12 Februari 2023

Banyak Aset Adalah Orang Kaya Sesungguhnya

Aset menurut KBBI Online adalah sesuatu yang mempunyai nilai tukar bisa juga disebut modal atau kekayaan. Aset adalah sumber daya baik yang dimiliki individu maupun perusahaan yang memiliki nilai ekonomis baik di masa sekarang maupun masa depan. Aset adalah sesuatu yang bisa membantu menghasilkan uang lebih banyak. Banyak orang Indonesia yang sering melupakan aset, bahkan Bu Menteri Keuangan pernah berkata, bekerjanya orang Indonesia dan orang luar negeri itu sama saja, yang membedakan adalah orang luar negeri asetnya bekerja sedang aset orang Indonesia itu tidur.

Rumah mewah banyak kita jumpai di sekitar kita, mobil dan motor baru dapat kita lihat lalu lalang setiap saat, pertanda banyak bermunculan orang orang kaya baru atau kelas menengah di masyarakat Indonesia. Tetapi benarkah demikian, coba kita lihat beberapa beberapa contoh kasus yang terjadi di tengah tengah masyarakat.

Rumah itu demikian megah, luas, berpagar tinggi, tetapi sayangnya depan rumah begitu kotor, banyak rumput tinggi dan ilalang disekitar rumahnya, ternyata orangnya tidak ada di rumah, dia menjadi TKI di luar negeri sudah bertahun tahun lamanya, pulang hanya beberapa tahun sekali di saat lebaran kemudian kemudian kembali lagi menjadi TKI, hal itu dibuktikan dengan cat berubah baru dan depan rumahnya bersih, tetapi setelah beberapa bulan kemudian rumahnya kembali penuh dengan debu dan tumbuhnya rumput rumput liar.

Mata lelaki itu terlihat sayu, wajahnya muram, kini dia tidak punya rumah. Hidupnya terlunta lunta dari satu kontrakan ke kontrakan yang lain. Dia berhutang ke bank untuk membangun rumah yang besar, dan tentu saja membutuhkan biaya besar. Ternyata apa yang dia rencanakan meleset, pendapatannya tidak mampu menutupi kebutuhan, besar pasak dari pada tiang. Rumah megah, yang menjadi impiannya terpaksa dijual untuk menutup hutangnya ke bank, karena tidak bisa membayar cicilan hutangnya.

Dia seorang lelaki yang masih bujang, bebarapa tahun menjadi seorang TKI, pulang ke rumah uangnya digunakan membeli mobil dan motor, kerjaanya setiap hari keluar rumah, bersama beberapa orang temannya, ternyata sering keluar masuk café dan tempat tempat hiburan, menjadi bos dan sering mentraktir teman temannya. Ketika uangnya habis, ia menjual mobil dan motornya digunakan untuk pergi ke luar negeri menjadi TKI kembali.  

Motor itu demikian bagus, harganya mencapai 30an juta, tetapi pekerjaanya tidak tetap, punya hutang sana sini, apa yang dilakukan setiap saat adalah untuk menutup leasing. Kerja kerasnya adalah untuk menutup hutangnya, motor bagus sih, gaya bagus, gengsi dapat tetapi kerjaanya mengeluh setiap saat.

Mobilnya sekitar 200 jutaan, ia membelinya dengan DP puluhan juta, jangka waktu sampai selesai hutangnya adalah 5 tahun, awal mula tidak ada masalah dengan cicilannya. Saat pandemi datang mulai menjadi masalah, karena keuangannya mulai seret, barang barang di tokonya jarang yang dibeli orang, padahal dia harus tetap menyicil tiap bulannya, dari pada bingung lebih baik di jual mobil itu, tentu saja dengan harga separuhnya, dan diselesaikan hutangnya.   

