29 Mei 2017

BELAJARPUN BUTUH SKILLS (2)

Thinking Skills (Ketrampilan Berpikir)


Untuk dapat mengembangkan ketrampilan berpikir ini, maka otak harus dirangsang dan dibiasakan untuk berpikir, agar memori pengetahuan yang tersimpan didalam otak bisa optimal. Ibarat pisau ketika lama tidak dipakai dan diasah maka akan berkarat dan sulit dipakai untuk mengiris sesuatu, kalaupun bisa itupun perlu tenaga yang lebih besar dan hasilnya tidak memuaskan, demikian juga dengan otak, jika biasa digunakan untuk berpikir maka otak akan encer, tidak perlu loading lama dan bisa menyimpan memori yang lama serta mudah memanggilnya jika suatu saat dibutuhkan. 

Sejalan dengan itu menurut Hendra Surya dalam bukunya Strategi Jitu Mencapai Kesuksesan Belajar untuk mengembangkannya, maka seseorang harus mengarahkan dan menggerakkan sistem kerja otak dengan benar. cara mengembangkan ketrampilan berpikir ini dengan cara menguasai dan membiasakan berpikir taktis, metodologis dan imaginatif.

Berpikir taktis merupakan upaya mengarahkan proses berpikir, bertindak cepat dan efektif secara terfokus, terukur dan terarah langsung menuju obyek sasaran usaha. Berpikir taktis ini menunjukkan kecekatan dan ketrampilan mengelola pemikiran untuk bertindak cepat dan tepat dalam memproses rangsangan yang dihadapi. Cara melatih pengetahuan ini adalah membiasakan diri mengamati atau melakukan observasi segala sesuatu secara detail langsung tertuju pada inti masalah yang dihadapi. Jika menghadapi masalah atau kegiatan maka biasakan untuk melakukan observasi, berusaha berpikir untuk menentukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi atau kegiatan yang sedang dilakukan. Hal tersebut bisa merangsang untuk berpikir bagaimana cara memecahkan, menemukan dan menciptakan terobosan guna mengatasi masalah yang dihadapi.

24 Mei 2017

ANTARA MENYUNTING, FREE DAN MULTIPLE

21 Mei 2017 berada di Kampus ITS Surabaya, memberikan makna yang sangat mendalam, dan meneguhkan keinginan yang kuat untuk menghasilkan tulisan yang bisa dijadikan warisan untuk generasi selanjutnya. 

Dimulai dengan materi dari Dr. Ngainun Naim, mengenai cara mengedit naskah, sebuah hal yang sangat diperlukan karena terkait dengan pekerjaan baru saya di LP2M, bagaimana proses penyuntingan harus dilakukan ketika kondisi benar-benar tenang, tidak terburu-buru, teliti dan kalau bisa tulisan itu di print agar maksimal dalam proses pengeditan, kata beliau, jika dalam bentuk file tidak akan maksimal dalam mengedit, jika di print akan lebih memudahkan, ketika memberikan tambahan atau pengurangan kalimat, mengoreksi kata-kata yang salah, kalimat yang tidak baku, beliau memberikan tips berdasarkan pengalaman beliau sebagai Chief Editor dalam sebuah Jurnal Ilmiah yang sudah terakreditasi, juga sebagai penulis buku The Power of Writing dan Proses Kreatif Penulisan Akademik. 

