21 Juli 2014

Kumpulan Ceramah Ustadz Yusuf Mansur

1.   Menangis dan Tertawa 
2.   10 Kali Lipat
3.   Pengajaran Tauhid dan Akhlak Mulia Kepada Anak
4.   Mengutamakan Allah
5.   Pohon Petai Berbicara
6.   Mendambakan Keturunan
7.   Tafsir QS An Naba
8.   Ujian dan Adzab
9.   Tahajud
10. Peristiwa Qurban
11. Pengorbanan
12. QS An Naba 8
13. Mementingkan Orang Lain
14. Meraih Surga dengan Tawadhu
15. Matematika Jodoh
16. Jangan Marah
17. Tidur
18. Allah Maha Penolong
19. Merajut Silaturohim
20. Sedekah
21. Sholat Dhuha
22. QS An Naba 11
23. Bayar Hutang
24. Kebersihan
25. Matematika Hutang
26. Sholat Tepat Waktu 
27. Tafsir Qs. An Naba 12 
28. Masalah dan Kurnia 
29. Kejujuran 
30. Matematika Jodoh 2 
31. Istiqomah 
32. Tafsir Qs An Naba 13 
33. Jangan Terpenjara Waktu 
34. Menyayangi Tetangga 
35. Sedekah di Depan 
36. Konsisten Antara Amal dan Perbuatan 
37. Tafsir Qs. An Naba 14 - 16 
38. Fasiq
39. Agama adalah Nasehat 
40. Doa Menghafal Al Qur'an 
41. Pentingnya Rasa Malu 
42. Tafsir Qs. An Naba 17 - 18 
43. Taubat 
44. Ibu 
45. Percepatan
46. Tawakal 1 
47. An Naba 
48. Kapan Pertolongan Allah Datang 
49. Nongkrong Hak Jalan 
50. Sedekah  
51. Tawakal 3 Manfaat Mudharat 
52. Tafsir An Naba 27 - 30 
53. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 1
54. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 2
55. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 3
56. Tafsir Qs. An Naba 31 - 40 
57. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 4
58. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 5
59. Allah Dulu Allah Lagi Allah Terus 6
60. Segitiga Wisata Hati
61. Sholawat 1
62. Sholawat 2
63. Sholawat 3
64. Sholawat 4
65. Sholawat 5
66. Sholawat 6
67. Sholawat 7
68. Sholawat 8
69. Sholawat 9
70. Sholawat 10
71. Sholawat 11
72. Sholawat 12
73. Sholawat 13
74. Sholawat 14
75. Sholawat 15
76. Sholawat 16
77. Sholawat 17
78. Sholawat 18 
79. Luruskan Niat
80. Modal Doa
81. Penuhi Seruan Allah SWT
82. Kelengkapan Doa
83. The Art of Doa
84. Doakan Orang Lain dan Amal Sholeh
85. Berkah Ridho dan Doa Orang Tua
86. Keluarga
87. Visi dan Misi
88. 7 Prinsip Pengusaha
89. Delapan Prinsip Jadi Pengusaha 1
90. Delapan Prinsip Pengusaha 2
91. Review Doa
92. Asmaul Husna
93. Delapan Prinsip Pengusaha 3
94. Delapan Prinsip Pengusaha 4
95. Delapan Prinsip Pengusaha 5
96. Delapan Prinsip Pengusaha 6
97. Delapan Prinsip Pengusaha 7
98. Olahraga
99. Mendidik Anak
100. Dengan Berdzikir Mendorong Gerobak
101. Mengisi Waktu
102. Murotal
103. Penghalang Rejeki
104. Penghalang Rejeki 2
105. Penghalang Rejeki 3
106. Penghalang Rejeki 4
107. Penghalang Rejeki 5
108. Corporate Recovery
109. Semudah Membagi Permen
110. Doa Ibu Sebagai Obat
111. Pindah Quadran
112. Pindah Quadran Introspeksi
113. Cara Pindah Quadran
114. Quantum Changing 1
115. Quantum Changing 2
116. Quantum Changing 3
117. Quantum Changing 4
118. Goal
119. Amalan Harian Asas
120. Amalan Harian yang di buang Emasnya
121. Amalan Harian Asas 2
122. Amalan Harian Istighfar
123. Amalan Harian Allahumma Antasalam
124. Amalan Harian Allahumma Ajirna Minannar
125. Amalan Harian Wahdahu LaSarikalah
126. Amalan Harian Wahdahu LaSarikalah 2
127. Amalan Harian
128. Amalan Harian
129. Amalan Harian Wasiat Rasulullah Kepada Muadz
130. Amalan Harian Alhamdulillah Allahu Akbar 

01 Juli 2014

Menjadi Orang yang Bisa Menentukan Pilihan dan Menjadi Pemimpin

Untuk menguasai semua ilmu pengetahuan, proses belajar memang sangat menentukan. Walau sebenarnya sepintar apapun setiap orang pasti ada kelemahan atau kekurangan yang dimilikinya. Namun cara belajar efektif paling mudah sangat diperlukan. agar nantinya dapat memberikan hasil yang sangat maksimal. Apalagi bagi para pelajar, mahasiswa maupun semua orang yang sedang dalam proses belajar secara keseluruhan.

Penerapan belajar yang tepat sangat dibutuhkan, karena itu merupakan syarat utama untuk dapat meraih prestasi terbaik yang didambakan. Jadi, mulai sekarang, berusahalah untuk menerapkan belajar efektif dalam keseharian anda. Agar semuanya bisa berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Cara belajar efektif memang membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan yang serius.

Hal ini memang perlu dilakukan karena memang dalam segala hal keseriusan sangat menentukan. untuk apa kalau metode belajarnya sudah tepat, tetapi dijalani dengan mau – mau sendiri. Keberhasilan tiap orang di masa mendatang, terletak pada bagaimana Anda mau menjalankan usaha yang Anda rintis pada masa sekarang, Seberapa besar kemauan Anda untuk menjadi sukses nantinya.

Jadi sekali lagi, sebuah impian besar pasti mampu diwujudkan asalkan direncanakan dan dijalankan dengan penuh ambisi, kemauan dan keseriusan seta tanggung jawab yang besar. Seberapa bertanggung jawabkah Anda? hanya Anda yang bisa menilai diri Anda sendiri. Entah dari komentar teman atau memang Anda adalah salah seorang yang peka terhadap diri Anda.

Tanggung jawab bukan saja untuk pria ataupun wanita. Dalam hal ini memang perlu dilatih untuk semua orang dari anak kecil, remaja, sampai dewasa. Dari bertanggung jawab akan pekerjaan rumah, tugas sekolah sampai pekerjaan dan tanggung jawab Anda akan tugas kantor. Banyak cara yang bisa Anda lakukan dalam mencapai semua itu. Oleh karena itu sekali lagi jangan pernah malu untuk belajar selagi sempat dan bisa.

Mulailah dari diri sendiri dan dari hal yang paling mudah dilakukan. Jadilah orang yang bisa menentukan pilihan, jadilah seorang pemimpin untuk diri sendiri. Setelah Anda mampu memimpin diri sendiri niscaya Anda akan mampu untuk memimpin orang lain. Biasakan diri untuk mampu menentukan sikap. Seperti contoh tau benar dan mana yang salah. Tentukan pilihan. Jadilah pribadi yang dewasa sedari sekarang!