Dia adalah seorang mantan TKI Jepang, pulang ke rumah membuat usaha toko, tokonya sering ramai sekali, banyak pedagang dan pengusaha toko kecil yang membeli barangnya disana, karena barangnya lengkap dan murah, awalnya rumahnya sederhana saja, sedikit demi sedikit membangun rumah diambil dari keuntungan usahanya tersebut, artinya tidak mengambil uang modal yang digunakan untuk usahanya. Membeli mobilpun juga tidak terlalu mahal, yang penting layak dan bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga, terpenting adalah bagaimana mengembangkan bisnisnya.   

Hidupnya sederhana, untuk membeli sepeda seharga 10 juta pun dia masih gamang, karena menurutnya sepedanya saat ini sudah lebih dari cukup untuk menjalankan hobinya bersepeda. Sebenarnya dia mampu saja untuk membelinya, untuk mendapatkan kepuasan. Tetapi dia lebih memilih untuk menambah asetnya. Bayangkan saja dia punya berhektar hektar tanah, yang kesemuanya produktif dan menghasilkan. Belum lagi mempunyai toko yang mampu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasil dari tokonya untuk kehidupan sehari hari, sedang penghasilan dan pendapatan dari asetnya digunakan untuk membeli aset lagi, yakni berupa tanah dan kemudian dibuat usaha, demikian seterusnya. Sehingga semakin lama kekayaannya semakin bertambah.

Apa yang dapat disimpulkan dari cerita diatas. Bahwa masyarakat Indonesia lebih banyak mempunyai jiwa konsumtif, terbukti bahwa ketika mempunyai uang atau modal, tidak digunakan untuk memperbanyak aset, dengan tujuan untuk bisa berproduksi dan bisa menghasilkan lebih banyak uang dari perputaran uang tersebut. Lebih kepada membeli untuk mendapatkan kepuasan dan rasa gengsi, punya rumah yang bagus, mobil yang mahal, pakaian yang bermerk, maka ya akhirnya tetap stagnan saja, tidak bisa berkembang. Pola semacam ini yang harus dihindari, lebih baik sederhana, makan sewajarnya, rumah layak saja sebagai tempat tinggal, mobil tidak perlu mahal yang terpenting adalah bisa membawa keluarga berwisata terbebas dari panas dan hujan, motor tidak rewel dan bisa dipakai untuk bekerja setiap hari.

Tapi itu semua kembali kepada diri masing-masing, terpenting adalah menikmatinya, jika orang orang di atas menikmatinya ya tidak bisa kita salahkan. Semua berhak dengan kehidupannya, mau melakukan apapun silahkan.  Tetapi lebih baik adalah pola hidup konsumtif dihindari, boleh dilakukan jika pendapatan lebih besar, jika tidak bisa dialihkan untuk menjadi produktif atau usaha yang bisa mendapatkan pemasukan yang lebih besar.

Kalau saya lebih memilih hidup apa adanya, sederhana saja, apa yang diinginkan dilakukan sedikit demi sedikit, dari apa yang didapat, tidak terlalu terburu buru ingin kelihatan wah, mewah, ternyata menyiksa kantong. Enak dihati enak di jiwa, tanpa beban hidup yang berat. Jika ingin sesuatu yang lebih, ya harus bekerja keras, memperbanyak pendapatan, menambah aset dan investasi agar penghasilan bertambah. Mengambil keuntungan dari apa yang diperjuangkan dan diusahakan, jangan mengambil modal usahanya setelah itu tidak bisa berbuat apa apa. 


 

01 Januari 2023

PILIHLAH BENGKEL TERBAIK UNTUK SERVIS KENDARAAN

Motor adalah kendaraan yang sangat berguna untuk kegiatan sehari-hari, aktivitas apapun banyak dilakukan dengan kendaraan jenis ini, bahkan setiap rumah memiliki beberapa motor sesuai dengan jumlah keluarga atau jenis kegunaan dari motor tersebut.

Jika masih baru tidak akan menjadi sebuah masalah, karena belum ada kerusakan yang berat akibat pemakaian yang dilakukan secara terus menerus. Tetapi mulai 2 atau 3 tahunan setelah pembelian kendaraan akan mulai mengalami kerusakan, dan tentu saja memerlukan biaya untuk servis dan perawatannya.