Dilanjutkan dengan Bapak Hernowo, penulis buku Flow di era Sosmed, beliau mendemonstrasikan teknik latihan menulis Free Writing, hal ini dilakukan sebagai latihan menulis mengalir bebas, untuk menyamankan dan melejitkan kemampuan menulis seseorang. Ketika dalam proses ini seseorang harus membuang emosinya, tanpa terburu-buru dan tidak dipengaruhi kondisi luar dirinya. Ada tiga langkah teknik free writing yang diungkapkan pertama, membebaskan pikiran dari segala hal yang menekan pikiran hal ini dilakukan dalam 3 menit, kedua mengekspolari gagasan, ada topik tertentu yang akan di tulis (beliau meminta salah seorang anggota SPN untuk memberikan topik, dan tahap yang kedua ini dilakukan selama 5 menit), ketiga adalah mengikat makna (menulis bebas setelah membaca teks), beliau mencontohkan dengan menulis kembali ide yang beliau tangkap ketiga membaca buku dalam perjalanan dari rumah beliau ke Surabaya, bisa dilakukan selama 5 menit, tetapi tergantung dari keinginan orang yang berlatih, boleh lebih dan boleh kurang. Dan yang perlu diketahui selama melakukan latihan dengan teknik free writing, bisa juga disebut menulis tanpa bentuk, beliau menulis tanpa jeda selama waktu yang telah ditentukan meskipun banyak salah kata atau salah huruf tidak perlu dipikirkan dan tidak perlu diedit terlebih dahulu, untuk mempermudahnya bisa menggunakan alarm sehingga ketika alarm berbunyi maka mengetiknya berhenti. Dari teknik ini lebih menekankan pada jumlah kata yang bisa ditulis dalam waktu tertentu, hal ini bisa naik dan bisa turun tergantung kondisi orang yang melakukannya.

Multiple Writing adalah salah satu trik dari Bapak Emcho sapaan akrab dari Much Khoiri dosen UNESA untuk menghasilkan karya secara maksimal, di awal tahun beliau mencanangkan menulis beberapa buku, kemudian menetapkan urutan buku yang akan selesaikan, menentukan bab-bab yang akan di tulis,  didalam proses menulis dan menyelesaikannya, tidak terpaku pada satu buku dan urut dari bab 1, bab 2, tetapi bisa meloncat-loncat, setelah bab 2 bisa langsung menuju bab 7, agar kelihatannya hampir selesai, padahal bab 3 sampai 6 masih belum di tulis, atau hari ini rencana buku A, besoknya Buku B, buku C dan seterusnya. Dalam kopdar hari minggu lalu, penulis Pagi Pegawai Petang Pengarang dan SOS (sopo ora sibuk) ini, ada hal dilakukan dalam proses penulisannya. Menulis adalah sebuah pekerjaan, dalam proses penulisan, meskipun di rumah beliau menggunakan baju kerja, biar ketika mengantuk tidak langsung tidur, sayang baju kerja digunakan untuk tidur, beda jika hanya mengenakan pakaian biasa, tentunya dalam hal penyampaiannya dilakukan dengan ciri khasnya. 

Acara-acara seperti kopdar SPN (Sahabat Pena Nusantara) inilah yang bisa menginjeksi semangat dan membakar kembali gairah untuk menulis, terima kasih bagi senior-senior yang mau berbagi dan menyebarkan virus menulis, berbagi pengalaman dan proses menulis yang sangat bermanfaat, semoga semuanya selalu diberi kesehatan dalam menyebarkan virus kebaikan dan kemanfaataan di setiap langkah kehidupan. Aamiin

Sumberingin Kidul

22 Mei 2017

22 Mei 2017

SPIRIT MENEKUNI DUNIA KATA

Sekitar jam 4 sore kami berempat, Dr. Ngainun Naim, Mas Fahru, Mas Sikin dan saya, berangkat dari Tulungagung untuk mengikuti acara KOPDAR SPN IV di Rektorat ITS Surabaya, sebuah perjalanan yang lumayan lama karena baru sampai di tempat kami menginap di Asrama Haji Sukolilo pada jam 10 malam. Tetapi kami menikmati perjalanannya, tidak terburu-buru karena acaranya baru pada hari Ahadnya, di tambah lagi hari sabtu malam minggu sehingga banyak kendaraan yang memenuhi jalan.

Jika sebelumnya hanya lewat buku dan dunia maya, hari ini secara langsung bisa bertemu dengan orang-orang yang menekuni dunia tulis menulis, terbukti dengan banyak karya yang mereka hasilkan, sungguh suatu hal menyenangkan serta tidak lupa bertemu muka dengan beberapa teman ABM yang sebelumnya hanya kenal lewat WA.   