Diambil dari belajarus.com

23 April 2014

EXTRA TIME

Alhamdulillah meskipun lelah, tetapi kepuasan bisa membayangi tubuh ini.  Setelah tubuh ini diajak berkelana untuk menjelajahi kesibukan yang over dosis selama 1 bulan penuh. Selesai dari satu pekerjaan ganti dengan pekerjaan yang lain. ada banyak hal yang dipelajari, ada banyak pengalaman yang didapat, dan ada hal yang bisa dijadikan pedoman untuk melangkah suatu hari nanti.
Puncak dari kesibukan itu adalah selesainya urusan di Surabaya kemarin sore, bisa dikatakan selesai dan juga bisa dikatakan belum, karena hasilnya akan diketahui beberapa waktu ke depan.  Tapi paling tidak semua itu bisa dilalui dengan baik. Bisa menarik nafas sedikit lega, setelah menjalani dengan extra, bekerja dari pagi hingga larut malam, bahkan sampai harus pulang hari esoknya. Yah memang benar-benar extra. Bahkan sempat dalam 3 hari kondisi tubuh drop dan memaksa untuk istirahat (Alhamdulillah selama 2 tahun ini sakitnya 1 kali ini). Tetapi karena sebuah komitmen dan itu adalah kewajiban, maka kita berkewajiban untuk menyelesaikannya.
Ketika menerima sebuah pekerjaan bisa dikatakan itu adalah sebuah penghargaan untuk kita, berarti kita dipercaya oleh orang lain untuk menyelesaikannya. Dan harganya adalah mahal, maka berbahagialah ketika kita dipercaya oleh orang lain. Dan menjadi sedihlah ketika kita tidak dipercaya oleh orang lain.
Melakukan pekerjaan extra memang boleh, tetapi yang perlu diingat bahwa tubuh juga perlu istirahat, kita harus pandai-pandai dalam menjaga tubuh kita, ketika pekerjaan menuntut kita untuk segera menyelesaikannya dalam waktu dekat, kita tidak boleh melupakan kesehatan kita, menjaga pola makan, minum dan tentunya istirahat. Dan kitalah yang tahu bagaimana kondisi tubuh kita, kuatkah tubuh kita untuk diajak bekerja ? atau perlukah tubuh kita untuk istirahat?.
Diantara kesibukan yang menggunungpun kita harus bisa untuk mencuri istirahat, walaupun itu hanya sekejap mata. Boleh bekerja keras tetapi kita juga harus cerdik menyiasati waktu, mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu dan mana yang bisa sedikit ditangguhkan untuk beberapa saat. Menyiasati waktu dan memanajemeni waktu memang ada ilmunya sendiri, untungnya di waktu masih sekolah saya sudah terbiasa dengan itu, memang itu pengalaman yang amat mahal. Dan hal itu tidak bisa dibeli. Pengalaman mengikuti berbagai organisasi semasa sekolah OSIS, Pramuka (di Sekolah, Saka, Kopaska di STAIN), IPNU, Ansor merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya, dan itu amat berpengaruh terhadap cara hidupku sekarang. Dan saya merasa berhutang kepada organisasi-organisasi itu. Dari situlah saya mendapat banyak pelajaran tentang kehidupan dan bagaimana cara mengatasi permasalahan itu. Kepada anak-anak muda, pergunakanlah masa mudamu dengan sebaik-baiknya, dan engkau tidak akan menyesalinya. Good Luck..

Durenan, 23 April 2014

   




03 April 2014

KENAPA DOKTER DI NEGARA BARAT PELIT MEMBERIKAN OBAT KEPADA ANAK YANG SAKIT (PENTING UNTUK ORANGTUA) SERTA KLARIFIKASINYA

Malik tergolek lemas. Matanya sayu. Bibirnya pecah-pecah. Wajahnya kian tirus. Di mataku ia berubah seperti anak dua tahun kurang gizi. Biasanya aku selalu mendengar celoteh dan tawanya di pagi hari. Kini tersenyum pun ia tak mau. Sesekali ia muntah. Dan setiap melihatnya muntah, hatiku …tergores-gores rasanya. Lambungnya diperas habis-habisan seumpama ampas kelapa yang tak lagi bisa mengeluarkan santan. Pedih sekali melihatnya terkaing-kaing seperti itu.
Waktu itu, belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak juga ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dokter Knol namanya.
“Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection.” kata dokter tua itu.

