24 Oktober 2017

Menulis itu Mengalir Saja

Minggu dini hari, 22 Oktober jam 3 pagi, kami berenam, Pak Ngainun Naim beserta adik dan anaknya, Mas Fahru, Pak Heru dan saya berangkat dari Tulungagung bersama. Bisa hadir dan mengikuti kopdar SPN ke V di Unesa adalah sebuah hal yang tak ternilai. Ada semangat dan vitamin baru yang saya dapat dalam pertemuan ini. Bertemu dengan penulis dan orang-orang yang mencintai dunia tulis menulis dengan berbagai latar belakangnya, bertemu untuk saling berbagi dan memberi dorongan.  

Teringat kembali teori dan praktik yang dicontohkan Bapak Hernowo dengan free writingnya, demikian juga dengan jurus menulis ala Pak Emcho dengan multitaskingnya saat ikut kopdar SPN IV di kampus ITS. Di Unesa saya mendapat ilmu dari Prof Budi Darma, menulis itu sama dengan lari marathon, harus menjaga nafas sampai ke finish. Menjaga momentum, ketika bertemu momentum segera menulis sampai selesai. Tidak tergesa-gesa, jangan grusa-grusu, tetapi tulisannya mantab. Ketika menulis jangan berada pada kondisi saat emosi, kondisi harus baik, tenang, tidak tergesa-gesa, agar kita bisa mengambil jarak dengan tulisan kita. 

Bagaimana ketika menulis menemui deadlock, writers block bahasa sederhananya macet, sulit melanjutkan, kekeringan ide, beliau menyarankan untuk membuka banyak buku di meja untuk dibaca, mencari referensi, menyelektifkan buku-buku yang kita baca. Mengamati segala sesuatu, melihat apa yang perlu dilihat sehingga ketika menulis akan muncul dengan sendirinya. Bisa juga sambil jalan-jalan, membawa pensil dan kertas, ketika menemukan ide segera ditulis, masukkan saku, sampai ditempat untuk menulis ditempelkan, ketika menemui kesulitan bisa dibaca. Menulis itu juga harus berani untuk menyendiri dan fokus dengan apa yang kita tulis. Menulis itu tidak usah berpikir macam-macam tugas penulis itu ya menulis. Disampaikan juga oleh beliau menulis itu mengembangkan bakat dan kemampuan, menggali potensi dan mencari jati diri. 

Pak Didi Junaedi pun memberikan tipnya kenapa bisa menulis setiap hari, menulislah dengan cinta, agar menulis menjadi mudah. Biar semakin semangat untuk menulis dan menyelesaikan tugas akhir, harus membaca ulang, buku karya pak Ngainun Naim yang berjudul The Power of Reading, The Power of Writing atau Proses Kreatif Penulisan Akademik. Mau membaca buku karya pak Husnaini sayangnya belum punya, ketika acara SPN di Surabaya mau membeli, kebetulan pak Husnaini masih belum pegang bukunya, he he he.   

Ada hal yang perlu saya rubah, setelah hari raya memang saya fokus dan mengkhususkan diri untuk menulis tugas akhir, tetapi sejak dari Unesa kemarin hal itu akan saya rubah, yang terpenting menulis, menulis apa saja yang disukai untuk mengembangkan dan mengasah diri. Jika menemukan ide segera tulis, sesuai dengan multitaskingnya Pak Emcho, menulis tidak hanya mengkhususkan satu hal saja, tetapi dalam waktu bersamaan kita bisa menulis dengan tema yang berbeda, yang penting menulis dilakukan secara ajeg dan istikhomah.  

Satu hal yang saya bisa simpulkan adalah menulis itu mengalir saja, seperti air yang mengalir menuju ketempat yang lebih rendah, dia tidak perduli dengan keadaan sekitar, yang berbatu, curam, terjal. mengalir saja, mengisi ruang kosong, mengikuti dan menyesuaikan bentuk sesuai tempatnya. Mengalir saja, untuk melepaskan dahaga dan kepanasan. Tugasnya hanya mengalir saja mengisi ruang hati yang kosong dan mengisinya dengan cinta dan kasih, untuk membuat hidup lebih indah dan berwarna. 