Kalau dulu hanya sekedar iseng, mengeluarkan uneg-uneg, kegundahan hati dan sekedar hobi saja, ada spirit baru yang muncul dan mengubah pemikiran untuk menekuni dunia ini. Pertama tentu saja adalah pelepas dahaga dan menuruti gejolak serta panggilan jiwa untuk menulis, kedua kewajiban untuk terus belajar dan memperbaiki diri, ketiga untuk menyebarluaskan apa yang kita tahu, keempat menjadi orang yang bermanfaat. 

Pak Emcho nama panggilan dari Pak Much Khoiri, memaparkan ada 8 semboyan write or Die : 
1. Menulis sebagai kewajiban
2. Menulis untuk melatih berpikir
3. Menulis untuk penghidupan
4. Menulis untuk perjuangan
5. Menulis untuk personal branding
6. Menulis untuk warisan
7. Menulis untuk berbagi kebaikan
8. Menulis membangun peradaban  

Terima kasih untuk Dr. Ngainun Naim, Mas Fahru serta Mas Sikin, atas hari yang menyenangkan, serta banyak inspirasi yang saya dapat, semoga spirit ini tetap terawat dan tumbuh subur serta menghasilkan banyak karya dan harapannya bermanfaat bagi orang lain. Aamiin.

Surabaya, 21 Mei 2017

19 Mei 2017

GARA-GARA TENGKURAP HEBOH SE ISI RUMAH

Awal bulan lalu, ketika ditimbang di posyandu, bobot Adik Zi sudah 7,4 Kg.  Muncul ke dunia dengan bobot 4 kg, cukup besar bagi bayi yang dilahirkan secara normal, berarti naik 3,4 kg.

Mencari sumber suara, senang jika orang yang bicara didekatnya, menggerakan kepala, sering menghisap jempol tangan, memegang baju, memegang sudah bisa mencengkeram dan mencubit, ketika tangan ditarik untuk posisi duduk, sudah kuat mengangkat tubuh mengikuti tangan sehingga bisa dalam posisi duduk, bisa mengeluarkan suara ocehan yang bernada rendah dan tinggi, ah, ewh, sudah mulai sering tertawa, menangis dan marah untuk menunjukkan rasa lapar, ngantuk atau ganti popok, tenang jika ada suara yang dikenal.

2 minggu ini, gerakan tengkurap menjadi lebih sering, hal ini menimbulkan kekhawatiran, pertama takut terjatuh dari tempat tidur, kedua setelah minum ASI atau susu akan dikeluarkan kembali, ketiga jika dalam posisi tengkurap takut tidak diketahui, ada anggapan akan sesak karena terlalu lama, dan juga dikarenakan belum bisa kembali ke posisi semula, yang bisa menjadi tanda adalah menangis, kepala diletakkan dibawah karena sudah tidak kuat mengangkat. 

Pengawasan harus ditingkatkan, jika melakukan aktifitas apapun, Adik Zi diusahakan berada di dekat atau dalam jangkauan pandangan, saling mengingatkan untuk mengawasi, untuk memudahkannya bisa juga diletakkan dalam kereta bayi, untungnya Kakak Zha sudah bisa membantu sehingga bertiga bisa keroyokan untuk menjaga. Tentunya porsi istri yang paling banyak dan lebih sering.  

Hal yang kusuka adalah melihat Adik Zi pada posisi akan mandi, setelah semua baju dilepas, gerakannya menjadi liar, kaki menendang, tangan leluasa bergerak, badanpun pindah posisi, bisa naik, bisa melintang dan berpindah.  Posisi tengkurap saja, bisa membuat seisi rumah heboh, apalagi nanti jika sudah mulai berjalan. He he he. 

19 Januari – 19 Mei 2017 ( 4 bulan).




Sumberingin Kidul
19 Mei 2017

17 Mei 2017

TERIMA KASIH TELAH MENJADI BELAHAN JIWA DAN BAGIAN TERINDAH DALAM HIDUPKU

Rasanya baru kemarin, Ijab Qobul itu terucap, sebagai pertanda hubungan suami istri yang sah, tak terasa waktu berjalan begitu cepat, panas dan hujan silih berganti menandai perjalanan kita dalam membangun rumah tangga. 

