20 Agustus 2020

Sprayer - alat Penyemprot (Belajar Hidroponik bagian lima belas)

Sprayer (alat Penyemprot)

Saya membeli alat ini untuk menghilangkan lumut yang ada di rockwool, agar penyerapan nutrisi bisa maksimal dan tidak mengganggu pertumbuhan. Harganya sekitaran 50 ribuan, bisa lebih dan bisa kurang, tergantung anda membelinya dimana. Bisa dibeli di toko toko pertanian, atau toko pakan burung disekitar rumah anda. Alat penyemprot ini, bahasa kerennya adalah sprayer, fungsi utamanya adalah untuk memecahkan cairan yang disemprotkan menjadi tetesan kecil (droplet) dan mendistribusikan secara merata pada objek yang dilindungi.

Cara menggunakannya sederhana sekali :

Pertama cukup diberi air sejumlah 2000 ml atau 2 liter, jangan lebih dari 2 liter, hal tersebut akan berakibat pada tekanan.

Kedua tutup sekrup penutup pada ulirnya, pastikan tertutup rapat, jika tidak pada saat memompa akan terjadi kebocoran udara, sehingga tekanan tidak maksimal.

Ketiga pompa dengan menarik dan menekan bagian atas yang bulat sampai terasa seperti tertahan, maksimal 30 kali dalam memompa.

Keempat tekan kunci pemicu yang pas dengan jari jempol yang ada di atas pegangan, jika ingin lebih kencang bisa menekan bagian atasnya yang berbentuk persegi panjang kecil, jika tekanan airnya ingin fokus maka nozzlenya putar ke kanan, jika terasa seperti agak lepas bisa diputar kekiri. (biasanya saya gunakan untuk membersihkan lumut, karena tekannya maksimal). Jika ingin airnya menyebar putar nozzlenya ke kiri. (bisa digunakan untuk menyiram bunga. Jika tekannnya berkurang bisa di pompa lagi.    

Yang perlu diperhatikan setelah selesai digunakan adalah putar bagian leher satu putaran agar bisa melepaskan tekanan udara yang tersisa. Selain itu bisa juga digunakan untuk menyemprot bunga, kalau iseng juga bisa digunakan untuk mencuci motor, untuk bagian yang sulit dibersihkan.  Bisa juga buat mainan anak anak bermain tembak tembakan air.  Ha ha ha

 Pembudidaya Ikan dan Petani Hidroponik

 




 

19 Agustus 2020

Matkul AK

RPS Aplikasi Komputer  download

Materi

1. Strategi Penelusuran Informasi Ilmiah Online download


Manajemen Panen (Belajar Hidroponik bagian empat belas)

Manajemen Panen

Panen bagi para petani adalah sesuatu yang diharapkan. Apalagi panennya sesuai dengan keinginan, tanaman subur, bebas hama serta hasilnya maksimal. Tetapi ada kalanya setelah panen, petani bingung menjualnya karena panennya terlalu banyak.

Inilah yang membedakan bertani dengan manajemen dan tidak, saat panen berlimpah terkadang menjadi kesulitan tersendiri, karena biasanya berbarengan dengan panen petani yang lain. Sehingga di pasar overload tanaman yang sama, hal ini bisa menyebabkan turunnya harga. Petani tentu saja menginginkan sayurannya terjual, supaya terjual akhirnya banting harga.

Manajemen panen diperlukan untuk menjaga hal tersebut. sistem tumpangsari bisa digunakan mengantisipasinya, ataupun bisa dengan menanam tanaman yang berbeda dengan yang lain. Agar disaat panen, jenis panennya tidak sama dengan yang lain. Sehingga harga bisa tinggi.

Sedari awal, agar panen tidak terlampau banyak dan sekali waktu, dalam waktu kurang lebih 2 – 3 bulanan.  Maka dalam 2 minggu saya merencanakan untuk panen sekitar 5 – 10 kg saja. Maka untuk mendukung hal tersebut semainya juga saya buat bertahap, setiap 2 minggu sekali semai baru.

Misal saya punya 500 lubang tanam, maka saya tidak langsung membuat semaian sejumlah 500, tetapi 100 semaian. 2 minggu kemudian semai lagi 100 dan seterusnya, jadi panennya tidak bersamaan. Agar bisa terus panen perminggu perlu sekitar 1000an lubang tanam.

Santai saja, belajar setahap demi setahap, mencanangkan target yang ingin dicapai, selangkah demi selangkah, target 3 bulan ke depan, 6 bulan ke depan. Terpenting berproses, tidak hanya sebuah angan yang hanya menciptakan bayang.   