Sumberingin Kidul Ngunut
24 Oktober 2017

13 Oktober 2017

Menikmati Proses Bimbingan

       Setelah hampir 2 pekan disibukkan laporan BKD dan pencairan. Alhamdulillah diterima oleh verifikator, revisi hanya cover saja dan bisa langsung diselesaikan di tempat. Selain pekerjaan rutin dan tugas sebagai kepala rumah tangga, sekarang saatnya fokus revisi proposal penelitian yang sudah diajukan kepada promotor.
Ada beberapa catatan dari ketiga promotor,
1.    Konteks penelitian belum terlihat, kegelisahan akademik yang memicu dilakukannya penelitian, yang terlihat hanya hal-hal sederhana atau keseharian yang tidak terlalu signifikan untuk dijadikan pemicu akademik bagi lahirnya sebuah penelitian. Penggiringan ke judul dan paparan sebelumnya tidak terasa.
2.       Bahasa
Gunakan gaya bahasa yang mengalir, tidak kaku, tidak terlalu teknis, setiap bab dijelaskan seperlunya, isi kandungan dan penjelasannya secara memadai dalam bahasa yang popular,  mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Gunakan bahasa yang lugas, Jika sulit dipahami, sederhanakan kalimatnya, susun ulang kalimatnya. Gunakan perumpamaan yang lebih akademik. Jangan gunakan gaya bahasa essay. Hal-hal yang sifatnya nasehat dan wejangan hendaknya dihindari.
3.       Penulisan dan Paragraf
Paragraph diawali dengan subjek, 1 paragraf terdiri minimal 3 kalimat. Penulisan kata yang mempunyai arti sama dihilangkan, pengulangan kata dan hilangkan kata yang tidak perlu. Penulisan angka didalam paragraf. Gunakan kamus khusus yang terkait bidangnya, misalnya manajemen maka gunakan kamus manajemen, masalah ekonomi maka gunakan kamus ekonomi, hasil yang diperoleh akan lebih valid daripada kamus umum.
4.       Sistematika
Footnote letakkan di akhir kutipan, penulisan footnote berbentuk angka setelah titik. Perhatikan kapan titik, kapan koma. Besar kecil huruf. Bedakan jenis kutipan langsung atau bukan dan ikuti aturan penulisannya. Spasi biasa dan untuk kutipan diperhatikan. Tulisan bahasa asing dicetak miring. Nama orang tidak perlu ditulis miring.
5.       Metodelogi, penambahan lokasi penelitian

Mudah-mudahan bisa belajar dan menyerap ilmu dari ketiga promotor, tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas akhir, tetapi juga belajar cara menulis yang baik. Semoga diberi kelancaran dan kemudahan, target hari selasa, maksimal hari jumat minggu depan bisa konsultasi. Bismillah.


Sumberingin Kidul
13 Oktober 2017





26 September 2017

Suntikan Vitamin (2)

Dr. Anton menyampaikan materi tentang, strategi peningkatan kualitas riset, arti dan fungsi indeksasi jurnal, manfaat publikasi di indeks internasional: scopus, thompson reuters, copernicus, google scholar, dll, pentingnya mengembangkan indeks dan jurnal nasional berkualitas internasional: SIKOPUS. Selain itu juga dalam penjelasannya yang bersumber dari Scimago berdasar data tahun 2017 jumlah publikasi global (Scopus) Indonesia berada di peringkat 57 Dunia. 