Bagaikan kapal yang sudah melepas sauh, untuk mencapai tujuan harus berani menantang badai, menerjang ombak yang datang silih berganti menggoyangkan biduk bahtera kita, kadang membuat tubuh kita terguncang, tetapi jika kita lalui dengan sabar, saling pengertian, saling menerima dan berpegangan tangan, niscaya semua itu akan menjadi penguat jalan kita kedepannya, menjadi instrument serta simphoni yang membuat kita terhanyut dan membuat segala sesuatunya menjadi indah.      

Arah dan tujuan telah ditetapkan, walau kadang untuk mencapainya perlu membelokkan kemudi sedikit untuk menghindari batu karang atau gunung es yang bisa menyebabkan kapal karam. Asalkan berjalan seiring, kerjasama dan saling membantu semuanya akan dilalui dengan indah.

Pada tahun ke tujuh pernikahan kita sudah hadir 2 bidadari yang akan menemani hari-hari kita, membuat rumah sederhana yang kita bangun 5 tahun lalu melalui tetes keringat semakin ceria, penuh tawa, rajukan dan tangisan mereka, semoga kita bisa jadi orang tua yang baik, menjadi teladan, dan bisa dibanggakan oleh anak-anak kita.  

Terima kasih istriku sayang, telah menjadi belahan jiwaku, menjadi bagian yang terindah dalam hidupku, mengarungi samudra kehidupan untuk menggapai impian-impian yang kita rajut. Telah merawat dan mendidik 2 bidadari pengisi relung hati kita, semoga sehat semua dan bersama selamannya. Selamat Ulang Tahun Pernikahan semoga kita senantiasa menapak dijalan yang telah Allah tunjukkan. Aamiin.   





Sumberingin Kidul
16 Mei 2017

14 Mei 2017

KENIKMATAN MANA LAGI YANG KAU DUSTAKAN

Jam menunjukkan 4.30 pagi, selepas subuh, kubersiap-siap untuk menuju Gedung Serbaguna Ngunut untuk berolahraga. Kalau biasanya jam 5.00an baru siap-siap, kemarin Ketua dari PB “Minggu Pagi” yang juga sebagai Kepala Desa Pandansari, menelpon untuk dibelikan shuttle cocks di Tulungagung. 

Bukan hanya sekedar mencari keringat, tetapi juga rasa keakraban terjalin, meskipun tidak ikut olahraga karena kondisi kurang fit, tidak main, tetap datang juga, terasa ada yang kurang, demikian yang dikatakan Bapak Gito selaku Kepala Sekolah di sebuah SMP.  

Memang orang-orang yang bermain badminton di PB “Minggu pagi” ada bermacam-macam profesi, dari Kepala Desa, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, Pegawai Negeri pada suatu instansi pemerintah, Pensiunan Guru, Penjual mobil, Penjual Nasi goreng, Penjahit pakaian, Penjual sapi, Mahasiswa dan masih banyak lagi yang lain, semua disatukan dengan hobi bermain badminton.   

Pulangnya, istirahat dulu, setelah keringat hilang, mandi dilanjutkan sarapan pagi. Hmmm, Nikmat dan lezat, ketika makan setelah olahraga badminton di minggu pagi, apapun menunya pasti tandas. Ini yang membedakan dengan badminton pada malam hari. Ditambah lagi badanpun terasa segar sekali sehabis mandi. Lengkap sudah kenikmatan yang bisa kurasakan. Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang engkau dustakan !!!.


Sumberingin Kidul
14 Mei 2017

    

12 Mei 2017

MANAJAMEN WAKTU UNTUK YANG TERBAIK

8 tahun lamanya tidak berkecimpung di desa, tidak disangka dan tidak diduga, akan berkecimpung lagi di desa. Dulu aktif di PNPM, hal yang membuatku mengundurkan diri adalah ingin fokus untuk menyelesaikan kuliah karena sudah memasuki tahap awal penelitian.

Harus pandai membagi waktu, mengefektifkan dan mengefisienkan, itu yang harus dilakukan. Waktu untuk keluarga, pekerjaan, menyelesaikan kuliah yang saat ini sudah memasuki tahap pembuatan proposal, pengabdian dimasyarakat, organisasi dan tidak lupa untuk pengembangan diri.  

