18 Juli 2021

MENGAPA BERHIDROPONIK (1) (Belajar Hidroponik bagian Dua Puluh Empat)

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) alih fungsi lahan pertanian di Indonesia setiap tahunnya yaitu sekitar 120.000 hektar lahan untuk pertanian yang mengalami pergeseran atau alih fungsi. Penyusutan jumlah lahan pertanian di Indonesia terus terjadi secara signifikan. produksi yang tinggi dan dapat memberikan kesejahteraan bagi petani baik ditinjau dari aspek ekonomi maupun sosial sebagai langkah untuk mencapai pertanian berkelanjutan serta dapat memenuhi kebutuhan pangan yang terus bertambah

Hidroponik adalah salah satu langkah modern dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan masyarakat, mengapa berhidoponik ?

1.   Menghemat penggunaan air sampai 90%

Meskipun ditanam dengan menggunakan media air, hidroponik lebih menghemat penggunaan air karena menggunakan sistem aliran tertutup, pasokan air akan disimpan dalam tandon dan tidak akan hilang, hanya mengalir dan berpindah saja. Pada sistem pertanian tradisional, air yang digunakan akan mengalir begitu saja dan terserap oleh tanah, sehingga tidak efektif dan efisien, walaupun sekarang sudah diupayakan dengan menggunakan alat seperti pipa kemudian diberi sprinkler untuk memutar air, tetapi tetap perlu melakukan penyiraman yang teratur. Dengan berhidroponik penggunaan air akan lebih maksimal karena diserap tanaman secara langsung.    

2.   Tidak membutuhkan banyak orang, biaya sedikit, dalam pengelolaan,

Bayangkan saja, mulai dari membajak tanah, menanam, memerlukan banyak orang yang terlibat dan tentu saja biayanya cukup besar, sedang jika berhidroponik 1000 lubang tanam bisa ditangani sendiri atau cukup keluarga saja. Dalam pengawasanya lebih efektif dan efisien karena hanya memerlukan waktu yang lebih singkat daripada sistem pertanian biasa. Hanya rutin dalam pengecekan PH dan PPM, serta menambahkan air dan pekatan.

3.   Dapat menanam diberbagai tempat 

     Kita bisa menempatkan tanaman hidroponik dimana saja, disekitar rumah kita, teras rumah, pekarangan rumah, sudut kecil rumah, lantai 2, rooftop atau cukup menggantungnya di tembok. Selain itu bisa menambah kesejukan dan kesegaran udara lingkungan kita. Terlebih lagi untuk menghemat lahan bisa dibuat vertikal sehingga tidak memerlukan tempat yang luas.

 


 




04 Juli 2021

Semoga Istiqomah Menghafal Al-Qur’an

Awalnya hanya ikut pasan (Ketika bulan puasa berada di pondok untuk mengaji Al-Qur’an) di tempatnya mengaji, selesai puasa mengkhatamkan mengaji Al-Qur’annya, oleh ustadzahnya diajak berbicara, “Apa tidak ingin seperti kakak kakaknya (kakak mengaji) setelah khatam Al-Qur’an, melanjutkan dengan Hafalan Al-Qur’an ”  ujar ustadzahnya. “ingin…” jawab anakku. Setelah sampai dirumah kemudian berkata kepada istriku yang kemudian menyampaikan kepadaku, bahwa kakak ingin menghafal Al-Qur’an.

Sebagai orang tua, hanya bisa mendoakan dan mengarahkan dan mendukung keinginan anaknya, setelah usai ulangan semester sekolahnya (saat ini masih dikelas 3 Sekolah Dasar), maka repotlah istriku untuk mempersiapkan segala kebutuhan, mulai dari keperluan mandi, pakaian yang dibawa, ditambah dengan keperluan untuk mencuci pakaian sendiri.

Masih jelas diingatanku awal awal mengaji dulu, meskipun saat hujan deras, aku tetap mengantarkan anakku untuk mengaji Al-Qur’an. Bahkan saat itu ia masih belum bersekolah. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sehingga kakak sudah khatam Al-Qur’an. Catatan awal-awal mengaji 31 januari 2016 (http://adhisubaidillah.blogspot.com/2016/01/membentuk-karakterpantang-menyerah.html).