Menurut beliau publikasi Indonesia berada di bawah Maroko yang jumlah mahasiswa dan dosen hanya 1,5 Juta dan di bawah Serbia yang jumlah mahasiswa dan dosennya hanya sekitar 350 ribu, atau Slovakia (250 Ribu), serta Kroasia (200 Ribu), jumlah mahasiswa dan dosen di Indonesia saat ini tercatat sekitar 5 Juta (Sumber BPS) Jadi sangat layak dikatakan bahwa prestasi akademik dan riset Bangsa Indonesia sangat terpuruk. 

Menurut Reuters, lembaga di Indonesia bahkan tidak termasuk dalam 1000 lembaga terinovatif dalam riset. Selama Ini konsep dan strategi pengembangan akademik dan riset kurang tepat. Akar keterpurukan bangsa penyebabnya adalah, 1. Publikasi rendah, 2. Riset tidak berkualitas, 3. Pemanfaatan SDM dan SDA kurang tepat, 4. Konsep riset lemah.

Dalam penjelasannya juga solusi yang dilakukan pemerintah kurang berhasil dengan parameter, 1. Peningkatan Jumlah Publikasi Masih Sangat Lambat, 2. Peningkatan Jumlah Patent Sangat Lambat 3. Solusi Pemerintah Cenderung Bersifat Instant.

Solusi yang beliau tawarkan adalah dengan Optimalisasi Potensi Dosen dan Mahasiswa RI, 1. Publikasi dan Patent Luar Biasa, 2. Riset Berkualitas, 3. Pemanfaatan SDM-SDA Dosen-Mahasiswa Optimal, 4. Konsep Riset Bagus. Bagaimana riset itu dikatakan bagus, riset bagus jika, 1. Menyelesaikan Masalah Bangsa, 2. Sesuai Road Map Dunia 3. Payung Penelitian yang Sistematis 4. Pemanfaatan Potensi SDM-SDA Bangsa. 

Jam menunjukkan 10.30 break sebentar, kemudian dilanjutkan dengan materi dari Mas Agus Sifaunajah, M.Kom, yang memberikan materi deteksi plagiasi berbasis software, dalam penjelasannya beliau menyampaikan tentang makna dari plagiarsime, cara menghindari plagiarsime dan software-software yang bisa digunakan untuk mendeteksi, misalnya, Dupli Checker, Copyleaks, Paper Rater, Plagiarisma, Plagiarism Checker, Plagium, PlagScan, PlagTracker, Quetext, silahkan dicoba, software ini gratis dan bisa digunakan, ada beberapa software ketika menggunakannya lebih baik kita mendaftar dengan email, tentu saja tidak maksimal karena memang free software, tetapi lumayanlah bisa membantu.  

To be Continued

24 September 2017

Suntikan Vitamin

Tujuan utama dari perjalanan kali ini untuk mengikuti workshop Strategi Peningkatan Riset Publikasi Ilmiah Berkualitas Menghadapi Persaingan Global di UNWAHA (Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah) Tambakberas Jombang, seperti kata pepatah sambil menyelam minum air, kalau perlu ditambah susu maka agendannya saya tambah dan disesuaikan dengan kondisi dalam perjalanan, itupun saya lakukan mendadak setelah tiket terbeli, dan alhamdulillah ada beberapa hikmah yang bisa diambil. 

Perjalanan diawali dari Ngunut, jumat 22 september, kereta berangkat pukul 17.18 WIB sampai di Kertosono pada pukul 18.59 WIB, setelah keluar dari Stasiun Kertosono, saya menunggu kedatangan Arbi, adik bungsu saya yang tinggal di lengkong Sawahan Kertosono di depan pintu gerbang, beberapa waktu kemudian adik saya datang, ngobrol-ngobrol sebentar sambil menunggu kedatangan Mas Barid Jiddaann yang bekerja di STAIM Nglawak Kertosono, tak berapa lama, saya dan adik saya diajak menuju kedai STMJ lesehan yang ada di pinggir jalan sambil menikmati suasana malam Kota Kertosono, obrolanpun makin gayeng sambil sesekali meminum STMJ.