Diakui atau tidak berhadapan dengan masyarakat lebih sulit, karena yang kita hadapi dari berbagai jenis orang, mempunyai pandangan, pengertian dan kemampuan yang berbeda.

Tapi jika ini jalan hidupku, maka harus memberikan yang terbaik, berjuang secara ikhlas, jujur dan adil untuk membuat masyarakat desa lebih sejahtera. Semoga dimudahkan dan selalu diberi kesehatan dalam melakukan berbagai aktifitas. Amiin.

Sumberingin Kidul
12 Mei 2017      


22 Maret 2017

Sistematika Penulisan Skripsi STAI Diponegoro

A.       Ukuran Pengetikan
1.      Ukuran Kertas
Naskah skripsi diketik di atas kertas jenis HVS putih ukuran A4 (21,0 cm x 29,7 cm), dengan berat minimal 70 gram. Jika diperlukan bisa menggunakan kertas khusus seperti kertas milimeter untuk grafik, kertas kalkir untuk bagan/gambar dan sejenisnya yang melebihi ukuran kertas dimungkinkan dengan catatan khusus kertas tersebut dilipat sesuai ukuran naskah.
2.      Sampul
Sampul skripsi pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diponegoro Tulungagung dibuat dari karton tebal bewarna hijau muda dengan tulisan dan gambar diatasnya berwarna emas
3.      Margin
Batas pengetikan (margin) skripsi pada STAI Diponegoro Tulungagung adalah sebagai berikut :
a.    Margin kiri        :     4 cm
b.    Margin atas       :     3,5 cm
c.    Margin kanan    :     3 cm
d.    Margin bawah   :     3 cm (lihat lampiran)
Untuk kertas khusus menyesuaikan dengan kebutuhan.
4.      Huruf
Skripsi hendaknya diketik dengan menggunakan komputer program windows dengan jenis huruf (font) Times New Roman. Sementara itu untuk pengetikan arab digunakan jenis huruf Traditional Arabic. Ukuran huruf yang digunakan untuk abstrak, naskah skripsi, lampiran, daftar kepustakaan adalah ukuran 12 untuk Times New Roman dan 16 untuk Traditional Arabic. Sementara pada catatan kaki, indeks ukuran 10 untuk Times New Roman dan 12 untuk Traditional Arabic. Penggunaan komputer program non windows menyesuaikan dengan huruf dan ukuran yang semirip mungkin.
Pengetikan skripsi sering dijumpai huruf normal, miring, tebal dan garis bawah. Kaidah pengetikan yang digunakan adalah sebagai berikut :
a.       Normal untuk teks induk, abstrak, kata-kata kunci, tabel, gambar, bagan, catatan, lampiran.
b.      Miring untuk kata -kata asing atau belum lazim; judul buku, jurnal, majalah dan surat kabar dalam teks utama, catatan kaki dan daftar kepustakaan.
c.       Tebal untuk judul bab, subbab dan bagian penting dari suatu contoh.
d.      Garis bawah tidak boleh dipergunakan kecuali dalam hal-hal yang amat khusus. Pada teks yang diketik dengan mesin ketik, huruf miring diganti dengan garis bawah.
5.      Spasi
Jarak antar baris (spasi) pengetikan naskah dengan 2 spasi (ganda). Pengetikan judul tabel, gambar, bagan yang lebih dari satu baris dengan 1 spasi (tunggal). Daftar kepustakaan diketik dengan 1 spasi (tunggal), sedangkan jarak pengetikan antara dua sumber kepustakaan dengan 2 spasi (ganda). (lihat lampiran 16)
Jarak antara judul bab dengan awal naskah adalah 4 spasi, jarak antara akhir naskah dengan judul subbab adalah 3 spasi dan jarak antara judul subbab dengan naskah berikutnya adalah 2 spasi. (lihat lampiran 16)
6.      Paragraf
Pengetikan alinea baru dimulai 1,27 cm dari batas kiri pengetikan. Batas kiri pengetikan adalah 4 cm pada naskah suatu bab atau lurus dengan huruf depan dan judul subbab pada naskah suatu subbab.

Sesudah tanda baca titik, koma, titik dua dan titik koma hendaknya diberi satu ketukan kosong. Sebuah paragraf hendaknya tidak dimulai pada bagian halaman yang hanya memuat kurang dari tiga baris.

