15 Februari 2015

MEMANTIK ENERGI

Rasa lelah, rasa malas kadang menyapa diri kita, sehingga ketika menjalankan sesuatu atau mengerjakan sesuatu kita merasa ogah-ogahan, kadangpun kalau dipaksakan kita tidak akan merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan. Ketika itu datang maka akan menyebabkan kita mandul untuk memproduksi sesuatu.
Ketika itu terjadi biasanya kita tersungkup atau merasa jenuh dengan rutinitas yang kita jalankan, pada tahap ini harus dilakukan sesuatu yang berbeda, intinya adalah keluar dari rutinitas yang biasa kita lakukan.  Seperti jalan-jalan ketempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi, bisa juga bersilaturahmi kepada sahabat-sahabat yang sudah lama tidak bertemu, olahraga juga bisa dilakukan untuk mengeluarkan keringat dan membakar lemak yang tertimbun di tubuh kita dan hal itu akan menyehatkan tubuh kita.  bisa juga dengan melakukan hobi yang kita senangi.
Jadi manfaatkan hari libur untuk melakukan hal-hal yang berbeda dengan yang setiap hari kita lakukan, hal itu akan membuat kita fresh membuat kita segar kembali dan mengisi energi kita yang habis, sehingga pada hari kerja kita bisa beraktivitas secara maksimal tidak mempunyai rasa malas dan ogah-ogahan dalam bekerja.

Sumberingin Kidul
Minggu, 15 Februari 2015

 

12 Februari 2015

BE SMART PARENTS

Setiap anak itu terlahir cerdas, hanya kita sebagai orang  tua tidak bisa mengetahui kelebihan-kelebihan anak kita, kita tidak mengetahui bagaimana memperlakukan, menumbuhkan, memupuk anak kita agar mereka bisa secara optimal dalam mengembangkan bakatnya.
Orang tua yang smart adalah orang tua yang mengetahui dirinya dan mampu membaca dirinya, dan hal itu bisa dijadikan dasar untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan anaknya.
Kebanyakan orang tua sekarang mendidik anak hanya pada aspek pengetahuannya saja, banyak dari mereka yang mengikutkan anak dalam berbagai macam les, pulang sekolah les ini, habis itu les itu, setelah itu les anu, dan juga macam-macam yang lainnya.
Padahal ada hal-hal lain yang patut kita perhatikan, ada 3 pendekatan yang bisa kita lakukan kepada anak, misalnya ketika sakit, pertama secara agama, bahwa sakit itu adalah sebuah ujian dari Allah kepada hambanya, barangsiapa manusia masih diberi sakit berarti Allah masih sayang kepadanya dan dibisa dianggap itu sebagai sebuah peringatan atas apa yang dilakukanya,  kedua secara psikologi (penyucian jiwa), manusia diberi sakit adalah untuk melatih kesabaran dan menerimanya, kita tahu ketika sakit kita tidak bisa secara mudah untuk melakukan sesuatu, kita butuh orang lain, manusia tidak bisa hidup sendiri dan kita haruslah senantiasa bersyukur karena diberi kesehatan oleh Allah, yang ke 3 adalah sisi pengetahuan dan pembelajaran, mengapa kita sakit, apa yang sudah kita lakukan, apa yang sudah kita makan dan lain-lain.
Jadi tidak hanya sisi pengetahuan saja yang harus kita perhatikan dan kembangkan pada anak, pendekatan secara agama, psikologi dan pengetahuan hendaklah dilakukan secara bersama-sama. Jadilah orang tua yang smart.