Antara tega dan tidak tega, maklum masih kelas 3 dan usianya masih 10 tahunan, untuk mondok orang tua mana yang tidak kangen, tetapi demi masa depan, hal itu harus kami lakukan, kami melepas dengan rela keinginan hati kakak untuk menghafal Al-Qur’an, karena mondok dan menghafalkan Al-Qur’an adalah keinginan kakak bukan paksaan dari kami orang tuanya.      

Semoga istiqomah Nduk, dilancarkan dan dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an, ke depannya semoga tidak saja menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga belajar ilmu Tafsir untuk menggali makna yang terkandung didalamnya dan belajar banyak ilmu lainnya. Karena orang tuamu hanya bisa mendukung dan berusaha memberikan yang terbaiknya, terutama mendukungmu untuk mencari ilmu seluas luasnya.  Yang akan menjadi bekal buat masa depanmu.

Sumberingin Kidul Ngunut Tulungagung

4 Juli 2021


 

 

15 April 2021

MENGATUR PH LEBIH PENTING DARI PADA PPM (Belajar Hidroponik Bagian Dua Puluh Tiga)

PH yang baik adalah PH diantara 5,5 – 6,5, mengapa harus pada posisi itu, karena jika PH di bawah 5,5, maka penyerapan unsur nitrogen, fosfor, potasium (kalium), sulfur, calsium, magnesium (NPK), semakin sedikit yang terserap. Jika lebih tinggi PHnya maka  unsur mikro seperti, Fe, CU, Mn dsb, akan mengendap.  Kita perlu tahu dan untuk menjaga kondisi PH agar tetap sesuai kebutuhan, urusan meracik biar menjadi urusan formulator. Jadi PH itu sangat fatal akibatnya, jika terlalu tinggi atau rendah akan mengendap dan bisa rusak nutrisinya. Jika sudah mengendap pHnya tidak bisa dikembalikan, karena unsur mikro kelatnya sudah terlanjur pecah.

Kalau menaikkan PH bisa dengan Kalium Hidroksida (KOH), menurunkan dengan asam asaman, asam fosfat, sulfat, nitrat dll, semuanya baik, tetapi Asam fosfat mempunyai batasan rentang lebih ketat dalam penyerapan tanaman, pertumbuhan akarnya banyak dan cepat, pertumbuhan cepat tetapi akan boros nutrisinya. Dari sisi batang dia akan lebih cepat berserat. Kalau asam nitrat (HNO3) rentangnya panjang dan lebih besar dan ditanaman aman, tetapi kalau terlalu banyak tetap berefek, seperti kita yang memakan makanan yang sama secara terus menerus, maka akibatnya akan tidak baik.           

Jika PH Swing yang harus diperhatikan dan kita cari permasalahannya, ada beberapa hal, masalah tandon atau tempat nutrisi adalah hal utama, bagaimana kondisinya, panas atau sejuk, jika panas, harus kita cari sumber masalahnya, misal dari instalasinya, kemiringan medianya. Bagaimana debit airnya, minimal 2 liter/menit untuk instalasi remaja dan dewasa, sedangkan untuk semaian lebih baik menetes saja, cukup mempertahankan rockwool dalam keadaan lembab saja, jangan terlalu basah  jika terlalu basah maka akan menimbulkan lumut, tetapi jika pertumbuhan akar bisa lebih cepat dari lumut hal tersebut masih bisa ditoleransi.

Berikutnya debit air harus dijaga, lebih baik debit air lebih banyak dan kencang, agar air saat di media sebelum panas sudah terdorong, atau mengalir ke tandon terlebih dahulu, jadi tidak panas saat mengalir pada media tanam. Mengenai ukuran tandon, harus diperhatikan perbandingan antara jumlah lubang di instalasi dengan volume air, lebih besar volume lebih baik, jika bisa 1 liter air untuk 2 tanaman atau bahkan 1 liter air untuk 1 tanaman agar suhu terjaga dan sejuk, berikutnya gunakan pompa yang benar. Kalau memang masih swing maka perlu kita mencari alternatif yang lain. Tetapi permasalahan-permasalahan tersebut diselesaikan dan dijalankan terlebih dulu.