B.       Pengetikan Naskah
1.         Bab, subbab dan anak subbab
Nomor dan nama bab ditempatkan di tengah margin atas. Nomor bab ditulis dengan angka Romawi (I, II. III dst), sedangkan nama bab ditulis dengan huruf kapital dengan jarak 2 spasi. nomor dan nama subbab serta anak subbab ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama setiap kata selain kata sandang. Nomor unit subbab ditulis dengan abjad huruf kapital (A, B, C dst), sedangkan nomor urut anak subbab dengan angka Arab (1, 2, 3 dst). Apabila dimungkinkan masih a da pemenggalan dalam anak subbab, maka hanya huruf pertama yang ditulis kapital, sementara penomoran secara bergantian antara abjad dan angka Arab dengan tanda tutup kurung tanpa titik. (lihat lampiran 16)
2.         Penomoran
Nomor halaman bagian awal skripsi ditulis dengan menggunakan huruf Romawi kecil (i, ii, iii, dst) ditempatkan dibagian tengah margin bawah berjarak 1 cm dari naskah. Sedangkan nomor halaman bagian inti skripsi ditulis dengan angka Arab dan ditempatkan ditepi kanan margin atas berjarak 1,5 cm di atas naskah utama, kecuali halaman pertama setiap bab nomornya ditempatkan dibagian tengah margin bawah berjarak 1 cm dibawah naskah utama.
3.      Huruf Miring
Huruf miring digunakan untuk judul buku, nama terbitan berkala atau nama publikasi lainnya dalam catatan kaki dan daftar pustaka! Huruf miring juga digunakan untuk istilah, kosakata, kalimat dan transliterasi bahasa asing atau bahasa daerah. Huruf miring dapat diganti dengan pemberian garis di bawah huruf yang harus dimiringkan, akan tetapi keduanya tidak boleh dikombinasikan.
4.      Penyajian tabel
Fungsi tabel adalah menolong karangan, menerangkan data dengan efisien. Tabel harus dapat berfungsi sendiri tanpa memerlukan tambahan keterangan dari naskah.
Penyajian tabel sedapat mungkin dalam satu halaman atau disambung pada halaman berikutnya, namun jika ini terpaksa maka pada halaman berikutnya jangan lupa diulangi lagi judul tabel dan keterangan pada kolom-kolom.
Tulisan, nomor dan nama tabel ditempatkan berurutan di atas tabel pinggir kiri dengan jarak 1 spasi dengan tabel. Nomor tabel dibuat angka Arab, dalam urutan untuk seluruh bab dan dalam satu urutan tersendiri untuk lampiran. Nama tabel ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf awal semua kata selain kata sandang. Jika nama tabel lebih dari satu baris, baris kedua dan selanjutnya ditulis sejajar dengan huruf awal judul dengan jarak 1 spasi. Nama tabel tidak diakhiri dengan titik, jarak antara naskah sebelum tabel 2 spasi dan sesudah tabel 3 spasi.
5.      Penyajian gambar
Pengertian gambar di sini meliputi foto, grafik, diagram, skema, peta, bagan dan sejenisnya. Gambar dapat menyajikan data dalam bentuk -bentuk visual yang mudah dipahami. Gambar tidak harus dimaksudkan untuk membangun deskripsi, tetapi dimaksudkan untuk menekankan hubungan tertentu yang signifikan. Tulisan, nomor dan nama gambar ditempatkan dibawah kiri dengan jarak 1 spasi dengan gambar. Cara penulisan judul gambar sama dengan penulisan judul tabel.