Memasuki tahun tersebutlah benar benar akan dilihat karakter orang dalam melakukan perawatan. Apakah rajin atau malas, tetapi jika tidak mau ribet, ya dijual saja kemudian beli baru kembali. Tidak perlu pusing-pusing untuk melakukan perawatan berlebih, karena mulai tahun ke 3 biaya perawatan sudah mulai ekstra, alat alat atau onderdil sudah mulai aus dan perlu diganti dengan yang baru.

Ada pengalaman yang mungkin bisa saya bagikan disini, terkait pengalaman menyervis kendaran bermotor, terutama untuk jenis motor. Pertama adalah perawatan sepeda motor di dealer, atau bengkel resmi sepeda motor, biasanya kita servis di tempat kita membeli, tetapi sekarang sudah berkembang bengkel bengkel resmi dari merk atau jenis sepeda motor itu. Sekarang konsumen dimanjakan dengan pilihan pilihan yang tentunya semua tergantung dari selera.

Biasanya untuk memancing agar konsumen servis kembali ke tempat membeli, adalah dengan pelayanan purna jual, semisal gratis servis untuk beberapa kali dan juga gratis oli. Maksudnya adalah setelah beli, ya servis kembali ke tempat dimana dia beli.

Yang menjadi kendala biasanya untuk dealer atau bengkel resmi ini ramai sekali, kalau tidak datang awal sebelum buka bisa memilih selepas siang hari karena sudah agak sepi. Jika bukan rejeki terkadang harus rela antri berlama lama dan menyediakan waktu khusus untuk servis. Kalau bekerja di rumah atau bekerja tidak ada hubungannya dengan orang lain, perusahaan atau tempat bekerja tidak menjadi masalah. Tetapi jika bekerja pada orang lain harus sedikit menyiasati, bisa datang pagi pagi sekali atau diantar saja, diberitahukan kepada petugas, apa saja yang harus diservis nanti kalau sudah selesai bisa dihubungi. Lebih enak lagi kalau kenal dan akrab dengan orang dalam, sehingga bisa di tinggal dan meminjam motor untuk dibawa ke tempat kerja.  

Bagi laki laki terlebih penyuka mesin, ada hal yang kurang nyaman atau tidak begitu disukai adalah ketika proses pengerjaan tidak bisa melihat dari dekat, hanya bisa melihat saja dari kejauhan saja. Tanpa bisa berinteraksi lebih akrab kepada penyervis, tidak bisa bertanya, apa penyebabnya, mengapa bisa begini, agar tidak begini bagaimana, solusinya bagaimana dan lain sebagainya. Makanya tidak usah heran kalau dealer itu yang servis lebih banyak yang datang adalah para wanita dan laki laki yang sudah berusia lanjut. Karena ya memang agak tertutup, jadi kalau bagi laki laki penyuka mesin ya kurang tantangan.

Kedua, adalah bengkel tidak resmi, bengkel bengkel yang dimiliki oleh perseorangan atau kelompok, disini kita bisa lebih akrab dan bisa bertanya secara jelas dan bisa melihat prosesnya dari dekat. Hanya saja untuk menemukan bengkel yang tepat agak sulit, terkadang servisnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, apa yang kita keluhkan belum tertangani secara tuntas. Kelemahannya lagi adalah terkait onderdil. Onderdil yang tersedia ada yang orisinil dan kw. Jika orisinil tidak ada permasalahan, tapi jika tidak maka akan sangat menggangu, hal tersebut saya rasakan saat diberi onderdil yang kw, seperti kiprok, yang membuat saya lebih sering ke bengkel untuk menservis motor karena kesulitan dalam menstarter motor, dalam 2 atau 3 bulan terpaksa ganti aki, ketika ke bengkel yang lain diganti kiprok yang orisinil selesai masalah.