Sumberingin Kidul
10 Februari 2015

11 Februari 2015

KIDUNG CINTA BUAT KELUARGA

Kupandang wajah anak dan istriku, yang masih terlelap dalam mimpi indahnya, hawa dingin menyelimuti dan memenuhi istanaku, jarum jam masih menunjukkan jam 4 pagi, kuterbangun karena bunyi suara alarm yang sengaja kupasang untuk membangunkanku.
Ku buka pintu belakang rumahku, ku hirup sepuas-puasnya udara pagi yang masih tanpa polusi, kucium aroma kesejukan persawahan yang membenteng dibelakang rumah. Kunikmati setiap jengkal hawa yang merasuk disetiap inci pori-pori rubuhku.
Suara adzan dan ayam berkokok bergema,temaram lampu bergerak-gerak diantara area persawahan, ditengah banyak orang masih terlelap dalam mimpi indahnya, ada orang yang menjemput rezeki dari Allah sepagi ini.
Semoga suami dan ayahmu diberi kekuatan untuk terus mencari rezeki yang halal dan barokah, untuk melangsungkan kehidupan dan bisa memenuhi tugas dan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga dengan baik. Bisa selalu memberikan senyum kebahagiaan pada kalian.
Puja-puji Asmaul Husna  berkumandang dari masjid yang biasanya  kutempati untuk Sholat Jumat, semoga dalam menjalankan kewajiban selalu diberi kemudahan dan kelancaran, doakan ya, wahai istriku dan anakku.

Sumberingin Kidul,
11 Februari 2015

10 Februari 2015

MEREFRESH HATI

Manusia bisa diibaratkan sebagai lantai kalau lama tidak dipel lama kelamaan dibiarkan akan banyak debu yang semakin menumpuk sehingga nanti ketika membersihkannya akan sulit. Manusia bisa juga diibaratkan sebagai jalan, kalau banyak dosa berarti bisa disebut jalan yang macet, tetapi kalau hatinya bersih diibaratkan sebagai jalan tol, dia bisa berjalan kencang bebas hambatan. Manusia bisa diibaratkan sebuah aplikasi yang ngadat ketika di klik tidak ada respon maka perlu di refresh biar bisa berjalan programnya.
Demikian juga manusia setiap hari, sadar atau tanpa kita sadari pasti melakukan dosa, tinggal dosa itu masuk dalam kriteria yang berat atau yang ringan, dosa besar atau dosa kecil, perbuatan itu tentunya akan membuat hati kita kotor, hati kita macet dan juga tidak bisa merespon atau sulit menjalankan perintah-perintah dari Allah SWT.
Dosa-dosa itu kalau dibiarkan tentunya akan mengotori hati kita, selain memohon ampun atas dosa-dosa yang kita lakukan, menjalankan kewajiban sholat 5 waktu dalam sehari semalam, mengerjakan sholat-sholat sunnah, puasa dan lain-lain, kita bisa memperbanyak dzikir kepada Allah, kalau sulit melakukan sendiri hal itu bisa kita lakukan secara berjamaah, dengan mengikuti acara tahlilan-tahlilan yang diadakan dilingkungan kita sendiri atau tempat-tempat khusus (misal ziaroh, seperti yang kami lakukan dengan ziaroh Wali Jatim bersama Pimpinan dan teman-teman, hari sabtu dan minggu 7 – 8 februari 2015 kemarin) yang kita datangi untuk memohon ampun dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Hal itu bisa merefresh hati kita sehingga hati kita bersih, bebas hambatan dan mudah merespon segala sesuatu dan menjalankan perintah-perintah dari Allah SWT.