Sejak bulan Februari 2017 saya memang ditunjuk secara khusus memegang jurnal kampus, saya akui memang tidak mudah, makanya mumpung ada di Kertosono saya bisa menimba ilmu dari Maas Barid terkait pengalaman, tantangan, suka dukanya dan beberapa solusi guna mengelola jurnal. Intinya memang pengelola jurnal harus original, istilah yang sering dipakai dan digunakan para pengelola jurnal, he he he, (tidak enak kalau ditulis). Terima kasih buat sharingnya dan STMJnya, insyaallah kalau kerumah adik lagi, saya akan mampir. 

Jarum jam menunjukkan 20.30 malam, perbincangan harus kami akhiri, selanjutnya menuju kediaman adik saya, dalam perjalanan ini Arbi menceritakan Kota Kertosono sedang punya pekerjaan besar pembangunan waduk, proyek jalan tol, sehingga banyak jalan yang rusak akibat kendaraan besar yang lalu lalang, sesampai di rumah perbincanganpun kami lanjutkan sampai jauh malam, tentang pabrik tempat adikku bekerja, yang sedang mengadakan pengembangan, yang nantinya akan dijadikan pusat dari pabrik yang semula ada di Gresik, perpindahan ini kemungkinan salah satu penyebabnya adalah tingginya UMR di kota sebelumnya yang masuk ring 1, enak dan tidak enaknya dalam pekerjaannya, bagaimana harus menyeleksi karyawan baru dan memutuskan siapa yang akan diterima, tetapi dengan mempunyai standar, hal itu akan lebih mudah, kadang-kadang harus pulang agak malam karena membuat sistem untuk kemudahan pekerjaan selanjutnya, tentu saja tidak lupa perbincangan ringan terkait keluarga.   

Paginya jam 6.30 WIB saya ke Braan diantar olek keponakan, Hakam anak sulung kakak, saat ini sedang kuliah di UM Malang, kebetulan ada disana, jam 7 lebih sedikit saya sudah naik bis menuju kota Jombang, turun dari Bis di Pasar Legi naik Bentor menuju kampus UNWAHA, sesampai disana kondisi masih sepi belum banyak peserta yang datang. Ah ketemu sama Mas Zainal Ipink dari IAI Tribakti Kediri yang saat ini masih kuliah program Doktoral di UM Malang dan menjadi Ketua LP2M dikampusnya, saya berkenalan dengan Mas Ipink saat ada workshop Jurnal yang diadakan LP3M IAIN Tulungagung di Hotel Crown Tulungagung awal tahun ini, di sela-sela break acara kami mengobrol terkait tugas akhir, mengenai metodologi, dan lain-lain, lumayan ada masukan yang bisa dipertimbangkan, dan mendapat ide yang nakal juga, kalau kita membuat proposal atau tugas akhir pasti tidak sempurna, kita buat semaksimal yang kita bisa, untuk sempurna dan cepatnya lebih baik dikonsultasikan dengan promotor, disitu nanti akan ada masukan, lebih baik lagi kalau ditunjukkan bukunya ”kamu baca buku ini !, buku ini !”, (mudah-mudahan promotor saya tidak baca tulisan ini, he he he), semoga sukses mas Ipink untuk kuliahnya dan segera mendapat jadwal untuk ujian kualifikasi.

Acara inti dari perjalanan kali ini adalah workshop dengan tema Strategi Peningkatan Riset Publikasi Ilmiah Berkualitas Menghadapi Persaingan Global dengan pemateri Dr. H Anton Muhibuddin, SP., MP.  Jabatan beliau lumayan mentereng sebagai Rektor UNWAHA Tambakberas Jombang, Presiden Core to Core Program JSPS Japan,  Presiden e-Asia JRP for Bioethanol Research Program-Japan, Koordinator Korea-ASEAN Biomass Research Cooperation, Koordinator Thailand-Indonesia Biomass Joint Research Program Koordinator SSSV-JASSO Japan, karya beliau sudah cukup banyak, diantaranya 15 Buku terbit nasional dan Internasional, 9 Patent, mendapatkan 12 Hibah Riset Internasional, Mendapat lebih dari 100 Hibah Riset Nasional, Publikasi lebih dari 30 Jurnal Nasional dan Internasional, serta Mas Agus Sifaunajah, M.Kom yang memberikan materi deteksi plagiasi berbasis software. 