Pembudidaya Ikan dan Petani Hidroponik

 

15 Agustus 2020

Mengasah Feeling (Belajar Hidroponik bagian tiga belas)

Mengasah Feeling

Mata memandang sisi kanan rumahku, sekarang sudah nampak bersih, lapang dan nyaman untuk dipandang, bandingkan dengan 1 bulan yang lalu, masih kurang enak dipandang, apalagi sekitar 3000 an batu bata merah menumpuk di depan. Batu batanya dinaikkan ke lantai 2 dan sebagian di bawa ke belakang rumah. Sekarang, tinggal menuju langkah selanjutnya yakni menyemai sayuran dan terus mengasah feeling terhadap kondisinya.

Di awal awal belajar hidroponik saya tidak begitu peduli dengan feeling mengenai kondisi sayuran, yang terpenting adalah saya menyemai, merawat dengan sebaik-baiknya dan bisa dimakan untuk keluarga, hal tersebut mencapai puncaknya ketiga bulan puasa kemarin, saya bisa panen hampir setiap hari. Sehingga bisa irit uang belanja, karena sayur tinggal petik.

Setelah proses instalasi hidroponik menggunakan media pipa paralon, saya harus mengasah feeling kembali. Ada perbedaan antara sistem yang saya gunakan sebelumnya yakni menggunakan sistem DFT, dan sekarang saya menggunakan sistem NFT. Artinya saya harus belajar kembali, membiasakan dan mengasah feeling untuk memahami kondisi sayuran.

Jika hijau berarti tidak ada masalah, jika mulai ada warna kuning, berarti ada masalah yang harus segera diatasi, untung saja sekarang alatnya sudah ada, yakni menggunakan PH Meter dan TDS meter. Hanya saja tidak semudah itu, semakin memperdalam keilmuan tentang hidroponik, ada banyak hal yang belum diketahui, belajar dan terus belajar untuk memperdalam lagi.

Mempertahankan kondisi PH air di 5.5 sampai 6, agar tanaman bisa menyerap nutrisi dengan maksimal. Memperhatikan kondisi PPM yang sesuai dengan kondisi tanaman, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih, karena hal tersebut bisa berpengaruh terhadap tanaman.  Ada toleransi 50 maksimal agar kondisi tanaman tetap terjaga dan menghijau segar.

Pembudidaya Ikan dan Petani Hidroponik

 

 

04 Agustus 2020

Noto ati, noto awak, noto ekonomi (Belajar Hidroponik bagian dua belas)

Noto ati, noto awak, noto ekonomi

Jarum jam besar masih menunjukan angka lima, pintu rumah kubuka, Kulangkah kaki ke halaman depan rumah. Ku hirup udara segar dalam dalam, mencoba memenuhi dada dengan kesegarannya. Pandanganku kuedarkan kesegala arah, semburat warna merah menghias langit timur, Nyala lampu berderet di utara masih belum dipadamkan. Awan gelap menghias di selatan, bulan mulai menelusup ke awan di barat. Setelah beberapa lama akhirnya kurasakan nyaman di dada. 

Ada banyak hal yang ingin dicapai, ada banyak keinginan yang ingin digapai, mencoba menyusun kembali rentetan rentetan hal yang ingin dilakukan. Meletakkannya ke dalam realita kehidupan kemudian menentukan langkah langkah untuk mewujudkan impian. Sesuai dengan kondisi dan keadaan. Tidak memaksa keadaan untuk diwujudkan, tetapi bersahabat dengan keadaan untuk mewujudkan apa yang diimpikan.

Paling tidak secara garis besar tujuan sudah dicanangkan, 6 bulan ke depan adalah noto ati, noto awak dan noto ekonomi. Hal tersebut perlu untuk mencapai hal besar. Segala hal berawal dari diri sendiri, untuk kemudian ditebarkan dan disalurkan melalui perjuangan untuk meraih mimpi. Segala mimpi perlahan lahan terbentuk menjadi kenyataan jika dilakukan sepenuh hati. Perlu daya juang, keuletan, ketelatenan, kesabaran untuk menapaki perjalanan menuju ke impian diri. 

Langkah sudah dipatri, tinggal menjalankan yang sudah dipelajari, mempraktekkan apa yang diketahui. Berjalan menapaki mimpi sambil tetap menambah pengetahuan dari kanan kiri. Untuk meraih kepastian agar mewujud dalam diri, setelah itu berserah kepada ilahi, akan apa yang terjadi, karena manusia sejati, adalah terus berjuang tanpa henti, meraih cita cita yang berada di hati.  

Pembudidaya Ikan dan Petani Hidroponik


03 Agustus 2020

Finishing Instalasi Hidroponik Media Pipa Paralon (Belajar Hidroponik bagian sebelas)

Finishing Instalasi Hidroponik Media Pipa Paralon

Bulu bulu halus meremang, rasa nyes nyes membelai tangan, kunaikkan kakiku keatas kursi tempat duduk sambil kututupi dengan kain sarung. Kulihat anakku masih asyik berselimut dan tenggelam dalam mimpinya. Istrikupun masih enggan keluar dari peraduan.  