 

14 April 2021

PERJALANAN MERUPAKAN VITAMIN BAGI OTAK

Merefresh otak kita, kalau saya boleh memaknai sebuah perjalanan.. dalam perjalanan ke jogja kali ini muncul pemikiran-pemikiran yang tiba-tiba menyeruak begitu saja memenuhi otak saya.  Pemikiran-pemikiran yang semoga saja tidak akan menguap begitu saja tanpa ada sebuah perwujudan.

Yah..... rutinitas telah membelenggu dan menganggu otak saya untuk selalu berpikir dengan jernih, baik dan selalu mengontrol segala sesuatu yang kita lakukan dan berpikir kreatif  dalam melakukan suatu hal. Kalau boleh dikatakan adalah saya tersungkup pada sebuah rutinitas. Rutinitas harian yang disadari atau tidak akan mempengaruhi, membentuk dan mempola sebuah sikap  dan perilaku yang seadanya..istilah bahasa sederhana saya adalah memenuhi kewajiban saja, sehingga hal itu telah menyurutkan motivasi untuk berbuat secara maksimal apa yang bisa kita lakukan pada pekerjaan kita.

Perjalanan merupakan kebutuhan ternyata bagi saya...apalagi memang ketika semasa sekolah dulu..saya senang melakukan aktivitas ini..dari kota yang satu ke kota yang satunya...dari hutan yang satu ke hutan yang lainya.    Kalau saya boleh mengungkapkan adalah saya merasa menemukan vitamin yang bisa menumbuhkan spirit dan motivasi untuk melakukan hal yang lebih dalam hidup saya. Apalagi kalau dalam perjalanan saya itu, saya banyak menemukan hal-hal positif, hal-hal baru, yah tentu saja secara tidak langsung akan menambah wawasan serta khazanah pengetahuan saya.

Alhamdulillah Allah memberikan saya teman sekamar Bpk. Nur Yudi yang sekarang menjadi Kepala Perpustakaan di UIN Jakarta yang ternyata asalnya satu daerah dengan saya. Banyak hal yang kita bincangkan. Banyak sekali masukan-masukan yang beliau berikan kepada saya. Juga bpk Jamri dari Banten yang tidak segan untuk memberikan ilmunya tentang how to find E Book. Makasih juga buat Mas Rayi. Tentang SOPnya....he2.. dan tak lupa sahabat2 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu....he2...kayak penyiar aja (jadi kangen siaran), bertemu dengan orang-orang yang berpikiran positif, berpikir maju dan tentunya mempunyai semangat. Semoga kita bisa mencerdaskan umat melalui apa yang kita lakukan.  I Hope I can do it.

Catatan Perjalanan di Jogja 10 April 2011

11 April 2021

Sayuran Hidroponik Pahit (Belajar Hidroponik bagian dua puluh dua)

Sebagian besar sayuran memunculkan rasa pahit karena 2 hal : Penyebab pertama adalah karena masalah genetik dari tanaman tersebut. Misalnya pare yang memang selalu berasa pahit, demikian juga dengan brotowali. Sayuran selada (tidak semua selada) juga memiliki genetik pahit walaupun biasanya tidak berlebihan. Kalau sampai parah berarti ada penyebab lain. Sebagai buktinya hama tidak begitu menyukai selada karena ada unsur pahitnya, dibandingan dengan tanaman lain.

Penyebab kedua bisa dipicu karena stress pada tanaman tersebut. Stress pada tanaman ini dipicu oleh banyak hal seperti :

1.   Kondisi lingkungan yang memang tidak ideal. Beberapa tanaman tertentu lebih baik atau akan tumbuh secara maksimal jika berada di dataran tinggi yang bersuhu dingin, daripada dataran rendah begitu juga sebaliknya. Misalkan selada, secara genetik diperuntukan untuk dataran tinggi, baik hijau maupun merah, selada bisa ditanam didataran rendah karena secara genetik sudah diperbaiki dan ditoleransi untuk tumbuh didataran rendah, selada warna hijau toleransinya lebih tinggi dari pada selada warna merah.