Tobe Continued

Ide awal di tulis di Kereta Api Penataran Dhoho antara Stasiun Kertosono dan Kediri, kereta berangkat dari Jombang jam 7.41 WIB sampai Ngunut jam 22.07 WIB. 

11 September 2017

Proposalku Semakin Menemukan Bentuknya

Mata ini masih serius menatap monitor di tengah malam, rasa kantuk sudah mulai menyerang, kucoba untuk tetap bertahan, serius membaca dan memahami kalimat demi kalimat, mencoba menghubungkan kalimat antar paragraf agar enak untuk dibaca. Mencari dan berusaha menemukan, menangkap ide-ide yang terbias dalam setiap lantunan huruf, kemudian merumuskan serta menuliskannya. 

Istirahat dulu nampaknya menjadi pilihan terbaik, dalam membacapun mata sudah mulai kehilangan fokus, kadang-kadang terpejam, kepalapun sudah mulai memberat, leher kugerakkan kekiri dan kekanan, tangan kunaikan keatas, jari dari kedua tangan kesatukan, punggungpun kurekatkan ke kursi untuk menambah tekanan pada tangan dan punggung.

Yah berhenti saja disini, pergi tidur meluruskan badan, besok pagi selepas subuh dilanjutkan kembali, semakin bisa menikmati dalam mengerjakan tugas akhir kuliah, semoga berlangsung sampai dengan ujian tahun depan,  senantiasa dipermudah dalam mengerjakannnya.   Aamiin. 

Sumberingin Kidul
Jam 2.00 Dini Hari, 11 September 2017

07 Agustus 2017

Baca Tidak Tuntas Bahaya Menyapa

Seperti biasa, ketika menerima sebuah undangan tahlilan dari tetangga, apa yang kita baca, hari dan jam saja khan !. sama, hal itulah yang saya lakukan, tetapi nampaknya hal itu tidak berlaku untuk kali ini, karena kurang teliti, ternyata tempatnya bukan di rumah tetangga, tetapi rumah orang tuanya tetangga, yang lumayan jauh jaraknya, sekitar 15 menitanlah menuju kesana, alhamdulillah ada tetangga sebelah rumah yang belum berangkat, akhirnya bisa sampai kesana.

Untung saja itu adalah hal sepele dan resikonya tidak terlalu besar, paling kalau ketemu malu saja. Bayangankan jika yang keliru dalam menafsirkan adalah seorang dokter, masinis, pilot, sopir, apa yang terjadi !, tentu saja nyawa menjadi taruhan dan bisa mencelakakan banyak orang. Kita ambil contoh dokter, yang menjadi dasar masuk ke jurusan kedokteran dipilih orang-orang yang pandai berintelegensi tinggi, agar ketika mengambil keputusan dan tindakan yang cepat terhadap situasi yang membahayakan nyawa tidak akan salah diagnosis, sudah dipertimbangkan secara matang, walaupun dalam sekejap. 

Ketelitian dalam membaca memang diperlukan ketika seseorang ingin memahami sesuatu, kalau perlu direnungkan terlebih dahulu, sehingga kita bisa mengambil jarak dari apa yang kita baca. Keputusan yang keliru tidak perlu terjadi.  Membaca secara tuntas perlu dilakukan, kita bisa paham maksud dari sebuah tulisan, agar kita tidak keliru mengambil langkah dan mengambil keputusan, sehingga bahaya tidak mengancam kita dan orang-orang diseliling kita.