Kuhirup air hangat plus madu, kunikmati bau dan kehangatannya mengalir  melewati tenggorokan yang kemudian memberi rasa nyaman di perut. Suasana langit masih gelap, warna semburat putih bercampur merah mulai membayang di bagian timur, jalan masih lengang suara gemericik air yang menyentuh permukaan air tandon terdengar seperti alunan musik yang menyapa hati.  
  
Bulan memasuki awal Agustus, setelah satu mingguan berjibaku untuk pembuatan instalasi hidroponik, sekarang tinggal finishing, untuk menyelesaikan kebocoran yang terjadi, terutama untuk tempat tempat sambungan, baik di awal maupun di akhir sambungan. Maklum karena ini proses pertama kali, jadi masih belajar dan berproses. Sesuai dugaan saya, proses finishing akan memakan waktu, tetapi saya menikmati proses ini. 

Memang agak ribet, tetapi dalam menjalani proses ini saya niatkan untuk belajar, kedepannya saya bisa bercerita, bagaimana proses membangun dari awal itu butuh perjuangan. Menemukan masalah masalah yang akan membuat kita tahu, semakin pandai dan mengerti apa yang harus dilakukan. Beda dengan orang yang hanya tahu beres saja. Asal punya uang tahu beres. 

Saya memang sengaja berproses dan itu memakan waktu, untung saja kondisinya mendukung dan itupun saya lakukan di rumah saja. Jika segala sesuatu dinikmati maka hasilnya insyaallah akan bisa dinikmati. Tidak terburu buru harus jadi. Karena tidak dituntut untuk segera selesai. Ya saya memulainya dari merancang, melihat contoh dan mendatangi orang orang yang sudah terlebih dahulu, mematangkan konsepnya, membeli bahan dan beberapa peralatannya. Mulai dari pipa paralon, besi 4x4 hollownya, sampai membeli alat untuk melubangi paralon yakni hole sawnya. 

Tahap pertama untuk menambal kebocorannya saya menggunakan lem, masih bocor tetapi sudah berkurang, kemudian selanjutnya menggunakan selotif yang biasanya digunakan untuk kran ditambah dengan lem tembak untuk menambal kebocoran dibagian grommet ujung selang, masih juga bocor, tetapi sudah minim. Mudah mudahan besok sudah selesai, dalam proses penambalannya ini, tempatnya saya tandai dan proses penambalannya menunggu kering terlebih dahulu. Untuk uji cobanya juga demikian menunggu kering terlebih dahulu.  

Pembudidaya Ikan dan Petani Hidroponik


01 Agustus 2020

Hidroponik dari Hati (Belajar Hidroponik bagian sepuluh)

Hidroponik dari Hati

Dari hati terdalam, bahwa ketertarikan terhadap hidroponik ini berasal dari rasa suka, jauh sebelum pandemi, sekitar tahun  2014 atau 2015, hanya saja karena keterbatasan waktu maka sulit untuk menekuninya, kedua karena sulit atau tidak ada orang yang saya jadikan figur untuk belajar secara langsung, ketiga adalah kondisi yang mendukung, karena pandemi yang mengharuskan lebih sering berada di rumah, untuk merintang rasa bosan. 

Hobi ini saya jalankan bukan tiba tiba muncul begitu saja, tetapi sudah melalui proses yang panjang berliku serta dipengaruhi keadaan dan waktu. Diawali dari keinginan hati untuk belajar, ingin tahu, rasa suka yang semakin tumbuh subur, keadaan yang mendukung. Artinya banyak aspek yang membuat saya rela mencari ilmu, berguru dan bersilaturahmi kepada orang yang terlebih dahulu menekuni, rela berpanas panasan di tengah terik mentari untuk melakukan hobi. Karena saya ada hati dan nyaman untuk melakukannya.

Lebaran usai, hati ini tergerak untuk lebih menekuni, ada titik cerah dan harapan yang mulai membuncah, lebih memperdalam dua hal yang saya tekuni beberapa waktu ini. Pertama adalah ikan, kedua hidroponik. Selanjutnya berpikir bagaimana mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilai, jadi tidak berbentuk mentah saja, rencana ada proses kreatifitas lebih yang ingin saya lakukan. Kalau ikan ya tidak berupa ikan segar saja, sebagian bisa diolah dan dimanfaatkan untuk berkreasi, untuk sayuran juga begitu tidak semuanya dijual berbentuk sayur, tetapi diproses untuk dibuat sesuatu, proses ke sana masih jauh dan penuh liku. Saya harus melakukan percobaan percobaan, trial and eror, yang  terpenting semangat saja. 

Proses masih panjang, dinikmati saja sambil berjalan, untuk sampai tujuan kita harus melangkah satu langkah demi satu langkah, tetapi ada kepastian disana karena arah tujuan sudah jelas. Hanya bisa berusaha dan terus berdoa semoga selalu dimudahkan jalannya. Aamiin.       
  
Pembudidaya Ikan dan Petani Hidroponik