“Ha? Just wait and see? Apa dia nggak liat anakku dying begitu?” batinku meradang. Ya…ya…aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain. Dikasih obat juga enggak! Huh! Dokter Belanda memang keterlaluan! Aku betul-betul menahan kesal.
“Obat penurun panas Dok?” tanyaku lagi.
“Actually that is not necessary if the fever below 40 C.”
Waks! Nggak perlu dikasih obat panas? Kalau anakku kenapa-kenapa memangnya dia mau nanggung? Kesalku kian membuncah.
Tapi aku tak ingin ngeyel soal obat penurun panas. Sebetulnya di rumah aku sudah memberi Malik obat penurun panas, tapi aku ingin dokter itu memberi obat jenis lain. Sudah lama kudengar bahwa dokter disini pelit obat. Karena itu aku membawa setumpuk obat-obatan dari Indonesia, termasuk obat penurun panas.
Dua hari kemudian, demam Malik tak kunjung turun dan frekuensi muntahnya juga bertambah. Aku segera kembali ke dokter. Tapi si dokter tetap menyuruhku wait and see. Pemeriksaan laboratorium baru akan dilakukan bila panas anakku menetap hingga hari ke tujuh.
“Anakku ini suka muntah-muntah juga Dok,” kataku.
Lalu si dokter menekan-nekan perut anakku. “Apakah dia sudah minum suatu obat?”
Aku mengangguk. “Ibuprofen syrup Dok,” jawabku.
Eh tak tahunya mendengar jawabanku, si dokter malah ngomel-ngomel,”Kenapa kamu kasih syrup Ibuprofen? Pantas saja dia muntah-muntah. Ibuprofen itu sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak, karena efeknya bisa mengiritasi lambung. Untuk anak-anak lebih baik beri paracetamol saja.”
Huuh! Walaupun dokter itu mengomel sambil tersenyum ramah, tapi aku betul-betul jengkel dibuatnya. Jelek-jelek begini gue lulusan fakultas kedokteran tau! Nah kalau buat anak nggak baik kenapa di Indonesia obat itu bertebaran! Batinku meradang.
Untungnya aku masih bisa menahan diri. Tapi setibanya dirumah, suamiku langsung menjadi korban kekesalanku.”Lha wong di Indonesia, dosenku aja ngasih obat penurun panas nggak pake diukur suhunya je. Mau 37 keq, 38 apa 39 derajat keq, tiap ke dokter dan bilang anakku sakit panas, penurun panas ya pasti dikasih. Sirup ibuprofen juga dikasih koq ke anak yang panas, bukan cuma parasetamol. Masa dia bilang ibuprofen nggak baik buat anak!” Seperti rentetan peluru, kicauanku bertubi-tubi keluar dari mulutku.
“Mana Malik nggak dikasih apa-apa pulak, cuma suruh minum parasetamol doang, itu pun kalau suhunya diatas 40 derajat C! Duuh memang keterlaluan Yah dokter Belanda itu!”
Suamiku menimpali, “Lho, kalau Mama punya alasan, kenapa tadi nggak bilang ke dokternya?”
Aku menarik napas panjang. “Hmm…tadi aku sudah kadung bete sama si dokter, rasanya ingin buru-buru pulang saja. Tapi…alasannya apa ya?”
Mendadak aku kebingungan. Aku akui, sewaktu praktek menjadi dokter dulu, aku lebih banyak mencontek apa yang dilakukan senior. Tiga bulan menjadi co-asisten di bagian anak memang membuatku kelimpungan dan belajar banyak hal, tapi hanya secuil-secuil ilmu yang kudapat. Persis seperti orang yang katanya travelling keliling Eropa dalam dua minggu. Menclok sebentar di Paris, lalu dua hari pergi ke Roma. Dua hari di Amsterdam, kemudian tiga hari mengunjungi Vienna. Puas beberapa hari berdiam di Berlin dan Swiss, kemudian waktu habis. Tibalah saatnya pulang lagi ke Indonesia. Tampaknya orang itu sudah keliling Eropa, padahal ia hanya mengunjungi ibukota utama saja. Masih banyak sekali negara dan kota-kota di Eropa yang belum disambanginya. Dan itu lah yang terjadi pada kami, pemuda-pemudi fresh graduate from the oven Fakultas Kedokteran. Malah kadang-kadang apa yang sudah kami pelajari dulu, kasusnya tak pernah kami jumpai dalam praktek sehari-hari. Berharap bisa memberikan resep cespleng seperti dokter-dokter senior, akhirnya kami pun sering mengintip resep ajian senior!
Setelah Malik sembuh, beberapa minggu kemudian, Lala, putri pertamaku ikut-ikutan sakit. Suara Srat..srut..srat srut dari hidungnya bersahut-sahutan. Sesekali wajahnya memerah gelap dan bola matanya seperti mau copot saat batuknya menggila. Kadang hingga bermenit-menit batuknya tak berhenti. Sesak rasanya dadaku setiap kali mendengarnya batuk. Suara uhuk-uhuk itu baru reda jika ia memuntahkan semua isi perut dan kerongkongannya. Duuh Gustiiii…kenapa tidak Kau pindahkan saja rasa sakitnya padaku Nyerii rasanya hatiku melihat rautnya yang seperti itu. Kuberikan obat batuk yang kubawa dari Indonesia pada putriku. Tapi batuknya tak kunjung hilang dan ingusnya masih meler saja. Lima hari kemudian, Lala pun segera kubawa ke huisart. Dan lagi-lagi dokter itu mengecewakan aku.
“Just drink a lot,” katanya ringan.
Aduuuh Dook! Tapi anakku tuh matanya sampai kayak mata sapi melotot kalau batuk, batinku kesal.
“Apa nggak perlu dikasih antibiotik Dok?” tanyaku tak puas.
“This is mostly a viral infection, no need for an antibiotik,” jawabnya lagi.
Ggrh…gregetan deh rasanya. Lalu ngapain dong aku ke dokter, kalo tiap ke dokter pulang nggak pernah dikasih obat. Paling enggak kasih vitamin keq! omelku dalam hati.
“Lalu Dok, buat batuknya gimana Dok? Batuknya tuh betul-betul terus-terusan,” kataku ngeyel.
Dengan santai si dokter pun menjawab,”Ya udah beli aja obat batuk Thyme syrop. Di toko obat juga banyak koq.”
Hmm…lumayan lah… kali ini aku pulang dari dokter bisa membawa obat, walau itu pun harus dengan perjuangan ngeyel setengah mati dan walau ternyata isi obat Thyme itu hanya berisi ekstrak daun thyme dan madu.
“Kenapa sih negara ini, katanya negara maju, tapi koq dokternya kayak begini.” Aku masih saja sering mengomel soal huisart kami kepada suamiku. Saat itu aku memang belum memiliki waktu untuk berintim-intim dengan internet. Jadi yang ada di kepalaku, cara berobat yang betul adalah seperti di Indonesia. Di Indonesia, anak-anakku punya langganan beberapa dokter spesialis anak. Dokter-dokter ini pernah menjadi dosenku ketika aku kuliah. Maklum, walaupun aku lulusan fakultas kedokteran, tapi aku malah tidak pede mengobati anakanakku sendiri. Dan walaupun anak-anakku hanya menderita penyakit sehari-hari yang umum terjadi pada anak seperti demam, batuk pilek, mencret, aku tetap membawa mereka ke dokter anak. Meski baru sehari, dua atau tiga hari mereka sakit, buru-buru mereka kubawa ke dokter. Tak pernah aku pulang tanpa obat. Dan tentu saja obat dewa itu, sang antibiotik, selalu ada dalam kantong plastik obatku.
Tak lama berselang putriku memang sembuh. Tapi sebulan kemudian ia sakit lagi. Batuk pilek putriku kali ini termasuk ringan, tapi hampir dua bulan sekali ia sakit. Dua bulan sekali memang lebih mendingan karena di Indonesia dulu, hampir tiap dua minggu ia sakit. Karena khawatir ada yang tak beres, lagi-lagi aku membawanya ke huisart.
“Dok anak ini koq sakit batuk pilek melulu ya, kenapa ya Dok.?
Setelah mendengarkan dada putriku dengan stetoskop, melihat tonsilnya, dan lubang hidungnya,huisart-ku menjawab,”Nothing to worry. Just a viral infection.”
Aduuuh Doook… apa nggak ada kata-kata lain selain viral infection seh! Lagilagi aku sebal.
“Tapi Dok, dia sering banget sakit, hampir tiap sebulan atau dua bulan Dok,” aku ngeyel seperti biasa.
Dokter tua yang sebetulnya baik dan ramah itu tersenyum. “Do you know how many times normally children get sick every year?”
Aku terdiam. Tak tahu harus menjawab apa. “enam kali,” jawabku asal.
“Twelve time in a year, researcher said,” katanya sambil tersenyum lebar. “Sebetulnya kamu tak perlu ke dokter kalau penyakit anakmu tak terlalu berat,” sambungnya.
Glek! Aku cuma bisa menelan ludah. Dijawab dengan data-data ilmiah seperti itu, kali ini aku pulang ke rumah dengan perasaan malu. Hmm…apa aku yang salah? Dimana salahnya? Ah sudahlah…barangkali si dokter benar, barangkali memang aku yang selama ini kurang belajar.
Setelah aku bisa beradaptasi dengan kehidupan di negara Belanda, aku mulai berinteraksi dengan internet. Suatu saat aku menemukan artikel milik Prof. Iwan Darmansjah, seorang ahli obat-obatan dari Fakultas Kedokteran UI. Bunyinya begini: “Batuk – pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 – 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 – 3 minggu selama bertahun-tahun.” Wah persis seperti yang dikatakan huisartku, batinku. Dan betul anak-anakku memang sering sekali sakit sewaktu di Indonesia dulu.
“Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya,” Lanjut artikel itu. “Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 – 3 minggu dan perlu berobat lagi.
Lingkaran setan ini: sakit –> antibiotik-> imunitas menurun -> sakit lagi, akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun.”
Hwaaaa! Rupanya ini lah yang selama ini terjadi pada anakku. Duuh…duuh..kemana saja aku selama ini sehingga tak menyadari kesalahan yang kubuat sendiri pada anak-anakku. Eh..sebetulnya..bukan salahku dong. Aku kan sudah membawa mereka ke dokter spesialis anak. Sekali lagi, mereka itu dosenku lho! Masa sih aku tak percaya kepada mereka. Dan rupanya, setelah di Belanda ‘dipaksa’ tak lagi pernah mendapat antibiotik untuk penyakit khas anak-anak sehari-hari, sekarang kondisi anak-anakku jauh lebih baik. Disini, mereka jadi jarang sakit, hanya diawal-awal kedatangan saja mereka sakit.
Kemudian, aku membaca lagi artikel-artikel lain milik prof Iwan Darmansjah. Dan di suatu titik, aku tercenung mengingat kata-kata ‘pengobatan rasional’. Lho…bukankah dulu aku juga pernah mendapatkan kuliah tentang apa itu pengobatan rasional. Hey! Lalu kemana perginya ingatan itu? Jadi, apa yang selama ini kulakukan, tidak meneliti baik-baik obat yang kuberikan pada anak-anakku, sedikit-sedikit memberi obat penurun panas, sedikit-sedikit memberi antibiotik, baru sehari atau dua hari anak mengalami sakit ringan seperti, batuk, pilek, demam, mencret, aku sudah panik dan segera membawa anak ke dokter, serta sedikit-sedikit memberi vitamin. Rupanya adalah tindakan yang sama sekali tidak rasional! Hmm… kalau begitu, sistem kesehatan di Belanda adalah sebuah contoh sistem yang menerapkan betul apa itu pengobatan rasional.
Belakangan aku pun baru mengetahui bahwa ibuprofen memang lebih efektif menurunkan demam pada anak, sehingga di banyak negara termasuk Amerika Serikat, ibuprofen dipakai secara luas untuk anakanak. Tetapi karena resiko efek sampingnya lebih besar, Belgia dan Belanda menetapkan kebijakan lain. Walaupun obat ibuprofen juga tersedia di apotek dan boleh digunakan untuk usia anak diatas 6 bulan, namun di kedua negara ini, parasetamol tetap dinyatakan sebagai obat pilihan pertama pada anak yang mengalami demam. “Duh, untung ya Yah aku nggak bilang ke huisart kita kalo aku ini di Indonesia adalah seorang dokter. Kalo iya malu-maluin banget nggak sih, ketauan begonya hehe,” kataku pada suamiku.
Jadi, bagaimana dengan para orangtua di Indonesia? Aku tak ingin berbicara terlalu jauh soal mereka-mereka yang tinggal di desa atau orang-orang yang terpinggirkan, ceritanya bisa lain. Karena kekurangan dan ketidakmampuan, untuk kasus penyakit anak sehari-hari, orang-orang desa itu malah relatif ‘terlindungi’ dari paparan obat-obatan yang tak perlu. Sementara kita yang tinggal di kota besar, yang cukup berduit, sudah melek sekolah, internet dan pengetahuan, malah kebanyakan selalu dokter-minded dan gampang dijadikan sasaran oleh perusahaan obat dan media. Batuk pilek sedikit ke dokter, demam sedikit ke dokter, mencret sedikit ke dokter. Kalau pergi ke dokter lalu tak diberi obat, biasanya kita malah ngomel-ngomel, ‘memaksa’ agar si dokter memberikan obat. Iklan-iklan obat pun bertebaran di media, bahkan tak jarang dokter-dokter ‘menjual’ obat tertentu melalui media. Padahal mestinya dokter dilarang mengiklankan suatu produk obat.
Dan bagaimana pula dengan teman-teman sejawatku dan dosen-dosenku yang kerap memberikan antibiotik dan obat-obatan yang tidak perlu pada pasien batuk, pilek, demam, mencret? Malah aku sendiri dulu pun melakukannya karena nyontek senior. Apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya? Tentu saja tidak. Biaya pengobatan membengkak, anak malah gampang sakit dan terpapar obat yang tak perlu. Belum lagi bahaya besar jelas mengancam seluruh umat manusia: superbug, resitensi antibiotik! Tapi mengapa semua itu terjadi?
Duuh Tuhan, aku tahu sesungguhnya Engkau tak menyukai sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya. Namun selama ini aku telah alpa. Sebagai orangtua, bahkan aku sendiri yang mengaku lulusan fakultas kedokteran ini, telah terlena dan tak menyadari semuanya. Aku tak akan eling kalau aku tidak menyaksikan sendiri dan tidak tinggal di negeri kompeni ini. Apalagi dengan masyarakat awam, para orangtua baru yang memiliki anak-anak kecil itu. Jadi bagaimana mengurai keruwetan ini seharusnya? Uh! Memikirkannya aku seperti terperosok ke lubang raksasa hitam. Aku tak tahu, sungguh!
Tapi yang pasti kini aku sadar…telah terjadi kesalahan paradigma pada kebanyakan kita di Indonesia dalam menghadapi anak sakit. Disini aku sering pulang dari dokter tanpa membawa obat. Aku ke dokter biasanya ‘hanya’ untuk konsultasi, memastikan diagnosa penyakit anakku dan penanganan terbaiknya, serta meyakinkan diriku bahwa anakku baik-baik saja.
Tapi di Indonesia, bukankah paradigma yang masih kerap dipegang adalah ke dokter = dapat obat? Sehingga tak jarang dokter malah tidak bisa bertindak rasional karena tuntutan pasien. Aku juga sadar sistem kesehatan di Indonesia memang masih ruwet. Kebijakan obat nasional belum berpihak pada rakyat. Perusahaan obat bebas beraksi‘ tanpa ada peraturan dan hukum yang tegas dari pemerintah. Dokter pun bebas meresepkan obat apa saja tanpa ngeri mendapat sangsi. Intinya, sistem kesehatan yang ada di Indonesia saat ini membuat dokter menjadi sulit untuk bersikap rasional.
Lalu dimana ujung pangkal salahnya? Ah rasanya percuma mencari-cari ujung pangkal salahnya. Menunjuk siapa yang salah pun tak ada gunanya. Tapi kondisi tersebut jelas tak bisa dibiarkan. Siapa yang harus memulai perubahan? Pemerintah, dokter, petugas kesehatan, perusahaan obat, tentu semua harus berubah. Namun, dalam kondisi seperti ini, mengharapkan perubahan kebijakan pemerintah dalam waktu dekat sungguh seperti pungguk merindukan bulan. Yang pasti, sebagai pasien kita pun tak bisa tinggal diam. Siapa bilang pasien tak punya kekuatan untuk merubah sistem kesehatan? Setidaknya, bila pasien ‘bergerak’, masalah kesehatan di Indonesia, utamanya kejadian pemakaian obat yang tidak rasional dan kesalahan medis tentu bisa diturunkan.
Dikutip dari buku “Smart Patient” karya dr. Agnes Tri Harjaningrum
Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=263895757016284&set=a.172674282805099.43033.100001875866018&type=1