Sumberingin Kidul
9 Februari 2015

06 Februari 2015

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

MELATIH KEMANDIRIAN ANAK DENGAN MELIBATKANNYA DENGAN BERBAGAI AKTIVITAS
Bersama Keluarga adalah waktu yang paling membahagiakan, apalagi melakukan sebuah aktivitas secara bersama-sama, karena bisa terjalin keakraban diantara masing-masing orang dalam sebuah keluarga.  
Banyak kegiatan sederhana yang bisa dilakukan dengan melibatkan si kecil, walaupun kadang lebih banyak menjengkelkan dan merepotkan daripada benarnya, namanya juga anak kecil.  Tetapi aku begitu menikmatinya, kuberusaha membuat quality time denganya mengingat waktu yang terbatas untuk berandai-andai dengan sikecil. Hal-hal sederhana yang dilakukannya bisa membuatku tersenyum dan menghilangkan kepenatan yang melanda.
Hal-hal sederhana yang dilakukan seperti menyiram tanaman yang sengaja ditanam di polibek depan rumah, ada cabe dan terong,yah sekedar untuk memperindah, menyejukkan mata dan di petik saat menginginkannya. mencuci motor, walaupun lebih banyak mainnya, sering bagian yang sudah disabun dan kusiram  air di kotori lagi dengan sabun yang disaputkan oleh anakku, sehingga harus kerja 2 kali,tetapi itulah indahnya membersihkan motor sambil bermain-main dengan anak dan minimal dia tahu cara bagaimana yang harus dilakukan untuk membersihkan motor.
Waktu memasak, biasanya kuminta untuk mengupas kulit bawang putih atau bawang merah, kalau memasak mie, membuka pembungkus dan mengeluarkan minyak, kecap serta saos ke piring, kalau bumbunya biasanya kumasukkan sendiri karena hanya sedikit sekali yang digunakan mengingat efek dari mie instan kalau terlalu banyak dan sering, serta memasukkan mie ke air yang sudah mendidih, waktu menggoreng sosis, dia memasukkan sosis ke penggorengan yang sudah diisi minyak yang sudah agak dipanaskan, penggorenggannya kuangkat dari kompor kusodorkan kepadanya karena agak tinggi tempatnya untuk anak umur 4 tahunan.
Ketika membikin susu, biasanya dia yang mengambil bubuk susunya untuk dimasukkan ke dalam gelas, setelah itu kuambil sedikit air panasnya, untuk kemudian diaduk serta ditambahkan air dingin. Ada lagi yang lain ketika maka permen kuminta untuk membuang pembungkusnya ke tempat sampah.  Agar tidak memboroskan listrik, maka saat memilih nonton tv maka laptopnya dimatikan begitu juga sebaliknya.
Jadi intinya yang paling penting adalah kebersamaan serta melibatkan anak melakukan sebuah aktifitas dan itu bisa melatih kemandiriannya dalam melakukan sesuatu. Semoga engkau nanti menjadi pribadi yang mandiri, tidak  tergantung dengan orang lain.

Kamulan,
5 Februari 2015

29 Januari 2015

BERMAIN BERSAMA OMBAK (EDISI PANTAI PASIR PUTIH WATULIMO)


KERAS DILAWAN LUNAK
Masih dihari yang sama hari jumat, 2 Januari 2015, setelah berlalu dari Pantai Damas, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Pantai Pasir Putih, sayang waktu disana sudah agak siang sekitar jam 8.30an, sehinga kami harus membayar restribusi sebesar 22 ribu untuk masuk, kalau tiba disana  agak pagi, besar kemungkinan akan gratis, karena penjaganya belum datang. He2, sebelum kepantai pasir putih kusempatkan dulu untuk menyisir pantai Karanggongso, kalau ingin menikmati keindahan pantai lebih lama, disini ada 2 penginapan yang bisa di sewa untuk digunakan bermalam, harganya mulai 75 ribu – 250 ribu permalam, selain disini juga ada hotel letaknya di dekat Pantai Prigi, setelah puas menyisir, kemudian berbalik arah ke Pantai Pasir Putih, pantai ini adalah pantai kesukaanku, disinilah tempat yang aku anggap paling cocok untuk memuaskan hobi berenang, karena pantainya landai dan tidak berbahaya kalau agak ketengah. Dan cocok juga buat perenang-perenang pemula dan bermain ombak. He2. Saya bisa mengatakan begitu karena sekitar 50 - 100 meter dari bibir pantai, lautnya tidak dalam, sehingga tidak terlalu berbahaya untuk berenang.
Ke pantai tanpa mandi atau berenang, rasanya kurang afdol, kepantai kalau tidak bermain dengan ombak, sama saja dengan tidak kepantai, itu menurut saya,. Bermain dengan ombak adalah sesuatu yang amat menyenangkan, karena kita bisa melepas kepenatan akibat kegiatan yang itu-itu saja. Biasanya saya merasa puas setelah 2 jam bermain dengan ombak. Saya senang mengikuti ayunan ombak yang datang, apalagi ombak yang besar, wooow i like it. Kalau kita menentang atau menghadang ombak kita akan mudah lelah dan capek, sama ibaratnya keras dilawan keras dan itu memerlukan energi yang besar, tetapi kalau keras dilawan lunak, maka kita akan bertahan lama karena tidak memerlukan energi yang besar, kita tinggal mengikuti ayunan gelombang air laut atau ombak yang naik dan turun, tidak menentang, tidak menghadang,. Itulah cara saya bermain dengan ombak.
Sempat diingatkan oleh istriku untuk tidak berenang atau bermain-main terlalu ketengah, karena 3 tahunan yang lalu pernah hampir mati (nanti akan ada episode tersendiri tentang ini he2, alhamdulillah karena pertolongan dari Alloh, masih hidup sampai sekarang), tetapi ya, karena kesukaan bermain dilaut membuat aku melupakan itu, semula hanya bermain di pinggir-pinggir saja lama kelamaan akhirnya agak ke tengah juga, bahkan anakku februari ini akan berumur 4 tahun senang bermain dengan air, (saya pikir memang tidak ada anak yang tidak senang bermain dengan air), dan malah mengajak agak ketengah, tubuhnya kupegang dari belakang dan tanganku melingkar diperutnya, ketika ada ombak datang, kuhentakkan kakiku menyesuaikan dengan tinggi ombak yang datang, mengikuti alunannya. Senang, itu terlihat dari wajahnya yang berbinar, dan ketika kuajak menepi dia tidak mau. Ada juga beberapa orang yang menyewa ban untuk digunakan bermain-main, tetapi aku lebih suka untuk tidak menggunakannya. Itu caraku menikmati bermain ombak pantai, bagaimana caramu ??.  
  