2.   Suhu tandon yang terlalu tinggi. Apa yang mempengaruhi suhu tandon panas dan bagaimana menekan suhu panas tadi, salah satu pengaruhnya adalah instalasi, tandon tidak harus ditanam, tandon ditanam logikanya adalah biar aliran air mudah masuk. Yang paling terpenting adalah oksigen terlarut dalam air. Jika suhu panas maka oksigen terlarut akan rendah. Usahakan maksimal suhu tandon 30 OC.

3.   Rentang PH, ideal hidroponik berada pada 5.5 – 6.5 PH meter, ph itu hubungannya dengan tanaman, masalah bahan peracik nutrisi. jika keluar dari ph tertentu maka nutrisinya mengendap, jika ph sesuai maka unsur nutrisi bisa terserap maksimal.   

4.   Daun layu, ada yang siangnya layu sorenya bisa tegak, ini berhubungan dengan manajemen seperti karena debit air kurang, suhu air terlalu tinggi, lingkungan terlalu panas. Jika terjadi terus menerus maka tanaman akan stress dan mengeluarkan rasa pahit. Bolting, menjadi tua sebelum waktunya, misal masa 3 bulan baru berbunga, karena stress, maka dalam 1 bulan bisa tumbuh bunga. Hal ini akan menyebabkan rasa semakin pahit.  Ada lagi yang tetap layu, karena ada beberapa penyebab, semisal bakteri. Oksigen terlarut, bisa di cek dengan dissolved oxygen, tetapi harganya mahal.  

5.   Pemupukan tidak sesuai, tds (PPM) terlalu tinggi atau rendah, atau bisa ada unsur yang terlalu tinggi, atau terlalu rendah, hal  ini bisa menyebabkan stress. Ada 13 unsur yang harus tersedia untuk tanaman, satu atau lebih berkurang, maka akan terjadi stress.  Atau unsurnya tersedia tetapi tumbuhan tidak bisa menyerap.

Maka sebagai petani memang kita harus jeli dalam melihat permasalan permasalahan yang terjadi dengan tanaman. Harus melihat dari berbagai macam sisi.


 



09 Maret 2021

FUNGSI DAN MANFAAT PLASTIK UV UNTUK HIDROPONIK (Belajar Hidroponik Bagian dua puluh satu)

Plastik UV adalah plastik Ultra Violet merupakan plastik yang dilapisi bahan kimia tertentu sehingga dapat menahan sinar ultraviolet atau matahari yang berlebihan tanpa merusak tanaman. Bahan kimianya juga berfungsi sebagai pelindung plastik dari sengatan sinar matahari dan hujan. Banyaknya sinar matahari yang dapat ditahan oleh plastik UV sekitar 20 %, sisanya diteruskan ke tanaman yang berada di bawah rumah plastik. Jenis UV yang umum diperdagangkan adalah UV 6 %, UV 8 % dan UV 12 %, pesentase tersebut menandakan banyaknya bahan kimia dalam plastik tersebut, dengan rata rata ketebalan 150 – 200 micron.

Mengapa menggunakan plastik UV, ada beberapa manfaat yang dapat kita peroleh:

Pertama air nutrisi kita akan aman dari tercampurnya dengan air hujan, sehingga PPM dan PH relatif stabil.

Kedua ketika hujan biasanya datang disertai dengan angin, hal ini akan berpengaruh terhadap tumbuhan yang secara fisik masih kecil, jika angin kencang juga akan membuat tanaman doyong. Ketiga menghabiskan nutrisi banyak, ini terjadi jika air hujan mengenai air nutrisi kita dan berlimpah, sehingga menyebabkan air tumpah, nutrisi akan terbuang percuma dan kita akan sering menambahkan nutrisi agar kadarnya sesuai dengan yang kita inginkan, otomatis nutrisi akan boros.

Keempat, mudah perawatannya, dalam proses sehari hari pekerjaan yang kita lakukan berkurang, ketika hujan datang, kita lebih santai, karena tanaman tidak terkena hujan langsung, air nutrisi tidak boros dan tumbuhan tidak terkena banyak masalah.  

Selain berfungsi sebagai pelindung tanaman dari hama dan gangguan serangga serta suhu dibawah lebih stabil.  Plastik UV juga berfungsi memaksimalkan proses fotosintesa pada tanaman sehingga hasil panen akan lebih maksimal.