 KLARIFIKASI
Sebetulnya sudah sejak lama saya sering mendapatkan kiriman pesan baik langsung maupun tidak langsung, baik positif atau negative, akibat cuplikan bagian I buku ‘smart patient’ (yang tentang cerita malik dan dokter Belanda berjudul ‘Dimana Salahnya’) tersebar di dunia maya tanpa bisa saya kontrol. Akibatnya selain laporan tentang dampak positifnya, timbul juga beberapa persepsi dari pembaca seperti: jadi anti antibiotic dan anti obat kimia. Saya pun menerima masukan bahwa pasien menjadikan buku saya sebagai pegangan untuk tidak percaya pada dokter, dll.

Saya akui bahwa saya salah karena telah membiarkan cuplikan bagian buku tersebut tersebar sehingga menimbulkan salah penafsiran yang ‘out of contex’, karena tidak mendapatkan pesan lengkap dari bukunya. Saya juga menyadari bahwa mungkin ada kata-kata dalam artikel tersebut (maupun dalam buku) yang terasa terlalu ‘harsh’ sehingga beberapa pihak menjadi tersinggung karenanya. Untuk itu saya mohon maaf sebesar-besarnya, sama sekali tidak ada niatan untuk menyinggung, tapi semua terjadi semata-mata karena saya masih dalam proses belajar dan belum piawai dalam menyusun kata. Namun sekali lagi, di dunia maya apapun bisa terjadi dan saya tidak bisa mengontrolnya. Mungkin ceritanya akan menjadi berbeda ketika pembaca tidak semata membaca artikel tersebut tetapi juga membaca secara lengkap isi bukunya dengan benar. Karena itu saya hanya ingin mengklarifikasi bagian yang paling penting bahwa:
Dari tulisan tersebut maupun dari buku yang saya tulis, saya sama sekali tidak pernah menganjurkan untuk menjadi anti obat kimia, anti antibiotic maupun anti dokter. Jika ada yang menafsirkan demikian, mohon maaf tolong baca selengkapnya buku saya dengan benar. Dalam tulisan saya, justru saya menekankan untuk, plis jadilah smart dan rasional, lihat evidence based, lihat apa kata penelitian, liat sumber-sumber terpercaya supaya kita tidak gampang tertipu dan salah. Dalam buku itu saya juga tidak mengatakan untuk anti dokter tapi justru, ayo, tolong, bantulah dokter dan bekerjasamalah dengan dokter. Tidak perlu minum obat kalau tidak perlu, tapi justru harus minum obat kalau memang perlu.Saya tidak menganjurkan obat-obat herbal, bekam dll, yang memang tidak ada dalam buku tersebut bukan karena saya anti terhadap obat-obatan/tindakan tersebut melainkan karena saya memang belum menemukan penelitiannya dalam literature yang saya baca dan saya tidak ingin menulis sesuatu yang saya tidak memiliki bukti medis yang bisa saya pertanggungjawabkan tentangnya. Jika pembaca ingin menganjurkan tentang herbal, bekam dan lain-lain ini kepada yang lainnya, silahkan, tidak ada yang melarang, tapi tolong jangan cantumkan artikel saya ataupun buku saya untuk mendasarinya.

Dengan klarifikasi ini saya hanya berharap semoga tulisan saya tidak disalahgunakan dan disalahtafsirkan. Saat menulis setiap bagian di buku itu, saya selalu usahakan untuk mengawalinya dengan doa dan tak berani saya menulis sebelum membaca sumber-sumber terpercaya. Meski demikian, tetap saja tulisan saya memang jauh dari sempurna karena kesempurnaan hanyalah milikNya. Karena itu sekali lagi saya mohon maaf dan juga saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, respon yang saya terima kemudian semakin menyadarkan saya akan pentingnya berhati-hati dalam menulis. Saat dalam proses penulisan buku itu, saya bergetar, saya berpikir panjang, saya butuh waktu tahunan sebelum kemudian memutuskan untuk menerbitkan buku itu, karena saya sadar bahwa konsekuensi menjadi penulis dan sebuah tulisan tidaklah gampang. Apapun yang saya tulis harus bisa dipertanggungjawabkan bagi dunia dan akhirat saya. Karena itu, tolong gunakan dan persepsikan tulisan saya sebagaimana mestinya.
Demikian klarifikasi dari saya,
Agnes Tri Harjaningrum, penulis artikel ‘Dimana Salahnya’ yang merupakan bagian dari buku Smart Patient.
Jadwal MotoGP 2014 Trans7 Live Race Dan Jam Tayang. Bagi anda pencinta dunia balap khususnya MotoGP, tentunya tidak ingin ketinggalan jadwal siaran langsung race MotoGP musim 2014. Pada beberapa bulan yang lalu FIM selaku pihak penyelenggara event, telah resmi merilis jadwal race MotoGP 2014 terbaru.

Jadwal MotoGP 2014 Trans7 Live Race Dan Jam Tayang

Di Indonesia sendiri, penayangan balapan MotoGP 2014 akan disiarkan langsung oleh stasiun tv swasta TRANS7, yang pada gelaran musim ini masih memegang kontrak hak siar. Bagi anda yang ingin mengetahui kapan saja jadwal siaran langsung race MotoGP 2014 lengkap dengan jam tayang atau waktunya akan dihelat, pantengin selalu jadwalnya yang akan selalu update hanya di Kiblat Sport.

Jadwal Siaran Langsung MotoGP 2014 Trans7
SeriTanggalSirkuitMotoGPTrans7 Live Race
0124 MaretLosailQatarSenin Dini Hari
00:00 WIB - Moto2 00:20 WIB - MotoGP 02:00 WIB
0214 AprilAmericasUSASenin Dini Hari
00:00 WIB - Moto2 00:20 WIB - MotoGP 02:00 WIB
0327 AprilTermasArgentina22:00 WIB - Moto2 22:20 WIB - MotoGP 24:00 WIB
0404 MeiJerezSpanyol17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0518 MeiLe MansPrancis17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0601 JuniMugelloItalia17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0715 JuniCatalunyaSpanyol17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0828 JuniAssenBelanda17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0913 JuliSachsenringJerman17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1010 AgustusIndianapolisUSA23:00 WIB - Moto2 23:20 WIB - MotoGP 01:00 WIB
1117 AgustusBrnoCeko17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1231 AgustusSilverstoneInggris17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1314 SeptemberMisanoItalia17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1428 SeptemberAragonSpanyol17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1512 OktoberMotegiJepang10:00 WIB - Moto2 10:20 WIB - MotoGP 12:00 WIB
1619 OktoberPhillip IslandAustralia10:00 WIB - Moto2 10:20 WIB - MotoGP 12:00 WIB
1726 OktoberSepangMalaysia13:00 WIB - Moto2 13:20 WIB - MotoGP 15:00 WIB
1809 NopemberValenciaSpanyol18:00 WIB - Moto2 18:20 WIB - MotoGP 20:00 WIB

Jadwal MotoGP 2014 Trans7 Live Race Dan Jam Tayang diatas sewaktu-waktu dapat berubah menurut kebijakan FIM dan race direction juga Trans7 selaku pihak penyelenggara serta pihak penyiaran MotoGP 2014 yang resmi. - See more at: http://kiblatsport.blogspot.com/2014/03/jadwal-motogp-2014-trans7-live-race.html#sthash.XoOFtXBJ.dpuf
Jadwal MotoGP 2014 Trans7 Live Race Dan Jam Tayang. Bagi anda pencinta dunia balap khususnya MotoGP, tentunya tidak ingin ketinggalan jadwal siaran langsung race MotoGP musim 2014. Pada beberapa bulan yang lalu FIM selaku pihak penyelenggara event, telah resmi merilis jadwal race MotoGP 2014 terbaru.