Durenan, 29 Januari 2015

26 Januari 2015

BERMAIN BERSAMA OMBAK (EDISI PANTAI CENGKRONG DAN PANTAI DAMAS)

Jumat 2 Januari 2015, menjelang liburan terakhir anak-anak sekolah, setelah hampir 2 minggu mereka melakukan aktivitas yang berbeda-beda, ada yang pergi ke gunung, pantai, rumah kakek nenek mereka dan ketempat-tempat kesukaan mereka. Tapi bagiku hampir sama di tengah liburan tetap saja bekerja. Karena memang itu yang harus dilakukan. Tapi Alhamdulillah meskipun begitu tetapi masih bisa menikmati liburannya anak-anak sekolah. Masih ada hari natal, waktu cuti bersama, minggu dan juga tahun baru. Alhamdulillah dua minggu ini bisa memanfaatkannya dengan baik.
Sengaja kuajak keluarga kecilku serta 2 keponakanku untuk kepantai yang ada diwilayah selatan Pantai Jawa, untuk mengagumi dan menikmati, mensyukuri ciptaan-Nya serta memenuhi janji kepada istri untuk mengajak liburan ke pantai. Maka pagi itu pergilah kami ke Pantai Damas, Cengkrong, Karanggongso dan terakhir di Pantai Pasir Putih Watulimo Trenggalek.
Ada hal yang berbeda yang bisa ditemui, terutama sejak dibuat jalur lintas selatan, pertama, pantai yang terkenal dan sering dikunjungi dulu adalah Pantai Prigi dan Pasir Putih juga Damas, sejak beberapa tahun terakhir ini muncul Pantai Cengkrong disertai dengan Wisata Mangrove dengan jembatan galaunya kata Kak Edi salah seorang yang aku temui disana dan asli dari Watulimo, dia mengatakan kalau banyak murid-muridnya dari MTs-nya  yang sering datang ke Jembatan galau ini, Jembatan ini terbuat dari kayu yang membelah dan mengitari tanaman mangrove sehingga kita bisa dekat sekali dengan pohonnya dan ada beberapa pos yang bisa kita singgahi untuk membuka bekal atau sekedar beristirahat sebentar, serta ada sungai yang mengalir ke laut yang dilintasi jembatan mangrove. hal ini yang menjadi pembeda dengan pantai lainnya dan disini juga ada jembatan besar yang berada didekat pantai, banyak orang-orang yang berhenti untuk menikmati keindahan dan juga sekedar mengambil gambar. Untuk tiket masuknya ke Pantai ini Rp. 8.000,-, tetapi kalau datang pagi-pagi sekali maka bebas biaya masuknya, tinggal uang untuk parkir di Taman Mangrove.
Kedua adalah semakin dekat jarak yang harus kita tempuh untuk menuju Pantai Damas, kalau dulu misalnya kita harus menempuh jarak kurang lebih 5 – 10 km, kita bisa menempuhnya separuh jalan sekitar 2 – 5 km, lebih pendek memang karena kita tidak perlu memutar, hal ini bisa ditempuh melewati jembatan yang ada di Pantai Cengkrong, sekitar 500 m kita akan memasuki jalan yang tidak beraspal, di kanan dan di kiri dapat kita jumpai pohon-pohon khas daerah pantai, istriku meminta untuk kembali dan berbalik arah, karena takut tersesat, tetapi karena jiwa adventurirku (he2) atau petualanganku, aku yakin kalau ini adalah jalan singkat untuk menuju Pantai Damas, walaupun ada sedikit grundelan dari istri ku tetap jalan terus, kurang lebih 1 km kemudian kami menemui jalan yang menanjak agak berbatu sekitar 40 – 60 derajat kemiringannya,(bagi yang tidak terbiasa dengan jalan model seperti ini harus hati-hati) setelah itu kita akan menjumpai pertigaan jalan yang beraspal, ambillah jalan kekiri yang akan menuju Pantai Damas, kalau kekanan berarti akan kembali lagi ke jalan sebelum Pantai Cengkrong.  

