-alun Tulungagung
11 April 2018
4.45 pagi hari

04 Maret 2018

Selamat Jalan Kedua Orang Tua Lelakiku

Satu setengah tahun lalu, hari ahad 13 November 2016 sekitar jam 8 pagi, abah menghembuskan nafas terakhirnya di dunia ini. Sabtu minggu lalu 24 Februari 2018 menjelang maghrib mertuaku juga meninggalkan dunia ini. 

Semoga bisa selalu berbuat baik dan berbakti kepada orang tua, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal dengan mendoakan, menjaga silaturahmi, melanjutkan kebaikan mereka, menziarahi makamnya.

Kewajiban yang lain adalah, mengurus jenazahnya dan banyak mendoakan keduanya, beristighfar (memohonkan ampun kepada Allah Ta’ala), menunaikan janji dan wasiat, memuliakan teman atau sahabat dekatnya, membayarkan hutang-hutang keduanya jika ada.

Ampunilah mereka ya Allah, tempatkanlah mereka dalam surgamu. Selamat jalan kedua orang tua lelakiku, semoga khusnul khotimah, Aamiin.

18 Februari 2018

Selamat Ulang Tahun yang ke 7 anakku (Menjaga Sholat dan Berlatih Ketrampilan)

Hal sederhana yang engkau minta, 3 minggu sebelum ulang tahunmu adalah minta dibelikan papan catur, maka tepat pada usiamu yang ke 7 ini, apa yang engkau inginkan kubelikan, semoga hal ini bisa membuatmu senang dan bergembira.

7 tahun adalah waktu bagi anak untuk mulai serius dalam menjalankan ibadah sholat, hal pertama yang mulai kutekankan, mulai serius dan mengontrol ibadah sholatmu, karena disitu ada kewajiban orang tua untuk mendidik anak dengan sebaik-baiknya, semoga sebelum usia 10 tahun engkau sudah tertib dan tidak ada bolong-bolongnya, sehingga tidak perlu ada tangan melayang. Kedua, aku akan mulai mengenalkan dan memberikan berbagai macam kegiatan positif, supaya engkau bisa memanfaatkan dan bisa menjadi bekal dalam kehidupanmu kelak.

Misalnya olahraga, aku akan mengajarmu berbagai macam olahraga, sehingga pada waktunya nanti engkau bisa memilih mana yang engkau sukai dan ingin ditekuni. Karena dari pemilihan itu, kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh, serius dan tuntas, karena apa yang sudah engkau pilih adalah bentuk tanggung jawab.

Orang tua hanya bisa memberikan alat, menunjukkan jalan, membimbing, mengarahkan, membekali dengan ilmu, tetapi tidak akan bisa menentukan jalan yang akan engkau tempuh. Berjalanlah dengan kembaramu, raihlah mimpi dan cita-citamu, tetap berjalan di rel agama dan bertanggung jawab dengan segala keputusan yang engkau buat.

Selamat ulang tahun anakku, semoga sehat selalu, menjadi manusia seperti nama yang kuberikan kepadamu, karena disitulah terletak doa dari orangtuamu, menjadi kakak yang baik bagi adik-adikmu, sukses buat masa depanmu.

Sumberingin kidul Ngunut Tulungagung
Anak pertama lahir 17 Februari 2011 sekarang 17 Februari 2018






09 Januari 2018

Nasi Goreng Cinta Buat Keluarga

Pagi hari adalah waktu yang sibuk bagi keluarga yang mempunyai anak kecil, segala sesuatunya harus dilakukan serba cepat. 3 hari ini mendapat nasi berkat (nasi yang diperoleh dari acara selamatan), jadi rugi kalau tidak dimanfaatkan, sekaligus mengurangi jatah beras, he he he.  Dimakan langsung tentunya sudah tidak enak, dibuat nasi gorenglah akhirnya.

Kakak Zha, suka sekali makan nasi goreng, makannya pasti lebih banyak daripada biasanya, terlebih buatan ayahnya ini, he he he. Apalagi setiap proses memasak, sengaja dilibatkan, mulai dari mengelupas kulit bawah merah dan bawang putih, mengiris kecil-kecil bawang merah agar mudah dihaluskan, kalau bawang putih lebih suka aku pukul (keprek) sampai gepeng, memecah telur, mengaduk nasi, memberi kecap, dll. Sedang istri, menyiapkan bahan mentahnya. Pagi hari suasana jadi ramai.  

Jadilah kami berempat sarapan pagi dengan nasi goreng, sederhana sekali, bukan? tetapi kesederhanaan itu yang membuat indah. Karena pada kebersamaan itu ada cinta didalamnya.



Sumberingin Kidul

9 Januari 2018

05 Januari 2018

Belajar Metodologi Penelitian pada Creswell (Bag 4 Pengumpulan Data)




04 Januari 2018

Belajar Metodologi Penelitian pada Creswell (Bag 3 Contoh Permasalahan Riset)