Jadwal MotoGP 2014 Trans7 Live Race Dan Jam Tayang

Di Indonesia sendiri, penayangan balapan MotoGP 2014 akan disiarkan langsung oleh stasiun tv swasta TRANS7, yang pada gelaran musim ini masih memegang kontrak hak siar. Bagi anda yang ingin mengetahui kapan saja jadwal siaran langsung race MotoGP 2014 lengkap dengan jam tayang atau waktunya akan dihelat, pantengin selalu jadwalnya yang akan selalu update hanya di Kiblat Sport.

Jadwal Siaran Langsung MotoGP 2014 Trans7
SeriTanggalSirkuitMotoGPTrans7 Live Race
0124 MaretLosailQatarSenin Dini Hari
00:00 WIB - Moto2 00:20 WIB - MotoGP 02:00 WIB
0214 AprilAmericasUSASenin Dini Hari
00:00 WIB - Moto2 00:20 WIB - MotoGP 02:00 WIB
0327 AprilTermasArgentina22:00 WIB - Moto2 22:20 WIB - MotoGP 24:00 WIB
0404 MeiJerezSpanyol17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0518 MeiLe MansPrancis17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0601 JuniMugelloItalia17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0715 JuniCatalunyaSpanyol17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0828 JuniAssenBelanda17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0913 JuliSachsenringJerman17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1010 AgustusIndianapolisUSA23:00 WIB - Moto2 23:20 WIB - MotoGP 01:00 WIB
1117 AgustusBrnoCeko17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1231 AgustusSilverstoneInggris17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1314 SeptemberMisanoItalia17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1428 SeptemberAragonSpanyol17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1512 OktoberMotegiJepang10:00 WIB - Moto2 10:20 WIB - MotoGP 12:00 WIB
1619 OktoberPhillip IslandAustralia10:00 WIB - Moto2 10:20 WIB - MotoGP 12:00 WIB
1726 OktoberSepangMalaysia13:00 WIB - Moto2 13:20 WIB - MotoGP 15:00 WIB
1809 NopemberValenciaSpanyol18:00 WIB - Moto2 18:20 WIB - MotoGP 20:00 WIB

Jadwal MotoGP 2014 Trans7 Live Race Dan Jam Tayang diatas sewaktu-waktu dapat berubah menurut kebijakan FIM dan race direction juga Trans7 selaku pihak penyelenggara serta pihak penyiaran MotoGP 2014 yang resmi. - See more at: http://kiblatsport.blogspot.com/2014/03/jadwal-motogp-2014-trans7-live-race.html#sthash.XoOFtXBJ.dpuf
Jadwal MotoGP 2014 Trans7 Live Race Dan Jam Tayang. Bagi anda pencinta dunia balap khususnya MotoGP, tentunya tidak ingin ketinggalan jadwal siaran langsung race MotoGP musim 2014. Pada beberapa bulan yang lalu FIM selaku pihak penyelenggara event, telah resmi merilis jadwal race MotoGP 2014 terbaru.

Jadwal MotoGP 2014 Trans7 Live Race Dan Jam Tayang

Di Indonesia sendiri, penayangan balapan MotoGP 2014 akan disiarkan langsung oleh stasiun tv swasta TRANS7, yang pada gelaran musim ini masih memegang kontrak hak siar. Bagi anda yang ingin mengetahui kapan saja jadwal siaran langsung race MotoGP 2014 lengkap dengan jam tayang atau waktunya akan dihelat, pantengin selalu jadwalnya yang akan selalu update hanya di Kiblat Sport.

Jadwal Siaran Langsung MotoGP 2014 Trans7
SeriTanggalSirkuitMotoGPTrans7 Live Race
0124 MaretLosailQatarSenin Dini Hari
00:00 WIB - Moto2 00:20 WIB - MotoGP 02:00 WIB
0214 AprilAmericasUSASenin Dini Hari
00:00 WIB - Moto2 00:20 WIB - MotoGP 02:00 WIB
0327 AprilTermasArgentina22:00 WIB - Moto2 22:20 WIB - MotoGP 24:00 WIB
0404 MeiJerezSpanyol17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0518 MeiLe MansPrancis17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0601 JuniMugelloItalia17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0715 JuniCatalunyaSpanyol17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0828 JuniAssenBelanda17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
0913 JuliSachsenringJerman17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1010 AgustusIndianapolisUSA23:00 WIB - Moto2 23:20 WIB - MotoGP 01:00 WIB
1117 AgustusBrnoCeko17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1231 AgustusSilverstoneInggris17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1314 SeptemberMisanoItalia17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1428 SeptemberAragonSpanyol17:00 WIB - Moto2 17:20 WIB - MotoGP 19:00 WIB
1512 OktoberMotegiJepang10:00 WIB - Moto2 10:20 WIB - MotoGP 12:00 WIB
1619 OktoberPhillip IslandAustralia10:00 WIB - Moto2 10:20 WIB - MotoGP 12:00 WIB
1726 OktoberSepangMalaysia13:00 WIB - Moto2 13:20 WIB - MotoGP 15:00 WIB
1809 NopemberValenciaSpanyol18:00 WIB - Moto2 18:20 WIB - MotoGP 20:00 WIB

Jadwal MotoGP 2014 Trans7 Live Race Dan Jam Tayang diatas sewaktu-waktu dapat berubah menurut kebijakan FIM dan race direction juga Trans7 selaku pihak penyelenggara serta pihak penyiaran MotoGP 2014 yang resmi. - See more at: http://kiblatsport.blogspot.com/2014/03/jadwal-motogp-2014-trans7-live-race.html#sthash.XoOFtXBJ.dpuf

25 Maret 2014

Hardware dan Software

Hardware

Hardware adalah unsur penyusun computer yang dapat kita sentuh karena merupakan peralatan yang berupa fisik yaitu alat elektronik & mekanik.
HARDWARE : Peralatan pisik dari komputer itu sendiri. Peralatan yang secara pisik dapat dilihat, dipegang, ataupun dipindahkan.

Jenis Hardware

Input : Proses memasukan data ke dalam proses komputer melalui alat input (input device)
Processing : Proses pengolahan data dengan alat pemroses (processing device) yang berupa proses menghitung,membandingkan, mengklasifikasikan,mengurutkan, mengendalikan, atau mencari di storage
Output : Proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data dengan menggunakan alat output (output device), yaitu berupa informasi

Contoh Macam2 hardware

Motherboard

Pusat pengendali yang mengatur kerja dari semua komponen yang terpasang padanya. Mengatur pemberian daya listrik pada setiap komponen PC.

Lalu lintas data semuanya diatur oleh motherboard, mulai dari peranti peyimpanan (harddisk, CD-ROM), peranti masukan data (keyboard, mouse, scanner), atau printer untuk mencetak. merupakan ruang simpan utama dalam sebuah computer. Di situlah seluruh sistem operasi dan mekanisme kerja kantor dijalankan, setiap data dan informasi disimpan

Hardisk
merupakan ruang simpan utama dalam sebuah computer. Di situlah seluruh sistem operasi dan mekanisme kerja kantor dijalankan, setiap data dan informasi disimpan

RAM
Fungsi RAM ( Random Access Memory)

Yang disebut memory pada PC, sebetulnya mengacu pada RAM (Random Access Memory). Sebuah komputer membutuhkan RAM untuk menyimpan data dan instruksi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah perintah (task). Data ataupun instruksi yang tersedia pada RAM memungkinkan processor atau CPU (Central Processing Unit) untuk mengaksesnya dengan cepat.


VGA (Video Grafik Adapter)

Software adalah unsur penyusun computer yang tidak dapat kita sentuh karena berupa perintah untuk mengatur computer.