C.       Notasi Ilmiah
1.         Penulisan kutipan
a.         Kutipan Langsung
Kutipan yang kurang dari 40 kata ditulis diantara dua tanda kutip ("...") sebagai bagian yang terpadu dalam teks yang utama. Jika didalam kutipan terdapat tanda kutip, maka digunakan tanda kutip tunggal ('...'). Contoh :
1)        Gymnastiar menyamakan janji dengan sumpah, yang dalam uraiannya diterangkan bahwa "sumpah itu adalah hutang yang akan terbawa sampai mati. Janji-janji yang dikhianati akan menjadi beban berat yang akan dipikul di dunia ini maupun kelak di akhirat".
2)        Dalam pengertian Etika Islam, jujur adalah "sikap mental yang mampu memberi dorongan" kuat untuk 'beramal sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya', baik dalam ucapan maupun perbuatan".
Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,27 cm dari garis tepi kiri dan diketik dengan 1 spasi. Jika dalam kutipan terdapat paragraf baru, maka garis barunya juga dimulai 1,27 cm dari tepi kiri garis kutipan.
Dalam kutipan langsung jika terdapat kata -kata yang dibuang, maka kata -kata yang dibuang diganti dengan tiga titik (...). Dan apabila ada kalimat yang dibuang, maka pengganti dari kalimat tersebut adalah dengan empat titik (....)
b.        Kutipan Tidak langsung
Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa sendiri oleh penulis, maka ditulis tanpa tanda. kutip dan terpadu dalam teks.

2.         Cara Mengutip
Penulisan nama penulis sebuah kutipan dalam teks dilakukan dengan menggunakan nama akhir penulis, jika ada dua penulis dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua penulis tersebut. Jika penulisnya lebih dari dua orang, penulisan dilakukan dengan cara menulis nama pertama dari penulis terseout diikuti dengan dkk. Jika nama penulis tidak disebutkan yang dicantumkan dalam kutipan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan atau nama koran. Untuk karya terjemahan dilakukan dengan cara menyebutkan nama penulis aslinya.
Dalam menulis kutipan dikenal tiga macam cara mengutip, yaitu kutipan didalam teks ( in note), kutipan dibawah teks atau catatan kaki ( foot note) dan kutipan setelah teks berakhir (end note).
a.       Kutipan didalam teks (in note)
Penulisan kutipan didalam teks dapat dilakukan dengan mencantumkan nama pengarang terpadu dengan teks diikuti tahun penerbitan dan nomor halaman. Selain itu juga dapat menuliskan nama penulis bersamaan dengan tahun penerbitan dan nomor halaman. Contoh: (Burhanudin, 2003:45)
b.      Kutipan dibawah teks atau catatan kaki (foot note)
Penulisan nomor catatan kaki adalah menggunakan angka Arab (1, 2, 3, dst) yang diketik 0,5 spasi diujung kalimat yang dikutip setelah tanda baca. Jika sebuah kalimat memiliki lebih dari satu kutipan, maka tanda catatan kaki ditempatkan sebelum tanda baca. Setiap bab memiliki catatan kaki dengan nomor unit tersendiri. Catatan kaki diberi nomor sesuai dengan nomor kutipan, dalam tiap bab dimulai dengan nomor 1 (satu).
Catatan kaki ditulis pada bagian bawah teks berjarak 1 spasi dibatasi dengan garis sepanjang 5 cm dari batas margin kiri. Dalam catatan kaki harus dicantumkan nama pengarang, judul, nomor jilid, nama penerbit, tempat dan tahun penerbitan serta halaman -halaman yang dikutip atau yang berkenaan dengan teks.
Tata urut penulisan catatan kaki pada dasarnya sama, namun terkadang akan berubah jika sumber yang dikutip tidak lengkap atau jenisnya bukan buku terbitan. Berikut contoh penulisan catatan kaki untuk:
1.      Buku
Tata urutan penulisan catatan kaki dari buku adalah nomor catatan kaki (diketik 0,5 spasi), nama lengkap pengarang tanpa gelar dan jangan dibalik (koma), judul termasuk anak judul diketik miring atau digaris bawah (titik), nama kota tempat terbit (titik d ua), nama perusahaan/ penerbit (koma), tahun terbit (koma), nomor halaman (titik).
Contoh: 1Jalaluddin Rahmat, Islam Alternatif. Bandung: Mizan, 1991, 21.