Kemudian juga pernah mengganti seal oli yang tidak orisinil, mengakibatkan oli menyebar ke mana mana, sampai mengenai fanbelt, sehingga ketika gas di tarik hanya suara saja yang keras, tetapi daya mendorongnya lemah, padahal air pendingin penuh. Saran saya kalau servis ke bengkel yang seperti ini, pilihlah onderdil yang orisinil dan sesuai dengan jenis motornya, lebih baik mahal tetapi akan memberikan kenyamanan. Tetapi agak sulit memang. Karena dengan menjual spare part yang kw lebih menguntungkan dan menjanjikan bagi bengkel tersebut.  

Ketiga, ini yang menjadi tempat servis saya sekarang, penyervis awalnya adalah orang yang bekerja di dealer. Malam hari dan hari libur menerima servis di rumah, tentu saja sudah teruji karena bekerja di bengkel resmi. Ketika saya menemukan ketidaknyamanan dengan motor, saya ceritakan keluhan tentang motor, kemudian diberi beberapa kemungkinan, apa penyebabnya dan penyelesaiannya. Setelah itu dicek kendaraannya, sesuai tidak dengan dugaan dugaan dan akhirnya beberapa masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh bengkel biasa bisa selesai di sini. Sekarang sudah fulltime bekerja dirumah mengingat pelanggannya semakin lama semakin banyak, maka dari itu memilih resign dari tempat kerjanya.

Profesional, murah dan yang membuat saya nyaman adalah bisa diajak berdiskusi, bisa ngobrol akrab. Terlebih onderdil yang disediakan di rumah adalah orisinil, alat alat servisnya lengkap, suasananya nyaman. Hal hal tersebut yang membuat saya menyerahkan motor saya untuk diservis berulang kali, karena saya percaya dengan apa yang dilakukannya, ditambah dengan sifat teliti dan sabar, serta memberikan masukan masukan dalam merawat mesin.

Sebagai konsumen harus jeli dalam memilih bengkel, agar kendaraan bermotor kita tetap dalam kondisi yang baik dan fit untuk dipergunakan sehari-hari. Salah memilih bengkel yang kita percaya untuk menangani motor akan membuat kita tidak nyaman untuk mengendarainya, kendaraan lebih sering masuk bengkel, keluar uang lebih banyak  dan lain sebagainya. Jadi pilihlah bengkel terbaik untuk servis kendaraan anda. 

 

 

25 Juni 2022

INGIN MENGGODA ADIK SAJA

Mengantar Jemput anak ke sekolah adalah hal yang mengasikkan bagi saya, karena saya merasakan bisa lebih akrab dan intim dengan anak. Ada banyak hal yang bisa dibicarakan dalam perjalanan, dari hal hal yang remeh temeh sampai ke hal serius.

Biasanya perbincangan yang muncul adalah terkait belajar, seperti PRnya sudah dikerjakan belum, ada pelajaran yang kurang dimengerti, serta kesulitan-kesulitan lain dalam belajar. Hubungan dengan teman-temanya disekolah atau dipondok, lebih sering saya hanya memancing dengan pertanyaan dan kakak bercerita kemudian saya hanya mendengarkan saja.

2 hari lalu saya sedikit berbicara serius dengannya, terkait hubungannya dengan adik, mengapa istri dan saya lebih memperlihatkan adiknya dari pada dia sendiri. Ada beberapa hal yang saya jelaskan mengapa terlihat lebih dekat dengan adiknya, tetapi di awal sudah saya sampaikan, bahwa kami sama sama menyayangi keduanya, tidak ada yang lebih disayangi, semuanya sama. Dan saya jelaskan juga kami berusaha memberikan porsi yang sama, walaupun memang caranya berbeda.

Karena adik masih kecil dan belum dewasa, maka perlu perhatian yang lebih, misal, mandi, makan, memakai baju dan lain lain, adik belum bisa sepenuhnya mengerjakan sendiri. Sedangkankan kakak kan sudah bisa mengerjakan semuanya sendiri. Bukan berarti pilih kasih tetapi karena adik memerlukan perhatian yang lebih, jadi kakak tidak perlu cemburu kepada adik.