SOFTWARE : suatu prosedur peng-operasian dari komputer itu sendiri ataupun berbagai prosedur dalam hal pemrosesan data yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sistem Operasi adalah software yang bertugas mengontrol dan mengkoordinasikan pengunaan hardware untuk berbagai Aplikasi untuk bermacam-macam pengguna.
Program Aplikasi adalah software yang menentukan bagaimana sumber daya digunakan untuk menyelesaikan masalah
Vga itu mengubah sinyal digital dari komputerdan di tampilka secara grafik di layer monitor kita …vga juga alat yang berguna untuk memproses semua data khususnay Image dan Video….VGA juga memilki Chipset dan Ram sendiri sehingga tidak mengambil dari ram utama…semakin besar ram yang di VGA semakin bagus Image dan Video yang di tampilkan oleh computer ke layer monitor....

2. SOFTWARE

Software adalah unsur penyusun computer yang tidak dapat kita sentuh karena berupa perintah untuk mengatur computer.
SOFTWARE : suatu prosedur peng-operasian dari komputer itu sendiri ataupun berbagai prosedur dalam hal pemrosesan data yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sistem Operasi adalah software yang bertugas mengontrol dan mengkoordinasikan pengunaan hardware untuk berbagai Aplikasi untuk bermacam-macam pengguna.
Program Aplikasi adalah software yang menentukan bagaimana sumber daya digunakan untuk menyelesaikan masalah

3. BRAINWARE

Brainware adalah unsur dimana yang berasal dari akal manusia. Maksudnya, bila tidak ada manusia computer tidak bisa digunakan.
BRAINWARE : orang-orang yang bekerja secara langsung dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu, ataupun orang-orang yang tidak bekerja secara langsung menggunakan komputer, tetapi menerima hasil kerja dari komputer yang berbentuk laporan .
System Analyst : orang yang bertugas mempelajari, menganalisa, merancang dan membentuk suatu system / prosedur pengolahan data secara elektronik berdasarkan aplikasi yang dipesan oleh pemakai jasa komputer.
Programmer : yang bertugas di dalam data processing programming berdasarkan program spesialisasi
Operator : yang bertugas mempersiapkan komputer utk memproses suatu program mulai dari menghidupkan komputer, menjalankan komputer (mengoperasikan program-program komputer / aplikasi komputer)

PERIPHERAL

Periferal merupakan semua peralatan yang terhubung dengan komputer
Berdasarkan kegunaannya
1. Periferal utama (main peripheral) yaitu peralatan yang harus ada dalam mengoperasikan komputer. Contoh periferal utama yaitu: monitor, keyboard dan mouse.
2. Periferal pendukung (auxillary peripheral) yaitu peralatan yang tidak mesti ada dalam mengoperasikan komputer tetapi diperlukan untuk kegiatan tertentu. Contohnya yaitu: printer, scanner, modem, web cam dan lain-lain

Berdasarkan proses kerjanya dalam mendukung pengoperasian komputer
1. Perangkat masukan (input), adalah perangkat yang digunakan untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Perangkat tersebut antara lain keyboard, mouse, scanner, digitizer, kamera digital, microphone, dan periferal lainnya
2. Perangkat keluaran (output), adalah peralatan yang kita gunakan untuk menampilkan hasil pengolahan data atau perintah yang dilakukan oleh komputer. Perangkat tersebut antara lain monitor, printer, plotter, speaker, dan lain lainnya

Untuk menghubungkan perangkat input dan perangkat output ke komputer dengan menghubungkan dengan kabel ke port yang ada di komputer. Berikut ini gambar port-port yang ada di komputer untuk menghubungkan ke konektor periferal.
1. Port PS/2
2. Port USB
3. Port Serial
4. Port Paralel

21 Maret 2014

Mengajari Anak Mencintai Membaca

Pagi ini sekitar jam 6 pagi, kupacu sepeda motorku menuju IAIN Tulungagung, sudah sekitar 2 bulanan ini aku tidak menuju kesana untuk bermain badminton, pertama karena jaraknya lumayan jauh sekitar 20 menitan perjalanan, yang kedua adalah semakin lama semakin sedikit yang ikut bermain, kalau dulu bisa main 2 kali, sekarang jarang bisa melakukannya.
Bertemu kembali dengan Pak Teguh, Pak Aibak, Pak Rifai, Pak Is, Komari, di tambah lagi dengan beberapa orang, Ustad Nuryani, Pak Abad, dll. Lumayan setelah main 2 kali tubuh ini dibanjiri oleh keringat.
Setelah selesai permainan atau game yang pertama sempat berbincang-bincang dengan Ustadz Nuryani, ketika masih menjadi mahasiswa beliau adalah dosenku, dosen untuk mata kuliah Bahasa Arab. Sudah lama sekali tidak bertemu dengan ustad Nuryani, secara tidak sengaja kita berbincang-bincang tentang anak, beliau mengungkapkan ketika mendidik anak haruslah benar-benar bersungguh dan penuh perhatian. Juga bercerita bagaimana istrinya yang saat itu mengajar di 2 sekolah harus berhenti mengajar di 1 sekolahnya, hanya mengajar di satu tempat itupun hanya 1 hari, saat beliau tidak mengajar di kampus.
Beliau menceritakan bagaimana upaya beliau bagaimana mengajari anak untuk mencintai membaca dan mencintai buku, ketika mengaji anak diletakkan di dekat atau dipangku istilah jawanya,  meskipun saat itu belum bisa membaca, kemudian disudut sudut  ruang diletakkan buku, jadi dimana-mana dirumah ada bukunya, meskipun ada boneka tetapi letaknya di kamar tidur saja. Jadi, kata beliau disini adalah memberi contoh dan tauladan kepada anak secara langsung. Sehingga anak akan mencintai membaca dan buku. Sampai-sampai di rumah beliau tidak ada TV, sehingga anak akan fokus terhadap sekitarnya yang kesemuanya dipenuhi dengan buku-buku. Karena dengan anak mencintai membaca, maka orangtua akan mudah untuk mengarahkannya.  
Sekarang anak beliau yang pertama sudah duduk di kelas 5, mengenai prestasi anak beliau itu sering rangking 1 atau ke kedua. Semoga bisa belajar dari beliau.
Utara alun alun Tulungagung
21 Maret 2014

18 Maret 2014

Menciptakan Kebanggaan

Kusibak kabut pagi dengan deru motorku, sering kuusap kaca helmku biar pandanganku tidak kabur, tidak seperti biasanya memang pagi ini kabut begitu pekat sehingga agak menghalagi pandangan mataku, sehingga aku tidak berani memacu motorku agak kencang. Kalau biasanya kecepatanku sekitar 80 km/jam,  kali ini hanya sekitar 40 km/jam.
Rasa capek masih menyergap tubuhku, karena tadi malam sampai di Kampus sekitar jam 12 malam, tetapi rasa capek itu tidak mengurangi semangatku untuk melakukan aktivitas hari ini, dalam perjalanan kemarin banyak hal yang bisa aku pelajari, banyak hal yang bisa memunculkan ide-ide kreatif apa yang harus ku kerjakan selama beberapa waktu ke depan.
Memang seperti itulah setiap perjalanan yang kulakukan pasti akan memunculkan ide-ide dan hal-hal baru, karena perjalanan bagiku adalah keluar dari kebiasaan sehari-hari yang selalu membelenggu kreativitas kita untuk mengerjakan sesuatu. Karena ada batasan jam dan waktu. Jam 6.00 pagi misalnya harus berangkat ke tempat kerja dan itu menempuh jarak lebih dari 30 km.  Jam 1.30 siang aku harus meluncur lagi ke tempat yang berbeda untuk melakukan aktivitas menempuh jarak 15 km. tetapi sampai saat ini aku bisa menikmati itu semua, bahwa itulah bagian dari perjalanan hidupku, bahwa dengan aktivitas yang aku jalani ini adalah sebuah proses untuk mencapai apa yang kuinginkan untuk mencapai apa yang aku cita-citakan.
Resiko tidak selalu bisa di dekat dengan istri dan anak,  menjadi sebuah handicap tersendiri, tetapi memang hal itu harus dilakukan. Ingin mencapai sesuatu memang perlu sebuah pengorbanan, tetapi aku berusaha menebusnya diwaktu-waktu tertentu untuk bisa membuat mereka tersenyum dan tertawa dengan kebersamaan sebagai sebuah keluarga.
Senin 17 Maret 2014, kalau biasanya hanya bisa memandang Pak Dr. H. Suryadarma Ali yang sekarang menjabat sebagai Menteri Agama lewat Televisi, hari ini bisa langsung bertatap muka dengan beliau di Hotel Utami Sidoarjo dalam sebuah acara yang diadakan Kopertais Wilayah IV Surabaya. 
Dalam pidatonya beliau mengungkapkan bahwa beliau belum merasa puas dengan Pendidikan Islam, meskipun sudah melakukan perubahan-perubahan yang menuju perbaikan. Beliau juga menyampaikan hendaknya diadakan suatu Rakornas Pendidikan Islam yang bisa memunculkan cetak biru perjalanan Pendidikan Islam tahun 2014 -2025. Sehingga kita bisa mengetahui kemana Pendidikan Islam diarahkan. Kepada para hadirin, beliau juga menyampaikan bahwa kita harus tahu kualitas apa yang ingin dicapai, jadi kita tidak hanya bangga dengan apa yang telah kita capai tetapi juga bisa menciptakan kebanggaan-kebangaan baru.