24 Desember 2014

TAJUK RENCANA, KOLOM, ARTIKEL, POJOK

Tajuk rencana

Sebagai terjemahan editorial biasanya ditulis oleh pemimpin redaksi surat kabar bersangkutan. Dia menjadi suara resmi surat kebar tersebut.

Sebagai suara resmi surat kabar atau majalah bersangkutan, tajuk rencana juga dianggap merupakan sikap atau pandangan surat kebar dan majalah terhadap suatu berita atau peristiwa, kejadian, fakta, gagasan, dan opini, yang berkembangan ditengah masyarakat.

Karena berita dianggap bebas dari pendapat atau pikiran-pikiran subjektif, surat kabar dan majalah merasa baginya perlu ada ruang menyatakan jati dirinya, citra medianya, dan kerpribadian surat kabar dan majalahnya. Melalui tajuk rencana, surat kabar dan majalah memberi ulasan terhadap berita-berita yang bermunculan setiap hari dengan cara memberikan klarifikasi, menjelaskan latar belakang, menerangkan masa depan berita, merenungkan dan menitipkan pesan-pesan moral pula didalamnya.

Di inggris, tajuk rencana ini disebut editorial, yang berasal dari kata edit, secara harfiah, edit berarti membaca dan memperbaiki naskah, mempersiapkan naskah. Dalam dunia perfilman itu menggunting-gunting pitaseluloid hasil opname yang belum teratur sesuai dengan urutan cerita yang diberi nomer shooting seperti yag di tulis dalam skenario. Proses pekerjaan itu disebut editing. Maksudnya adalah diperiksa untuk digunting lalu diatur supaya susunannya baik.

Lalu dari kata editorial yang di Indonesiakan menjadi “tajuk rencana” atau “induk karangan” yang berfungsi sebagai mahkotannya karangan atau tulisan yang berisi ulasan, pemikiran, pandangan, surat kabar mengenai suatu fakta, kejadian, atau opini yang berkembang dalam masyarakat.

Tajuk rencana selalu menampilkan warna yang sama yakni kritis. Cara penyampaian pendapat dan nadanya macam-macam. Terkadang seperti bernada menggurui, mendakwah, memberi perenungan, teoritis, menyerang, menyalahkan, menghardik, mencela, menegur, pesimis, sinis. Terkadang juga bersifat mendukung, membujuk, informatif dan menghibur dengan kata-kata bijak.

Berikut contoh tajuk rencana

Topik

Sidang tahunan MPR hari pertama diwarnai aksi dorong mendorong dan adu jotos antar anggota Majelis berkaitan dengan adanya keinginan keras dari sekelompok orang untuk membentuk fraksi utusan daerah di majelis itu.

Media Indonesia

Menghardik :

Calon-calon negarawan itu, mestinya tokoh-tokoh pilihan dalam menghadapi perbedaan pendapat. Orang-orang terbaik dalam mengelola berbagai persoalan. Karena syarat-syarat itu tidak dimiliki, anggota parlemen yang baku hantam, sebaiknya tinggalkan Gedung DPR/MPR itu sebab semakin lama anda berada di sana, akan semakin banyak noda demokrasi yang ditumpahkan. Demokrasi memang bukan perkara sederhana. Selain harus piawai berdiplomasi juga perlu toleransi dan kerendahan hati. Mereka yang hobi berkelahi silahkan jadi centeng lokalisasi.