Untuk buku dengan pengarang dua atau tiga orang dituliskan nama seluruhnya, jika lebih dari tiga orang hanya dituliskan nama pengarang pertama dengan menambahkan kata dkk. (dan kawan-kawan) dibelakangnya. Buku yang berisi kumpulan karangan, ditulis nama editor dengan menambahkan "(ed)1' jika editornya satu dan "(eds)" jika editornya lebih dari satu. Untuk buku yang terdiri dari beberapa jilid, dicantumkan nomor jilidnya setelah judul.
Untuk buku terjemahan tetap menggunakan nama pengarang asli, diikuti nama penerjemah di belakang judul dan nomor jilid jika ada. Untuk buku yang tidak memiliki tempat terbit, nama penerbit dan tahun penerbit dicantumkan tt. (tanpa tahun), tpn (tanpa penerbit) dan tkp (tanpa kota penerbit), jurnal, Majalah dan Koran (Surat Kabar).
Tata urutan penulisan catatan kaki dari buku adalah nomor catatan kaki (diketik 0,5 spasi), nama pengarang (jika ada) ditulis seperti catatan kaki pada buku (koma), judul karangan termasuk anak judul diketik diantara tanda kutip (koma), nama Jurnal diketik miring atau digaris bawah (koma), nomor Jurnal dengan angka Romawi kalau ada (titik), tanggal (jika ada), bulan dan tahun penerbitan (koma), serta nomor halaman (titik).
Contoh: 2Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren "Suatu Kajian tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren", Dinamika, XII. 2| September 2003, 45.
Untuk kutipan dari maj alah dan koran Surat kabar) sama dengan urutan pada jurnal karangan ilmiah yang tidak diterbitkan. Karangan ilmiah dimaksud bisa berupa Sripsi, tesis, disertasi, makalah materi seminar, penataran dan lokakarya.
Urutan penulisan catatan kaki untuk kutipan dari skripsi, tesis dan disertasi adalah setelah nomor catatan kaki nama penulis (koma), judul karangan diketik miring atau garis bawah titik), diikuti dengan pernyataan karangan tersebut tidak diterbitkan (koma), nama kota perguruan tinggi (titik dua), nama fakultas/jurusan serta perguruan tinggi (koma), tahun penyusunan (koma) dan nomor halaman (titik).
Contoh: 3Ahmad Farid Nawawi, Fenomena Pelajaran Terminal . Tidak diterbitkan, Tulungagung: Tarbiyah STAIN Tulungagung, 2004, 69. i makalah adalah setelah nomor catatan kaki koma), judul makalah diketik miring atau garis diikuti dengan pernyataan penggunaan makalah tersebut (koma), nama pertemuan (koma), lembaga penyelenggara (koma), kota tempat penyelenggaraan (titik dua), tanggal, bulan dan tahun pelaksanaan (titik)
2.      Internet
Nama penulis, judul artikel atau karangan, nama jurnal (jika dari jurnal) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor jurnal, tahun pembuatan serta diakhiri dengan alamat sumber dan kapan diakses diantara tanda kurung. Contoh: 4Albert Frum Brief, Cobtextually Based Learning and Education (Online) IX 23, 2O05, http: / /www.yahoo.com (23 Oktober 20O5)

15 Maret 2017

Memajukan Pendidikan Islam (2)

Kedua Manajemen Pendidikan Islam, Maju tidaknya sebuah lembaga dipengaruhi oleh seorang pemimpin atau leader, Jika kondisi lembaga dipimpin oleh seorang manajer yang professional maka lembaga akan maju, sistem akan diciptakan untuk memajukan lembaga, sehingga penerusnya nanti tinggal menjalankan sistem yang sudah dibuat.

Sebuah lembaga kalau dimanajemeni dengan baik, maka tidak hanya mementingkan jumlah atau kwantitas tetapi lebih kepada produk,hasil serta kualitas dari pendidikan itu. Sehingga siswa bisa menerapkan ilmu-ilmu yang sudah didapat dilembaga pendidikan itu.

Memang ilmu manajemen itu mudah tetapi menjalankannya yang sulit, butuh pengorbanan, nyali yang besar untuk mengambil suatu keputusan. Sebuah keputusan tidak sempurna cepat dilaksanakan lebih baik dari pada keputusan sempurna tetapi terlambat untuk dilaksanakan, karena apabila keputusan kita cacat kita bisa segera mengambil sikap dan memperbaikinya dalam perjalanan sebuah keputusan itu.