“Kenapa kakak sering menggoda adik, terkadang sampai menangis” tanyaku. “Ya pengin ae njarake adik”, ujar kakak. artinya hanya ingin menggoda saja. Aku hanya tersenyum simpul mendengar jawaban dari kakak. Ada sifat jahil juga kakak ini, batinku dalam hati.

Pulang sekolah hari ini, saya ajak kakak untuk beli sesuatu, bakso atau makanan apa gitu, tetapi kakak tidak mau, “minta es krim saja” katanya. Ya akhirnya kami mampir ke toko untuk membeli es krim, untuk dia sendiri, adiknya dan tak lupa untuk ibunya.

28 Mei 2022

PEDAGANG SAYUR  KELILING (ETEK)

 

Kaki melangkah perlahan menikmati kesegaran udara pagi, kesejukan terasa mengalir memenuhi tubuh. kuarahkan langkahku menuju pusat Pasar Kamulan, pandangan kuarahkan menuju sekeliling, banyak motor yang diberi srandul dan motor beroda tiga untuk tempat meletakkan barang-barang beliannya, yang nantinya akan dijual kembali.

Suasana masih pagi, namun aktivitas ekonomi sudah bergerak, paling tidak pedagang sudah mulai membuka lapaknya sejak tengah malam, jika tidak berangkat lebih awal maka akan kehilangan pembelinya. Jika kesiangan maka pasar sudah sepi.

Waktu saya kecil, pasar adalah pusat jual beli, tapi sekitar 15 – 10 tahun belakangan hal tersebut mulai berubah, seiring perubahan jaman, kesibukan dan kebutuhan, banyak orang yang lebih senang menunggu penjual yang berkeliling hasil belanjaannya dari pasar di depan rumah, tidak harus datang menuju pasar dipagi hari, kalau jarak rumahnya dekat tidak akan menjadi masalah. Tetapi jika agak jauh maka akan memerlukan waktu dan tenaga.

Jika menunggu di depan rumah, menunggu penjual yang berkeliling (istilah ngetrennya pedagang etek) tentunya akan lebih menyingkat waktu dan tenaga, segera memasaknya untuk keperluan kelurga, misal, bagi yang mempunyai anak usia sekolah, paling tidak jam 06.15 – 06.30 pagi, anak anak sudah harus sarapan pagi kemudian berangkat menuju sekolah atau bagi pekerja kantoran jam 7 pagi sudah harus berada di kantornya untuk bekerja.

Pedagang etek menjadi fenomena sendiri, rejeki tidak hanya menjadi milik pedagang yang mempunyai lapak dipasar, tetapi juga dimiliki pedagang sayur keliling (etek), semuanya simbiosis mutualisme, saling menguntungkan, demikian juga dengan konsumen yang diuntungkan dengan hanya berada di depan rumah.

Pedagang Etek adalah penghubung antara pedagang besar yang mempunyai lapak dipasar dengan konsumen, pekerjaan yang mempunyai resiko kecil karena tidak perlu menyewa lapak dipasar, tapi sudah bisa untuk menghidupi keluarga. Untuk pejualnya juga tidak hanya didominasi oleh perempuan, banyak juga laki laki yang melakukannya.  Hanya perlu datang lebih pagi untuk membeli dagangan dan kemudian menjualnya berkeliling menuju rumah rumah konsumen.

Dalam sebuah situs online saya membaca bahwa pedagang etek mulai beraktivitas pada pukul 24.00 sampai jam 03.00, untuk membeli dagangan setelah itu sudah mulai berkeliling untuk menjajakan dagangannya. Keuntungan perharinya bisa mencapai Rp. 200.000,-, jika sepi pedagang bisa membawa pulang, Rp. 50.000,-Dari sisi kesejahteraan, berdagang sayur keliling lebih menjanjikan daripada pekerjaan buruh tani ataupun pekerja pabrik, Apakah anda tertarik untuk mejadi pedagang sayur keliling (etek) ?