Tempo

Perenungan :

Aksi tawuranitu juga melecehkan hati nurani. Saat ini, masyarakat Indonesia sangat trauma dengan begitu banyaknya kekerasan. Kita juga mengampanyekan bahwa kekerasan bukanlah penyelesaian masalah. Kekerasan bukanlah penyelesaian masalah. Kekerasan hanya melahirkan kekerasan yang akhirnya membawa kehancuran. Dengan hati-hati kita mengajarkan kepada anak kita pentingnya masalah dengan dialog, bukan dengan kekerasan. Namun apa yang kita saksikan di TV telah melecehkan semua ajaran itu.

Kita berharap setiap wakil rakyat yang bersidang itu sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Mereka telah memberi teladan yang sama sekali tak patut dicontoh. Mereka harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Contoh lain

Tema : Bencana dan Musibah Silih Berganti

Teoritis

Kita bedakan bencana dan musibah. Bencana menunjukkan musibah yang disebabkan oleh alam. Musibah memiliki unsur bencana namun manusia sebagai faktor penyebabnya, keduanya menyebabkan duka cita.

Menggurui

Setiap musibah dan bencana menuntut penanganan para korban, baik yang tewas, luka maupun selamat secapat mungkin. Selanjutnya diperiksa dan diselidiki latar belakanh dan penyebabnya. Diambil pelajarannya untuk mencegah kecelakaan berikutnya. Dari setiap musibah dan bencana, diambil pengalaman dan pelajarannya.

Dakwah

Kita bukan saja harus menerima dan memperbaiki, tetapi juga menangkap makna musibah yang senantiasa membawa serta ujian hidup. Dalam bahasa daerah (jawa, misalnya) ada ungkapan tanggap ing sasmito, yaitu tanggap akan isyarat dari “langit”. Bukan dalam konteks “klenik” ungkapan itu kita tangkap, melainkan dalam sikap, keterbukaan dan keredahan hati orang beriman.

Meski penyampaiannya berbeda tetapi bahasanya selalu luas, tidak bertele-tel, ringkas, padat serta selalu menyangkut hal yang serius dan kurang humoris.

Kolom

Biasanya ditulis dengan gaya yang sangat ringa atau enteg dan diselingi humor humor segar, walaupun masalahnya sangat serius (politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, keamanan, pendidikan, bencana, kecelakaan, kriminalitas, gaya hidup dsb).

Perbedaan kolom dengan tajuk rencana tidak terletak pada tema atau topik yang dipilih, tetapi lebih pada cara penyampaiannya. Bila tajuk rencana disampikan dengan cara yang sangat serius, kolom bisa lewat secara melanggang santai dengan humor-humor segar. Tajuk rencana harus logis, rasional, atau masuk akal, sedangkan kolom bisa memainkan kata-kata berupa parodi yang sedikit nyeleneh.

Kalau tajuk rencana bisa menggugat, menegur, berdakwah, menngurui, menasehati, memprotes, kolom juga bisa melakukan itu, yaitu lantang dan menyampaikan kritik sosial. Perbedaanya adalah tajuk rencana menyampaikannya dengan cara resmi, logis, argumentatif, teoritis sedangkan kolom menyampaikan dengan gaya yang ringan. Kolom bisa menyampaikan gagasan dengan seloroh, namun sangat menggelitik atau bisa mencela dan menyindir dengan pedas, tetapi tak ada yang tersinggung atau merasa diremehkan.

Penulis kolom bisa berasal dari wartawan koran bersangkutan atau dari luar. Penulis kolom dari luar secara teratur mengirim tulisannya, bisa harian, mingguan, dwi mingguan atau bulanan. Misalnya Mahbub Junaridi (Mantan Ketua Umum NU), Romo JB Mangunjaya (Pastor, Arsitek, Sastrawan), Umar Kayam (guru besar UGM, sastrawan, pejabat), Ada juga yang tergolong serius seperti Ahmad Sobari, Sinansari Ecip, Harmoko Mantan menteri penerangan dengan coofe morningnya, Gunawan Mohammad dengan Capingnya pada Tempo.