Sebuah Catatan di pagi yang hangat

Durenan 18 Maret 2014 .

11 Maret 2014

Penjadwalan CPU

Penjadwalan CPU adalah pemilihan proses dari antrian ready untuk dapat dieksekusi. Penjadwalan CPU merupakan konsep dari multiprogramming, dimana CPU digunakan secara bergantian untuk proses yang berbeda. Suatu proses terdiri dari dua siklus yaitu Burst I/O dan Burst CPU yang dilakukan bergantian hingga proses selesai. Penjadwalan CPU mungkin dijalankan ketika proses:

    running ke waiting time
    running ke ready state
    waiting ke ready state
    terminates

Proses 1 dan 4 adalah proses Non Preemptive, dimana proses tersebut tidak bisa di- interrupt, sedangkan 2 dan 3 adalah proses Preemptive, dimana proses boleh di interrupt.
Pada saat CPU menganggur, maka sistem operasi harus menyeleksi proses-proses yang ada di memori utama (ready queue) untuk dieksekusi dan mengalokasikan CPU untuk salah satu dari proses tersebut. Seleksi semacam ini disebut dengan shortterm scheduler (CPU scheduler).

Komponen yang lain dalam penjadwalan CPU adalah dispatcher, Dispatcher adalah suatu modul yang akan memberikan kontrol pada CPU terhadap penyeleksian proses yang dilakukan selama short-term scheduling . Waktu yang diperlukan oleh dispatcher untuk menghentikan suatu proses dan memulai proses yang lain disebut dengan dispatch latency.

Jika dalam suatu proses Burst CPU jauh lebih besar daripada Burst I/O maka disebut CPU Bound. Demikian juga sebaliknya disebut dengn I/O Bound.

1. Penjadwalan Preemptive

Penjadwalan Preemptive mempunyai arti kemampuan sistem operasi untuk memberhentikan sementara proses yang sedang berjalan untuk memberi ruang kepada proses yang prioritasnya lebih tinggi. Penjadwalan ini bisa saja termasuk penjadwalan proses atau I/O. Penjadwalan Preemptive memungkinkan sistem untuk lebih bisa menjamin bahwa setiap proses mendapat sebuah slice waktu operasi. Dan juga membuat sistem lebih cepat merespon terhadap event dari luar (contohnya seperti ada data yang masuk) yang membutuhkan reaksi cepat dari satu atau beberapa proses. Membuat penjadwalan yang Preemptive mempunyai keuntungan yaitu sistem lebih responsif daripada sistem yang memakai penjadwalan Non Preemptive.

Dalam waktu-waktu tertentu, proses dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori: proses yang memiliki Burst M/K yang sangat lama disebut I/O Bound, dan proses yang memiliki Burst CPU yang sangat lama disebut CPU Bound. Terkadang juga suatu sistem mengalami kondisi yang disebut busywait, yaitu saat dimana sistem menunggu request input(seperti disk, keyboard, atau jaringan). Saat busywait tersebut, proses tidak melakukan sesuatu yang produktif, tetapi tetap memakan resource dari CPU. Dengan penjadwalan Preemptive, hal tersebut dapat dihindari.

Dengan kata lain, penjadwalan Preemptive melibatkan mekanisme interupsi yang menyela proses yang sedang berjalan dan memaksa sistem untuk menentukan proses mana yang akan dieksekusi selanjutnya.

Lama waktu suatu proses diizinkan untuk dieksekusi dalam penjadwalan Preemptive disebut time slice/quantum. Penjadwalan berjalan setiap satu satuan time slice untuk memilih proses mana yang akan berjalan selanjutnya. Bila time slice terlalu pendek maka penjadwal akan memakan terlalu banyak waktu proses, tetapi bila time slice terlau lama maka memungkinkan proses untuk tidak dapat merespon terhadap event dari luar secepat yang diharapkan.

2. Penjadwalan Non Preemptive

Penjadwalan Non Preemptive ialah salah satu jenis penjadwalan dimana sistem operasi tidak pernah melakukan context switch dari proses yang sedang berjalan ke proses yang lain. Dengan kata lain, proses yang sedang berjalan tidak bisa di- interupt.

Penjadwalan Non Preemptive terjadi ketika proses hanya:

1. Berjalan dari running state sampai waiting state.

2. Dihentikan.

Ini berarti CPU menjaga proses sampai proses itu pindah ke waiting state ataupun dihentikan (proses tidak diganggu). Metode ini digunakan oleh Microsoft Windows 3.1 dan Macintosh. Ini adalah metode yang dapat digunakan untuk platforms hardware tertentu, karena tidak memerlukan perangkat keras khusus (misalnya timer yang digunakan untuk meng interupt pada metode penjadwalan Preemptive).

    Shortest Job First (SJF)

Pendekatan  SJF berbeda dengan FCFS, algoritma SJF tergantung dengan panjang proses yang ada pada queue. Ketika CPU akan melakukan  proses, CPU akan memilik proses dengan CPU burst paling kecil. SJF dapat bekerja dengan mode preemptive maupun non-preemptive.

2. Round Robin (RR)

Round Robin hampir mirip dengan FCFS akan tetapi terdapat proses perpindahan antar proses dimana satu proses melakukan interupsi terhadap proses yang lainnya atau disebut juga dengan preemptive. Proses preemptive dengan menggunakan time quantum atau time slice.

Dengan time slice sebesar 4 ms, penjadwalan yang terjadi adalah sebagai berikut:
P1 mendapatkan kesempatan pada 4 ms (time slice) pertama, karena P1 > time slice maka P1 hanya akan diproses selama time slice, sisa P1 sebesar P1 – time slice akan di preemptive-kan. Selanjutnya penjadwalan akan beralih ke P2, karena P2 < time slice maka P2 diproses hingga selesai, setelah itu penjadwalan beralih ke P3 dan seterusnya.

Waiting Time P1 = 0 + (10 – 4) = 6
Waiting Time P2 = 4
Waiting Time P3 = 7
Average Waiting Time = (6 + 4 + 7 )/3 = 5.66 ms

Pada algoritma RR, tidak ada proses yang dikerjakan dalam satu waktu lebih dari time slice yang disediakan. Jika terdapat n proses pada queue dengan time slice sebesar q, maka setiap proses akan mendapatkan waktu 1/n dengan masing-masing proses sebesar q .Setiap proses akan menunggu setidaknya sebanyak (n-1)x q untuk proses selanjutnya. Sebagai contoh terdapat 5 proses dengan time slice sebesar 20 ms maka masing-masing proses akan mendapatkan waktu sebanyak 20 ms setiap 100 ms.

Performance dari RR tergantung pada ukuran time slice. Jika time slice terlalu besar maka RR akan sama atau mendekati performance FCFS. Akan tetapi jika time slice kecil maka muncul problem context switch yang terlalu banyak, yaitu proses perpindahan dari satu proses ke proses lain yang akan menimbulkan permasalahan. Hal ini terjadi karena perbedaan kecepatan processor dan memori, dengan terjadinya perpindahan yang terlalu sering proses pembacaan CPU ke memori dan sebaliknya akan membebani sistem.

19 Februari 2014

Deadlock

Deadlock adalah keadaan dimana 2 atau lebih proses saling menunggu meminta resources untuk waktu yang tidak terbatas lamanya. Analoginya seperti pada kondisi jalan raya dimana terjadi kemacetan parah. Deadlock adalah efek samping dari sinkronisasi, dimana satu variabel digunakan oleh 2 proses. Deadlock bisa digambarkan sebagai berikut :