Sampai di rumah, kubaca kembali undangannya, mataku kuarahkan langsung ke tempat : di rumah bapak ……/Almh ……, tertulis hanya itu saja, jadi tidak salah persepsiku, berdasarkan redaksi undangannya, bahwa tempatnya di rumah tetanggaku bukan di rumah orang tua tetanggaku, karena tidak ada nama desanya, kalau begini yang salah adalah redaksinya bukan orang yang membacanya, ha ha ha, tetapi yang terpenting adalah bisa menghadiri undangan dari tetangga sebelah rumah.   

Sumberingin Kidul
7 Agustus 2017, jam 00. 14 WIB

24 Juli 2017

Prioritas dan kebutuhan Vs Keinginan

Rumah keluarga kecilku sudah berdiri sejak 2012 waktu itu hanya berukuran 9x7,5, kemudian 2 tahun lalu panjangnya ditambah 11 meter, bagian belakang masih nampak batu bata yang berjejer, masih banyak dana dan perkakas rumah tangga yang harus diadakan. Berhenti dulu dan lebih mendahulukan prioritas dan kebutuhan menjadi hal utama dan harus dilakukan.

Pemilihan prioritas berdasar kebutuhan wajib didahulukan, jika orang itu sudah mapan, penghasilan sudah besar, maka bukan menjadi sebuah masalah, tetapi jika penghasilannya pas-pasan maka harus pandai mengatur strategi untuk memiliki sebuah barang atau impian, mengumpulkan dulu untuk beberapa lama, ungkapan bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian menjadi cocok dalam hal ini, untuk memudahkannya, saya harus menganggap ini adalah sebuah seni untuk memiliki, mempunyai dan mencapai impian. Karena ada tantangan disitu.

Jika mempunyai HP yang masih layak dan bisa digunakan mengapa harus membeli yang baru, walaupun perlu membeli casing, jika mejanya masih layak mengapa harus membeli yang baru, meskipun harus memperbaikinya terlebih dahulu, daripada menyelesaikan rumah yang memerlukan dana yang wah, saya memilih untuk menggunakannya membayar uang kuliah yang cukup lumayan, karena dalam hitungan juta, ha ha ha. Yah sebuah prioritas. 

Prioritas saya tahun depan mudah-mudahan bisa menyelesaikan kuliah, dan setelah itu baru memimpikan hal yang baru, ada 6 tahapan yang harus dijalani, sekarang sudah menapaki langkah yang ketiga, “Ayo minggu depan kita bertemu dengan promotor untuk setor proposal,” ha ha ha, prioritas dalam minggu ini adalah menyelesaikan proposal, ha ha ha, bertumpuk-tumpuk buku sudah siap dilahap dan ditulis berdasarkan pemahaman. “Ayo kita berlomba kawanku, ha ha ha”.

24 Juli 2017
Sumberingin Kidul Ngunut  

16 Juli 2017

Sambil Menyelam Minum Susu

Jumat dan sabtu kemarin tanggal 14 dan 15 saya mengikuti Simposium di STAIN Kediri. Perjalanan saya mulai dari Ngunut Tulungagung ke Kediri, sebenarnya acara tidak di pagi hari tetapi dimulai di sore hari, makanya berangkatnya inipun saya nikmati dan tidak terburu-buru, maka jalur yang saya pilih inipun bukan jalur umum, tetapi melalui jalur alternatif.