Artikel Spesial

Artikel ditulis sepenuhnya atas inisiatif para penulis dari orang luar, banyak juga yang menyebutnya dengan artikel opini. Artikel ini merupakan sumbangan artikel dengan topik-topik spesial. Maksudnya adalah spesial bidang keahliannya.

Ada penulis yang khusus menulis masalah ekonomi karena ia merupakan ekonom, lalu untuk masalah politik ditulis oleh politikus atau pakar politik, masalah hukum ditulis oleh ahli hukum (pengacara, jaksa, hakim), masalah budaya ditulis oleh budayawan, masalah teknologi ditulis oleh sar jana teknologi, masalah agama ditulis oleh ulama atau sarjana teologi, demikian seterusnya.

Jenis tulisan yang paling banyak menyita ruang pendapat ialah artikel spesial ini, artikel jenis ini pula dipakai yang dipakai para intelektual bangsa Indonesia tempo dulu sebagai alat perjuangan sehingga pers Indonesia disebut sebagai pers perjuangan.

Misal Cipto mangunkusumo dikenal sebagai pendiri kantor berita Indonesish press di Belanda juga pemimpin redaksi De Beweging dan Persatuan Hindia. Dr. Wahidin memimpin Guru Desa dan Retnodoemilah. Agus Salim dan juga HOS Cokroaminoto dengan Neratja Jakarta dan Oetoesan Hindia. Cita-cita dan pikiran mengenai Indonesia merdeka yang dengan lantang disampaikan Soekarno melalui surat kabar menyebabkan ia dipenjara di Sukamiskin dan Digul

Artikel ini sepenuhnya di tulis atas inisiatif para penulis dari “orang luar”. Banyak yang menyebutnya dengan artikel opini. Artikel ini merupakan sumbangan artikel dengan topik-topik spesial. Maksudnya adalah spesial bidang keahlian penulisnya.

Ada penulis yang khusus menulis masalah ekonomi karena merupakan ekonom, lalu masalah politik ditulis oleh politikus atau pakar politik, masalah hukum ditulis oleh ahli hukum (pengacara, jaksa, hakim), masalah budaya di tulis oleh budayawan, masalah teknologi di tulis oleh sarjana teknologi, masalah agama di tulis oleh ulama dll.

Seperti tajuk rencana, artikel spesial ini juga selalu berkaitan dengan berita yang sedang hanga dibicarakan. Artikel spesial muncul sebagai forum pernyataan pendapat pikiran mengenai fakta, wacana, opini, kritik, saluran aspirasi kaum cendekiawan mengenai berbagai hal. Di tinjau dari segi penulisan, artikel ini juga argumentatif, teoritis dan juga berisi pesan-pesan moral. Tak jarang juga bersifat ilmiah, namun disampaikan dengan gaya sangat populer.

Dalam artikel ini juga ada interpretasi. Seperti tajuk rencana, interpretasi dan opini dalam artikel khusus ini didukung dengan argumen keahlian atau bidang ilmunya sehingga pembaca dapat memahami makna atau arti berita. Kalau tajuk rencana merupakan suara resmi surat kabar/majalah, artikel spesial sepenuhnya melekat pada diri penulisnya. Penerbit tidak akan menyembunyikan nama jelas penulisnya. Bahkan kecenderungan yang ada belakangan adalah harus pula disertai identitas, profesi, keahlian atau jabatan penulisnya.

Jadi prinsip dasarnya artikel spesial tidak berbeda dengan tajuk rencana. Hanya saja tajuk rencana harus lebih singkat atau pendek, sedangkan artikel spesial bisa lebih panjang seperti seperti kolom. Kalau kolom disampaikan dengan gaya yang enteng, humoris, parodi, artikel spesial biasanya cenderung serius. Karena masalahnya sangat serius, artikel spesial ini jarang memakai unsur humor, parodi. Walau itu sebenarnya juga dimungkinkan selama masih dalam batasan yang dimungkinkan dan tidak berlebihan.

Pojok

Seperti halnya kolom, pojok juga memanfaatkan elemen humor untuk menyampaikan kritik, protes, teguran, komentar, interpretasi terhadap fakta dengan kalimat singkat. kritik, protes, teguran, komentar, interpretasi yang disampaikan dalam bentuk kalimat singkat itu selalu bermaksud mengundang tawa, menggelitik atau setidaknya akan membuat pembaca mengangguk-angguk sambil tersenyum.