Kejadian Deadlock selalu tidak lepas dari sumber daya, bahwa hampir seluruhnya merupakan masalah sumber daya yang digunakan bersama-sama. Oleh karena itu, kita juga perlu tahu tentang jenis sumber daya, yaitu: sumber daya dapat digunakan lagi berulang-ulang dan sumber daya yang dapat digunakan dan habis dipakai atau dapat dikatakan sumber daya sekali pakai.
Sumber daya ini tidak habis dipakai oleh proses mana pun.Tetapi setelah proses berakhir, sumber daya ini dikembalikan untuk dipakai oleh proses lain yang sebelumnya tidak kebagian sumber daya ini. Contohnya prosesor, Channel I/O, disk, semaphore. Contoh peran sumber daya jenis ini pada terjadinya Deadlock ialah misalnya sebuah proses memakai disk A dan B, maka akan terjadi Deadlock jika setiap proses sudah memiliki salah satu disk dan meminta disk yang lain. Masalah ini tidak hanya dirasakan oleh pemrogram tetapi oleh seorang yang merancang sebuah sistem operasi. Cara yang digunakan pada umumnya dengan cara memperhitungkan dahulu sumber daya yang digunakan oleh proses-proses yang akan menggunakan sumber daya tersebut. Contoh lain yang menyebabkan Deadlock dari sumber yang dapat dipakai berulang-ulang ialah berkaitan dengan jumlah proses yang memakai memori utama.Ada empat kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya deadlock. Keempat kondisi tersebut tidak dapat berdiri sendiri, namun saling mendukung.
1. Mutual exclusion. Hanya ada satu proses yang boleh memakai sumber daya, dan proses lain yang ingin memakai sumber daya tersebut harus menunggu hingga sumber daya tadi dilepaskan atau tidak ada proses yang memakai sumber daya tersebut.
2. Hold and wait. Proses yang sedang memakai sumber daya boleh meminta sumber daya lagi maksudnya menunggu hingga benar-benar sumber daya yang diminta tidak dipakai oleh proses lain, hal ini dapat menyebabkan kelaparan sumber daya sebab dapat saja sebuah proses tidak mendapat sumber daya dalam waktu yang lama.
3. No preemption. Sumber daya yang ada pada sebuah proses tidak boleh diambil begitu saja oleh proses lainnya. Untuk mendapatkan sumber daya tersebut, maka harus dilepaskan terlebih dahulu oleh proses yang memegangnya, selain itu seluruh proses menunggu dan mempersilahkan hanya proses yang memiliki sumber daya yang boleh berjalan.
4. Circular wait. Kondisi seperti rantai, yaitu sebuah proses membutuhkan sumber daya yang dipegang proses berikutnya.

    STRATEGI MENGATASI DEADLOCK :

Add beberapa cara untuk menanggulangi terjadinya deadlock, diantaranya adalah:

a. Mengabaikan masalah deadlock.
b. Mendeteksi dan memperbaiki
c. Penghindaran yang terus menerus dan pengalokasian yang baik dengan menggunakan protokol untuk memastikan sistem tidak pernah memasuki keadaan deadlock. Yaitu dengan deadlock avoidance sistem untuk mendata informasi tambahan tentang proses mana yang akan meminta
dan menggunakan sumber daya.
d. Pencegahan yang secara struktur bertentangan dengan empat kondisi terjadinya deadlock dengan deadlock prevention sistem untuk memastikan bahwa salah satu kondisi yang penting tidak dapat menunggu.

    MENGABAIKAN MASALAH DEADLOCK

Untuk memastikan sistem tidak memasuki deadlock, sistem dapat menggunakan pencegahan deadlock atau penghindaran deadlock. Penghindaran deadlock membutuhkan informasi tentang sumber daya yang mana yang akan suatu proses meminta dan berapa lama akan digunakan. Dengan informasi tersebut dapat diputuskan apakah suatu proses harus menunggu atau tidak. Hal ini disebabkan oleh keberadaan sumber daya, apakah ia sedang digunakan oleh proses lain atau tidak.
Metode ini lebih dikenal dengan Algoritma Ostrich. Dalam algoritma ini dikatakan bahwa untuk menghadapi Deadlock ialah dengan berpura-pura bahwa tidak ada masalah apa pun. Hal ini seakan akan melakukan suatu hal yang fatal, tetapi sistem operasi Unix menanggulangi Deadlock dengan cara ini dengan tidak mendeteksi Deadlock dan membiarkannya secara otomatis ematikan program sehingga seakan-akan tidak terjadi apa pun. Jadi jika terjadi Deadlock, maka tabel akan penuh, sehingga proses yang menjalankan proses melalui operator harus menunggu pada waktu tertentu dan mencoba lagi.

    MENDETEKSI DAN MEMPERBAIKI

Caranya ialah dengan cara mendeteksi jika terjadi deadlock pada suatu proses maka dideteksi sistem mana yang terlibat di dalamnya. Setelah diketahui sistem mana saja yang terlibat maka diadakan proses untuk memperbaiki dan menjadikan sistem berjalan kembali.

Jika sebuah sistem tidak memastikan deadlock akan terjadi, dan juga tidak didukung dengan pendeteksian deadlock serta pencegahannya, maka kita akan sampai pada kondisi deadlock yang dapat berpengaruh terhadap performance sistem karena sumber daya tidak dapat digunakan oleh proses sehingga proses-proses yang lain juga terganggu. Akhirnya sistem akan berhenti dan harus direstart.

Hal-hal yang terjadi dalam mendeteksi adanya Deadlock adalah:
• Permintaan sumber daya dikabulkan selama memungkinkan.
• Sistem operasi memeriksa adakah kondisi circular wait secara periodik.
• Pemeriksaan adanya deadlock dapat dilakukan setiap ada sumber daya yang hendak digunakan
oleh sebuah proses.
• Memeriksa dengan algoritma tertentu.

Ada beberapa jalan untuk kembali dari Deadlock, yaitu:

    LEWAT PREEMPTION

Dengan cara untuk sementara waktu menjauhkan sumber daya dari pemakainya, dan  memberikannya pada proses yang lain. Ide untuk memberi pada proses lain tanpa diketahui oleh pemilik dari sumber daya tersebut tergantung dari sifat sumber daya itu sendiri. Perbaikan dengan cara ini sangat sulit atau dapat dikatakan tidak mungkin. Cara ini dapat dilakukan dengan  memilih korban yang akan dikorbankan atau diambil sumber dayanya untuk sementara, tentu saja harus dengan perhitungan yang cukup agar waktu yang dikorbankan seminimal mungkin. Setelah kita melakukan preemption dilakukan pengkondisian proses tersebut dalam kondisi aman. Setelah itu proses dilakukan lagi dalam kondisi aman tersebut.

    LEWAT MELACAK KEMBALI

Setelah melakukan beberapa langkah preemption, maka proses utama yang diambil sumber dayanya akan berhenti dan tidak dapat melanjutkan kegiatannya, oleh karena itu dibutuhkan langkah untuk kembali pada keadaan aman dimana proses masih berjalan dan memulai proses lagi dari situ. Tetapi untuk beberapa keadaan sangat sulit menentukan kondisi aman tersebut, oleh karena itu umumnya dilakukan cara mematikan program tersebut lalu memulai kembali proses. Meski pun sebenarnya lebih efektif jika hanya mundur beberapa langkah saja sampai deadlock tidak terjadi lagi. Untuk beberapa sistem mencoba dengan cara mengadakan pengecekan beberapa kali secara periodik dan menandai tempat terakhir kali menulis ke disk, sehingga saat terjadi deadlock dapat mulai dari tempat terakhir penandaannya berada.

    MEMATIKAN PROSES YANG MENYEBABKAN DEADLOCK

Cara yang paling umum ialah mematikan semua proses yang mengalami deadlock. Cara ini paling umum dilakukan dan dilakukan oleh hampir semua sistem operasi. Namun, untuk beberapa sistem, kita juga dapat mematikan beberapa proses saja dalam siklus deadlock untuk menghindari deadlock dan mempersilahkan proses lainnya kembali berjalan. Atau dipilih salah satu korban untuk melepaskan sumber dayanya, dengan cara ini maka masalah pemilihan korban menjadi lebih selektif, sebab telah diperhitungkan beberapa kemungkinan jika si proses harus melepaskan sumber dayanya.

Kriteria pemilihan korban ialah:
• Yang paling jarang memakai prosesor
• Yang paling sedikit hasil programnya
• Yang paling banyak memakai sumber daya sampai saat ini
• Yang alokasi sumber daya totalnya tersedkit
• Yang memiliki prioritas terkecil

    MENGHINDARI DEADLOCK

Pada sistem kebanyakan permintaan terhadap sumber daya dilakukan sebanyak sekali saja. Sistem sudah harus dapat mengenali bahwa sumber daya itu aman atau tidak (tidak terkena deadlock), setelah itu baru dialokasikan. Ada dua cara yaitu:
1. Jangan memulai proses apa pun jika proses tersebut akan membawanya pada kondisi deadlock, sehingga tidak mungkin terjadi deadlock karena pada saat akan menuju deadlock, proses sudah dicegah.
2. Jangan memberi kesempatan pada suatu proses untuk meminta sumber daya lagi jika penambahan ini akan membawa kita pada suatu keadaan deadlock.
Jadi diadakan dua kali penjagaan, yaitu saat pengalokasian awal, dijaga agar tidak deadlock dan ditambah dengan penjagaan kedua saat suatu proses meminta sumber daya, dijaga agar jangan sampai terjadi deadlock. Pada sistem deadlock avoidance (penghindaran) dilakukan dengan cara memastikan bahwa program memiliki maksimum permintaan. Dengan kata lain cara sistem ini
memastikan terlebih dahulu bahwa sistem akan selalu dalam kondisi aman. Baik mengadakan permintaan awal atau pun saat meminta permintaan sumber daya tambahan, sistem harus selalu berada dalam kondisi aman.