Jalur ini saya tahu tanpa sengaja, bulan Februari yang lalu sewaktu ada workshop di UNP Kediri. Bertemu dan berbincang diatas tambangan Ngunut dengan seseorang yang lahir di Ngunut kemudian menikah dan mendapat istri dari Papar Kediri, kamipun berbincang mengenai rute, biasanya rute yang saya lewati kalau tidak dari Tulungagung Kota ke utara lewat Keras dan Ngadiluwih, Kauman ke utara lewat Mojo Kediri, dan juga lewat Sambi Kediri. “Ada jalur lebih cepat mas, daripada lewat Sambi, lewat jalur Jati ke utara nanti kita bisa lewat keras, branggahan atau Ngadiluwih” Katanya, “iya mas, kalau begitu saya mengikuti saja, jenengan di depan saya di belakang”, kataku. 

Alhamdulillah jumat pagi kemarin saya bisa mengulangi rute itu sendiri tanpa tersesat karena kadang-kadang berkelok, yang penting bagi saya adalah kalau tidak ke utara ya ke barat, he he he, dengan mulus bisa keluar dari Branggahan yang terkenal dengan “Sotonya” kemudian lurus ke utara menuju Kediri. Jalur ini adalah jalur tengah dan memang lebih singkat daripada lewat Tulungagung ke utara ataupun lewat Sambi. 

Rencana awal saya niatkan mampir ke Tribakti untuk menemui Mas Arif, belajar dan memperdalam OJS (online Jurnal Sistem) 3, tetapi sayangnya sedang di Surabaya, langsung meluncur ke Wilis Indah di barat Pondok Lirboyo bertemu dengan adik kandung yang bekerja diperpajakan Pare Kediri, setelah itu meluncur ke Perpustakaan UNP Kediri untuk mencari beberapa referensi guna menyelesaikan tugas akhir dan kebetulan di sini ada teman satu komunitas, yakni komunitas Slims Kediri Raya, lumayan mendapat  1 - 2 halaman setelah beberapa jam mengetik, dilanjutkan ke rumah saudara di sebelah timur pondok Lirboyo anak dari Bulek Siti yang kebetulan menjadi Kapolsek di Mojo Kediri, baru setelah itu meluncur ke STAIN Kediri untuk tujuan utama dan malamnya menginap di perpustakaan STAIN Kediri. Sambil mencari referensi dan alhamdulillah dapat 2 buku Babon..he he he.

(To be Continued)

Sumberingin Kidul
16 Juli 2017 

14 Juli 2017

Kecanduan Handphone (Bumerang)

Menurut sebuah survey, ternyata jumlah HP lebih banyak dari pada jumlah penduduk Indonesia, wah gila ini, berarti 1 orang tidak hanya mempunyai 1 HP, tetapi bisa mempunyai 2, 3 atau lebih tergantung dari kebutuhan, tetapi jika hanya untuk kebutuhan pribadi maka hal itu menjadi sebuah pemborosan, lain lagi ketika untuk pekerjaan maka bisa untuk dimaklumi, semisal orang-orang yang berbisnis di dunia online maka HP menjadi kebutuhan yang harus ada untuk melayani pemesanan barang, bahkan jika perlu semakin banyak semakin baik.   

Keberadaan HP saat bisa menjadi bumerang, satu segi bisa positif dan satu lagi akan merugikan pihak pemakai, jadi si pemakai harus bisa memanfaatkannya dengan baik guna mendukung dan menunjang kegiatan sehari-hari, misal untuk memudahkan komunikasi yang berhubungan dengan pekerjaan, mencari informasi, mengumpulkan jurnal untuk bahan menulis, mendekatkan dengan saudara dan masih banyak hal postif yang lainnya.

Sisi negatifnya, jika tidak bisa menggunakannya secara bijak maka HP bisa menjadi bencana, pekerjaan bisa molor, pemicu terjadinya kecelakaan (sering melihat orang menggunakan HP saat berkendara), waktu banyak yang sia-sia, bisa menimbulkan pertengkaran, menjauhkan yang dekat dan masih banyak yang lain.

Semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan dapat menggunakan handphone sebagaimana mestinya untuk menunjang dan meringankan kegiatan kita. Salam sukses bersama.

(To be Continued)

Sumberingin Kidul

14 Juli 2017