Untuk itu pojok sering dimunculkan dalam bentuk ungkapan, tamsilan, anekdot, istilah, atau kata-kata bijak yang kocak. Walau singkat, pojok bisa membuat orang tersindir, terusik bahkan sangat tersinggung dan sakit hati jika melampaui batas etika dan moral.

Kolom di tulis oleh orang luar yang secara rutin mengisi ruangan yang disediakan redaksi, sedangkan pojok biasanya diisi oleh orang dalam sendiri. Sepintas sering terasa seperti menggosip ini dan itu. Kadang langsung di tunjuk hidung, menyerang, dan suka terjerumus pada ucapan-ucapan yang sarkastis sehingga yang disentil merasa tidak enak.

Karena gayanya yang diluar kebiasaan atau keluar akal sehat, tulisan singkat ini ditempatkan di pojok-pojok halaman surat kabar. Bahkan ada juga surat kabar yang menempatkannya dihalaman depan

Contoh pojok

Saat sidang istemewa MPR untuk menurunkan Presiden langsung

Pojok harian (sore) terbit “sudut ki Haji”

+ 51 persen keluarga di Indonesia tergolong miskin

- dan banyak yang kaya, masuk golongan miskin normal

+ Suhu politik naik, harga-harga membumbung

- Gejala bakal ada pemimpin turun

Kalimat pertama biasanya diambil dari isi ringkas berita (fakta). Kalimat kedua yang di tulis dengan huruf italic itu merupakan komentar si pembuat pojok.

















Diambil dari Jurnalistik Karya Sedia Willing Barus.

21 Desember 2014

PANTANG MENYERAH, DAYA JUANG DAN SEMANGAT

Awan gelap memenuhi langit, suara geledek terdengar menghiasi suasana sore ini, tetes tetes air menerpa genteng, menimbulkan suara yang meninabobokkan, membuat malas orang untuk keluar dari rumah dan melakukan aktivitasnya.
Sore begini biasanya waktumu untuk mengaji, segera kumandikan dan siap-siap untuk mengantarmu untuk mengaji, walaupun cuaca kurang bersahabat, sampai di tempat mengaji tidak nampak seorangpun anak disana. Kalau tidak hujan pasti sudah banyak anak. Bahkan aku sampai di bilang “kok nekat”. Dalam hati ku membenarkan, hanya ku jawab dengan senyuman sambil melepaskan mantel yang masih menutupi tubuhku dan kuturunkan anakku.
Nak, aku ingin mendidikmu dengan sepenuh hatiku, kulimpahkan kasih sayangku buatmu, dan aku berusaha menjadi orang tua yang baik dan bisa mendidikmu dengan cara yang benar. Hari minggu seperti inilah waktu yang bisa kucurahkan untuk memenuhi kewajibanku menghabiskan waktu bersamamu.
Hujan deras, mendung tebal disertai dengan angin bukanlah sebuah halangan bagi seseorang untuk tetap beraktivitas, tetap belajar, itulah hal yang ingin kutunjukkan padamu. Ketika ingin mencapai sebuah impian orang janganlah mudah menyerah, ketika hujan turun selama itu tidak berbahaya tetaplah pergi untuk berkarya, tetaplah pergi untuk mewarnai dunia, dan menjalankan kewajibanmu.
Menciptakan karakter seseorang yang punya daya juang yang tinggi itu memang sulit, dan butuh proses yang lama, sejak dini ingin kuperkenalkan engkau dengan sifat itu, seseorang haruslah punya daya juang yang tinggi dan kuat, hal apapun, peristiwa apapun tidak akan membuat engkau surut dari langkahmu, mundur dari jalanmu untuk menggapai hal yang kau inginkan.
Pernah beberapa waktu yang lalu, hampir seharian engkau hanya rebahan, karena kondisi sakit, tetapi pada saat jam akan mengaji, engkau minta dimandikan dan minta diantar untuk mengaji, trenyuh dan bangga hatiku mendengar cerita dari istriku akan apa yang kau lakukan. Semangat yang engkau tunjukkan untuk belajar semoga akan tetap menjadi sifatmu kelak.



Minggu 21 Desember 2014
Sumberingin Kidul Ngunut